Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kimia Farma. Foto: IST

Kimia Farma. Foto: IST

Kimia Farma Segera Akuisisi Rumah Sakit Rp 1,5 Triliun

Farid Firdaus, Kamis, 11 Juli 2019 | 16:35 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menargetkan akuisisi dua rumah sakit di Jakarta pada paruh kedua tahun ini. Nilai pembeliannya diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun.

Direktur Keuangan Kimia Farma IGN Suharta Wijaya mengatakan, perseroan tertarik untuk membeli sebagian saham rumah sakit BUMN maupun swasta yang menyelenggarakan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Due dilegence terhadap rumah sakit yang potensial telah dilakukan sejak awal tahun ini.

“Rumah sakit akan melengkapi ekosisitem healthcare kami. Due diligence selalu dilakukan dan selalu ada perubahan juga. Kondisinya kami lihat, punya captive market seperti apa. Mudah-mudahan bisa dieksekusi tahun ini,” jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (10/7).

Pihaknya menyebutkan bahwa perseroan kemungkinan menjadi pemegang saham mayoritas pada salah satu rumah sakit yang diakuisisi tahun ini. Sedangkan, pendanaan akusisi rumah sakit dan bisnis lainnya senilai Rp 2 triliun tahun ini bersumber dari kas internal, pinjaman bank, dan penerbitan surat utang.

Pada semester II-2019, lanjut dia, perseroan berencana menerbitan obligasi hingga Rp 1,5 triliun. Untuk melihat minat pasar, perseroan menawarkan medium term notes (MTN) senilai total Rp 500 miliar. Surat utang tersebut terdiri atas MTN I sebanyak Rp 250 miliar yang memiliki tingkat bunga tetap 8,75% dan MTN Syariah Mudharabah I sebesar Rp 250 miliar dengan tingkat bagi hasil floating.

Kedua MTN tersebut memiliki tenor 3 tahun dan pembayaran bunga serta bagi hasil setiap tiga bulan. MTN ini telah terdaftar di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 9 Juli, dan dilakukan distribusi secara elektronik pada 10 Juli. PT BNI Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai arranger pada aksi penerbitan ini.

“Kalau ternyata respon pasar terhadap penyerapan MTN ini bagus, kami kemungkinan bisa menerbitkan obligasi lagi di bulan depan,” jelas Suharta.

Dana hasil penerbitan MTN ini, lanjut dia, bakal dimanfaatkan sebagian untuk kebutuhan ekspansi dan sebagian lagi untuk pelunasan utang. Sebagai informasi, Kimia Farma berencana membangun 200 gerai baru di seluruh Indonesia sepanjang tahun ini. Gerai tersebut tidak hanya berupa apotek, tapi juga klinik kesehatan dan kecantikan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA