Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP). Foto: Perseroan.

PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP). Foto: Perseroan.

‘Listing’ di BEI, Sinergi Plastindo Ekspansi Pabrik Baru, Sahamnya ‘Auto Reject’ 69,3%

Thereis Love Kalla, Kamis, 14 November 2019 | 13:32 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) akan meningkatkan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat secara bertahap melalui pembangunan pabrik baru di Cikupa, Tangerang. Sementara itu, hari ini (14/11), Sinergi Plastindo resmi mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga penutupan sesi I, ESIP menguat Rp 113 (69,33%) ke Rp 276 atau auto rejection batas atas.

"Jadi, proyeksi kami pada 2022 bisa mencapai tiga kali lipat pertumbuhannya dari saat ini," kata Direktur Utama Sinergi Inti Plastindo Eric Budisetio, usai listing saham perseroan.

Adapun peningkatan kapasitas pabrik akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, dalam jangka waktu 2019-2020. Kapasitas pabrik diharapkan meningkat dua kali lipat. Tahap selanjutnya hingga 2022. “Saat ini, kapasitasnya 2.800 ton per tahun. Kami akan mencapai kurang lebih 7.000-8.000 ton per tahun pada tahap dua nanti," imbuh Eric.

Dia menegaskan, kapasitas perusahaan telah terpasang penuh, sehingga perseroan memutuskan untuk membangun pabrik baru demi memenuhi permintaan pasar plastik yang tumbuh 7% per tahun. Untuk itu, perseroan tengah mempersiapkan mesin-mesin operasional penunjang produksi. "Rencananya mulai bisa jalan pada Januari 2020," ujarnya.

Tahun ini, perseroan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% menjadi sekitar Rp 70 miliar. Per Mei 2019, pendapatan perseroan mencapai Rp 23,74 miliar, dengan perolehan laba bersih Rp 679 juta.

Di sisi lain, perseroan juga fokus untuk melakukan diversifikasi produk kemasan plastik yang mengarah kepada industri e-commerce. "Kebutuhan kemasan mereka banyak sekali, terlebih untuk logistiknya, kebutuhannya cukup besar," tutur Eric.

Perseroan memasarkan produknya dengan porsi 70% ke Jawa Barat dan Jabodetabek. Sisanya 30% di wilayah Sumatera, seperti Jambi, Bangka, Lampung, dan Palembang.

Listing

Sinergi Inti Plastindo telah menawarkan 190 juta saham baru atau setara 29,69% melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Harga IPO dipatok sebesar Rp 163 per saham.

Menurut Eric, saham ESIP mendapatkan minat positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan dapat diserap dengan baik dengan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 360 kali dari jumlah saham yang ditawarkan untuk porsi pooling, jauh melebihi ekspektasi perseroan.

Dari aksi korporasi ini, perseroan menerima dana sebesar Rp 30,97 miliar yang seluruhnya digunakan perseroan untuk pembelian tanah dan bangunan pabrik guna meningkatkan kapasitas produksi dan volume penjualan perseroan. UOB Kay Hian Sekuritas dan NongHyup Korindo Sekuritas Indonesia bertindak sebagai joint lead underwritter (JLU).

Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas Daud Gunawan menyatakan, kebutuhan plastik bagi masyarakat Indonesia akan membuat industri plastik semakin berkembang. ”Potensi dan kebutuhan industri plastik di Indonesia sangatlah tinggi, sehingga langkah strategis perseroan untuk mendapatkan pendanaan dari bursa merupakan langkah yang tepat. Perseroan juga optimis akan terus bertumbuh untuk memasok kebutuhan plastik pada pasar mikro dan menengah,” jelas dia.

Selain saham, perseroan juga menerbitkan sebanyak 152 juta waran seri I yang menyertai saham baru. Waran ini diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. Waran seri I mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama dua tahun dengan harga pelaksanaan Rp 240 per saham.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA