Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Podomoro City Deli-Medan besutan PT Agung Podomoro Land Tbk. ( Foto: istimewa )

Proyek Podomoro City Deli-Medan besutan PT Agung Podomoro Land Tbk. ( Foto: istimewa )

Lepas Lahan Industri 175 Ha, Agung Podomoro Raup "Marketing Sales" Rp 2,4 Triliun

Kamis, 15 Oktober 2020 | 15:47 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id-  PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan penjualan unit properti (marketing sales) sebanyak Rp 2,4 triliun hingga akhir September 2020. Raihan ini meningkat 76% dari periode yang sama tahun 2019 senilai Rp 1,4 triliun.

Sekretaris perusahaan Agung Podomoro Land Justini Omas mengatakan, sebagian besar pencapaian tersebut dikontribusikan penjualan lahan industri di Karawang, Jawa Barat, seluas 175 hektare yang telah dituntaskan pada September 2020. Adapun, tahun ini, perseroan menargetkan total marketing sales mencapai Rp2,7-3 triliun.

Selain itu, raihan ini disumbangkan penjualan Podomoro Park Bandung, Podomoro Golf View, Cimanggis dan Podomoro City Deli di Medan. “Secara keseluruhan, keempat proyek ini menyumbang sekitar 88% dari total marketing sales,”jelas manajemen dalam keterangan resmi baru-baru ini, Kamis (15/10).

Hingga semester I-2020, perseroan memiliki lahan seluas 761,3 hektare yang dibagi menjadi dua area, yakni lahan seluas 323,8 hektare dalam pengembangan dan seluas 437,5 hektare untuk pengembangan mendatang.

“Untuk lahan dalam pengembangan terletak di Jakarta dan sekitarnya seluas 59,1 hektare, Karawang seluas 5,7 hektare, Bogor seluas 91,2 hektare, Bandung seluas 117,0 hektare, Batam seluas 40,8 hektare, Medan seluas 5,2 hektar dan Balikpapan seluas 4,9 hektar,”jelas dia.

Sedangkan untuk pengembangan mendatang, Perusahaan memiliki lahan di Jakarta seluas 30,1 hektar, Karawang seluas 374,3 hektar, Bandung seluas 10,7 hektar, Bali seluas 7,4 hektar dan Makassar seluas 15 hektar.

Sementara dari segi kinerja keuangan, emiten berkode saham APLN ini berhasil membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 1,72 triliun pada periode Januari hingga Juni 2020. Jumlah ini turun 12,0% dari realisasi periode sama tahun lalu Rp 1,95 triliun. Selain itu perseroan membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp 1,11 triliun dan pendapatan berulang sebesar Rp 601,5 miliar.

Penurunan penjualan ini otomatis membawa untung yang diperoleh Agung Podomoro Land ikut terkoreksi menjadi Rp 116,7 miliar. Padahal sebelumnya perseroan mampu mengantongi untung Rp 190,8 miliar.

Beberapa waktu lalu, perseroan melalui anak usahanya, PT Buana Makmur Indah (BMI), telah menandatangani perjanjian penjualan tanah tahap pertama dengan PT CFCity Tangerang Investment (CFCity) seluas 915.189 meter persegi.

Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Land H Noer Indradjaja mengatakan, perjanjian penandatanganan penjualan tanah tersebut telah dilaksanakan pada 7 September 2020. “Penjualan tanah tersebut akan berdampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi finansial perseroan, terutama likuiditas perseroan,” ujarnya.

Dia mengatakan, nilai keseluruhan penjualan tanah kurang dari 20% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan terakhir, sehingga penjualan tanah bukan transaksi material.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN