Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu tol Grup Waskita. Foto: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Salah satu tol Grup Waskita. Foto: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Lepas 6 Ruas Tol, Waskita Dekati Investor Eropa dan Asia

Farid Firdaus, Kamis, 26 Maret 2020 | 21:00 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tengah bernegosiasi dengan empat investor strategis yang berminat mengakuisisi enam ruas tol milik anak usaha perseroan, PT Waskita Toll Road. Sebanyak tiga investor berasal dari Eropa dan Asia, sedangkan satu investor merupakan perusahaan asal Indonesia.

Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan, proses divestasi enam konsesi tol terus berjalan dan tetap ditargetkan tahun ini. Pada aksi tersebut, perseroan dibantu oleh PT Danareksa Sekuritas sebagai konsultan pada pelepasan tiga ruas tol. “Sementara itu, tiga ruas tol sisanya akan dibantu oleh konsultan yang lain, saat ini prosesnya masih bidding,” kata dia kepada Investor Daily, Kamis (26/3).

Perseroan belum dapat mengungkap detail para calon investor strategis tersebut beserta target dana yang diraih dari divestasi. Sebagian besar ruas jalan tol yang akan dilepas merupakan proyek Tol Trans Jawa.

Berdasarkan catatan Investor Daily, manajemen Waskita Toll Road menyebutkan, ruas-ruas tol yang ditawarkan kepada investor strategis adalah Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pemalang-Probolinggo. Selain itu, perseroan juga akan memilih pelepasan kepemilikan antara ruas Medan-Kualanamu, Semarang Batang, atau Pemalang-Batang.

Pada 18 Desember 2019, perseroan berhasil melakukan pelepasan konsesi dua ruas tol yakni Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono dengan investor asal Hong Kong, Kings Key Ltd. Ketika itu, total nilai transaksinya mencapai Rp 2,4 triliun.

Selain menambah pundi-pundi dari divestasi konsesi tol, Waskita Karya turut menargetkan perolehan kas masuk sekitar Rp 10 triliun dari proyek turnkey pada 2020. Dari target tersebut, perseroan sudah menerima pencairan turnkey senilai Rp 6,2 triliun dari proyek Jakarta-Cikampek II (Elevated) pada Maret ini. Sedangkan di luar itu, perseroan menargetkan kas masuk sekitar Rp 18 triliun dari proyek konstruksi lainnya.

Tahun lalu, Waskita Karya berhasil membukukan arus kas operasi positif Rp 9 triliun atau tumbuh 125% dibandingkan pencapaian 2018 sebesar Rp 4 triliun. Pada 2019, peseroan juga menambah pundi-pundi kas sebesar Rp 44 triliun yang berasal dari pembayaran proyek turnkey sebesar Rp 22 triliun, proyek konstruksi lain sebesar Rp 15,9 triliun, dan pengembalian piutang dana talangan tanah sebesar Rp 5,8 triliun.

Adapun kas Waskita Karya per akhir 2019 tercatat sebesar Rp 9,26 triliun. Perseroan mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 1,03 triliun pada 2019. Pencapaian laba bersih tersebut ditopang oleh capaian total pendapatan usaha sebesar Rp 31 triliun.

Tahun ini, Waskita Karya menargetkan perolehan nilai kontrak baru sekitar Rp 45-50 triliun. Perseroan fokus mengincar pengerjaan berbagai proyek infrastruktur seperti jalan tol, bendungan, transmisi, serta pelabuhan.

Prospek Saham

Waskita Karya bakal menghadapi sejumlah tantangan sepanjang tahun ini akibat pandemi virus Korona atau Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Pandemi tersebut bisa memicu penurunan perolehan kontrak baru yang berimbas terhadap kinerja keuangan tahun ini.

Analis Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, pandemi Covid-19 akan berimbas sedang dan besar bagi perusahaan sektor konstruksi tahun ini. Hal ini bisa berimplikasi negatif terhadap perolehan kontrak baru sejumlah perusahaan konstruksi tahun ini.

Apalagi, setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan masyarakat untuk berdiam diri di rumah dan menghindari pertemuan dengan banyak orang (social distancing). Hal ini tentu bisa berimbas terhadap penundaan penyelesaian sejumlah proyek yang sedang dikerjakan, baik untuk proyek pemerintah maupun swasta tahun ini.

“Selain faktor tersebut, pemerintah bisa saja mengalihkan sebagian anggaran dari sektor infrastruktur ke sektor lain. Hal ini bisa berdampak terhadap penurunan perolehan kontrak baru emiten konstruksi semester I tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu,” ungkap Maria dalam risetnya.

Meski demikian, Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham WSKT dengan target harga Rp 1.200. Target harga tersebut telah mempertimbangkan penandatanganan divestasi sebanyak 40% saham tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono akhir Desember 2019 kepada Road King Infrastructure Ltd. Perseroan berpotensi mendapatkan dana senilai Rp 2,4 triliun dari transaksi tersebut.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan pendapatan menjadi Rp 40,09 triliun dan laba bersih diharapkan mencapai Rp 2,23 triliun sepanjang tahun 2020.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN