Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kioson Ubah Anak Usaha dan Dirikan Perusahaan Baru

Kamis, 22 Juli 2021 | 15:03 WIB
Nabil Al Faruq

JAKARTA, Investor.id – Untuk menyiasati pandemi Covid-19, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) tahun ini mengubah kegiatan usaha PT Kiosong Fintech, entitas anak, menjadi bisnis penjualan ritel. Perseroan juga mendirikan anak usaha baru di bidang pergudangan, PT Gudang Pintar Indonesia.

“Sejumlah langkah strategis ditempuh untuk mempertahankan bisnis perseroan,” jelas manajemen Kioson Komersial Indonesia dalam keterangan resmi di Jakarta, baru-baru ini.

Dalam laporan keuangan kuartal I-2021, manajemen Kioson Komersial mengungkapkan, pandemi Covid-19 memiliki dampak yang belum pernah terjadi terhadap bisnis grup perseroan. Grup beroperasi pada 2020 dalam lingkungan yang penuh ketidakpastian.

Karena itu, Kioson mengambil sejumlah rencana strategis untuk melindungi bisnisnya, antara lain melakukan efisiensi beban usaha grup sampai lebih dari 50%. “Langkah lainnya adalah mengubah kegiatan usaha PT Kiosong Fintech, entitas anak, menjadi bisnis penjualan ritel pada 2021,” kata manajemen perseroan.

Kecuali itu, Kioson mendirikan anak usaha baru di bidang pergudangan pada 2021, yakni PT Gudang Pintar Indonesia. “Anak usaha ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi di bidang logistik, khususnya dalam penyediaan layanan fulfillment centre,” papar manajemen perseroan.

Manajemen Kioson menjelaskan, anak usaha baru itu akan melengkapi ekosistem digital ritel Kioson yang telah mencapai lebih dari 80 ribu outlet. Gerai-gerai ritel itu telah terdaftar di jaringan Kioson.

Untuk mempertahankan bisnis, Kioson juga meningkatkan likuiditas selama masa pandemi dan pemulihan Covid-19. “Grup telah merestrukturisasi pinjaman syariah PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) berupa perubahan jangka waktu dari 12 bulan menjadi 96 bulan serta perubahan bagi hasil dari 15% menjadi 11% per tahun,” papar manajemen Kioson.

Laba Rp 6 Miliar

Sementara itu, dalam keterangan resmi hari ini (Kamis, 22/7), Kioson Komersial Indonesia memproyeksikan laba bersih sekitar Rp 6 miliar pada 2021. Optimisme ini mengacu pada pencapaian kuartal I-2021, di mana perseroan membukukan laba bersih positif. Manajemen optimistis perusahaan mamu secara konsisten mempertahankan kinerja tersebut hingga akhir tahun.

Direktur Utama Kioson Komersial Indonesia, Reginald Trisna mengatakan, pada 2020 perseroan mengalami penurunan kinerja keuangan akibat merosotnya penjualan sebaga dampak pandemi Covid-19. Pendapatan Kioson tahun silam anjlok 69% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan 2019 yang mencapai Rp 2,9 triliun.

“Selain itu, pada 2020 perseroan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan yang dapat atribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 41,6 miliar. Untuk mengatasi hal tersebut, tahun ini Kioson fokus pada pengembangan usaha serta menyempurnakan ekosistem digital yang tengah dibangun,” ujar dia.

Untuk mencapai target tersebut, menurut Reginald Trisna, perseroan juga menghadirkan layanan iklan digital demi meningkatkan penjualan mitra. Kecual itu, Kioson berkolaborasi dengan sejumlah start-up dan e-commerce sebagai langkah memperluas jaringan distribusi salah satunya melalui penyediaan gudang pintar di 1.000 lokasi pada akhir 2022.

“Perusahaan terus berupaya menjaga kinerja baik dan meningkatkan perkembangan bisnis usaha. Melalui beberapa strategi tersebut, kami yakin mampu mencetak laba bersih positif pada akhir 2021,” tandas dia.

Kioson, kata Reginald, juga berencana melakukan aksi korporasi dengan menambah modal melalui penawaran umum terbatas (PUT) I dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Perseroan akan menerbitkan maksimal 365,79 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Penerbitan saham baru akan disertai penerbitan waran seri II dengan jumlah maksimal 248,73 juta.

“Perseroan akan meminta persetujuan aksi korporasi ini pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 24 Agustus 2021,” tutur Reginald Trisna.

Reginald menegaskan, aksi korporasi tersebut akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan perseron. “Rencana right issue ini akan ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan dan mengembangkan kegiatan usaha perdagangan, pergudangan, serta telekomunikasi yang merupakan bagian dari kegiatan usaha utama perusahaan dan anak perusahaan,” kata dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN