Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Saat listing DIVA.

Saat listing DIVA.

Lanjutkan Ekspansi, Distibusi Voucher Perkuat Infrastruktur Digital

Thereis Love Kalla, Selasa, 30 Juni 2020 | 15:41 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) tetap melanjutkan ekspansinya pada infrastruktur digital, terutama untuk layanan digital finansial. Perseroan berinvestasi pada perusahaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intellegence untuk memperkuat layanan digitalnya.

Sekretaris Perusahaan Distribusi Voucher Nusantara Septi Suryani mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19, perseroan telah melanjutkan ekspansinya dengan berinvestasi pada  PT Antares Global Teknologi (Bahasa.ai), untuk memperkuat DIVA Intelligent Instant Messaging (IIM). Nantinya, dengan teknologi ini akan menanamkan pengalaman 360 derajat kepada konsumen, terutama kepada segmen konsumen yang kurang melek teknologi.

“Ke depannya, investasi ini juga akan menetapkan basis pengguna yang lebih kuat bagi kedua perusahaan, yang mana sementara ini melayani pasar berbeda. DIVA fokus pada segmen usaha kecil menengah (UKM), sementara Bahasa.ai mendukung e-commerce, perbankan, dan segmen ritel modern,” ujar Septi dalam keterangan resmi perseroan pada Senin (29/6).

Septi menjelaskan, Bahasa.ai dapat mengaplikasikan algoritma jaringan netral yang unik bagi Bahasa Indonesia, yang memungkinkan platform chatbot untuk berinteraksi dengan konsumen secara alami, sama halnya dengan berbicara dengan asisten pribadi atau teman. Bahasa.ai menawarkan saran yang tepat dan relevan bagi penggunanya. Kapabilitas lainnya yang menjadi kelebihan chatbot Bahasa.ai adalah fitur “push notification”, yang menawarkan calls-to-action yang relevan, berdasarkan profil konsumen dan riwayat transaksi yang ada.

“Melalui Bahasa.ai, perseroan bertujuan untuk meningkatkan bisnisnya dengan mentransformasi bisnis model perusahaan, dari B2B2C (Business-to-Business-to-Customers) ke B2C (Business-to-Customers), yang memungkinkan akses ke user engagement dan memfasilitasi akses ke produk dan layanan yang relevan dengan respons yang lebih cepat dan lebih akurat,” ujar Septi.

Menurut Septi, langkah perseroan tersebut, seiring dengan strategi perseroan untuk fokus memperkuat infrastruktur digital melalui integrasi dengan bisnis pihak ketiga, seperti logistik dan rantai pasokan. Selain itu, platform perusahaan  yang ada telah menerapkan strategi ekstensifikasi untuk mengatasi tantangan pandemi dengan memperkenalkan Digicluster, aplikasi pesanan digital Business- to-Business (B2B) dalam bentuk WhatsApp for Business (WABA) yang memanfaatkan mesin DIVA IIM dengan Telkomsel dan XL Axiata sebagai permulaan.

Pendapatan Masih Naik
Adapun hingga kuartal I-2020, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 860,7 miliar atau naik 1,7% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 846,1 miliar. Kenaikan tersebut didorong oleh bertumbuhnya jumlah mitra UKM perseroan, yang naik sebesar 17,6%  menjadi 25 ribu outlet, dari sebelumnya sebanyak 21 ribu outlet pada kuartal-I 2019.

Pendapatan perseroan juga dikontribusi oleh bisnis digital financial services --yaitu prepaid card top-upinfrastructure-as-a-service, dan digital payment aggregator --, yang berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan positif dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,3 miliar hingga kuartal I-2020, atau tumbuh 6,3% dari sebelumnya sebesar Rp 1,2 miliar pada kuartal I-2019.

“Hal tersebut mengindikasikan bahwa bisnis model sehat yang diadopsi perseroan, dalam fondasi yang dibangun lebih dari satu tahun lalu, dalam segi jaringan dan produk (platform), telah membuahkan hasil yang baik,” kata Septi.

Dari segi profitabilitas, earnings before interest, taxes, depreciation and amortization (EBITDA) perseroan naik 19,5% dari Rp 6,3 miliar pada kuartal I 2019 menjadi Rp 7,5 miliar periode sama tahun ini. Hal tersebut didukung oleh perluasan pada margin kotor, dari 2,2% menjadi 2,5% hingga akhir Maret 2020.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN