Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. Foto: Perseroan.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. Foto: Perseroan.

Kuartal I, Pertumbuhan Tower Bersama Tergolong Kuat

Kamis, 10 Juni 2021 | 06:15 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berhasil membukukan pendapatan dan EBITDA masing-masing Rp 1,42 triliun dan Rp 1,23 triliun pada kuartal I-2021. Jika kuartal I disetahunkan, total pendapatan dan EBITDA perseroan bisa mencapai Rp 5,68 triliun dan Rp 4,95 triliun.

Tower Bersama memiliki 32.612 penyewaan dan 16.501 sites telekomunikasi per 31 Maret 2021. Sites telekomunikasi milik perseroan terdiri atas 16.390 menara telekomunikasi dan 111 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 32.501, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) perseroan menjadi 1,98 kali.

“Kami melaporkan kuartal yang kuat lagi untuk pertumbuhan organik dengan penambahan 811 penyewaan kotor, yang terdiri atas 252 sites telekomunikasi dan 559 kolokasi. Pertumbuhan pesanan kolokasi yang berkelanjutan telah menghasilkan rasio kolokasi tertinggi hingga saat ini sebesar 1,98 kali. Bisnis kami terus berlanjut untuk menunjukkan ketahanannya dengan pertumbuhan organik yang kuat saat pandemi Covid-19,” kata CEO Tower Bersama Infrastructure Hardi Wijaya Liong dalam keterangan tertulis, Rabu (9/6).

Per 31 Maret 2021, total pinjaman kotor (gross debt) perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang dolar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, mencapai Rp 26,83 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 11,57 triliun. Total pinjaman kotor (gross debt) dan total pinjaman senior (gross senior debt) pada kuartal I-2021 meningkat karena penarikan pinjaman bank untuk mendanai pembelian 3.000 aset menara dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), yang ditempatkan sebagai saldo kas menunggu penyelesaian transaksi pada awal April 2021.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp 5,11 triliun, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 21,72 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) menjadi Rp 6,46 triliun. Menggunakan EBITDA kuartal I-2021 yang disetahunkan, rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA sebesar 1,3 kali dan pinjaman bersih terhadap EBITDA mencapai 4,4 kali.

“Pada kuartal I-2021, kami berhasil memperpanjang rata-rata jangka waktu dan profil jatuh tempo utang. Kami berhasil menerbitkan obligasi dolar AS dengan peringkat layak investasi serta beberapa obligasi rupiah dan menyelesaikan pembiayaan kembali pinjaman dolar AS. Kami telah melihat pengurangan biaya pembiayaan menyeluruh kami dan terus melakukan lindung nilai atas seluruh pinjaman dengan instrumen lindung nilai yang sesuai dengan jatuh temponya. Selain itu, rasio leverage bersih turun menjadi 4,4 kali pada kuartal I-2021 dibandingkan tahun lalu 4,8 kali,” jelas CFO Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso.

Dia menambahkan, pada awal April, perseroan telah menyelesaikan jual beli dan pengalihan 3.000 menara dari Inti Bangun Sejahtera. “Kami mendanai harga pembelian aset senilai Rp 3,97 triliun atau setara US$ 280 juta itu dengan menggunakan dana internal dan fasilitas bank yang ada pada akhir Maret 2021. Tambahan pendapatan dan EBITDA dari akuisisi ini akan dimasukkan ke dalam laporan keuangan kuartal II-2021,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN