Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kesepakatan bisnis. Foto: Adam Radosavljevic (Pixabay)

Ilustrasi kesepakatan bisnis. Foto: Adam Radosavljevic (Pixabay)

MDI Ventures Kolaborasi dengan Modal Ventura Belanda

Jumat, 27 November 2020 | 12:58 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – MDI Ventures, perusahaan modal ventura milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom menjalin kerja sama dengan modal ventura asal Belanda, Finch Capital, untuk meluncurkan dana investasi baru bernama Arise Fund. Program pendanaan dengan target US$ 40 juta ini akan fokus ke investasi tahap awal perusahaan rintisan (start-up).

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki potensi besar untuk start-up. MDI Ventures melihat dan memahami potensi tersebut, sehingga kolaborasi dengan mitra global seperti Finch Capital dapat mendorong investasi pengembangan start-up.

“Aksi ini merupakan wujud komitmen Telkom Group untuk menciptakan ekosistem teknologi digital yang sehat dan terus berkembang guna memperkuat ekonomi digital Indonesia serta membangun sektor BUMN yang modern,” kata dia dalam keterangan resmi.

Arise Fund diluncurkan untuk memberdayakan generasi baru pendiri start-up, terutama yang muncul di tengah pelemahan ekonomi tahun ini. Arise Fund secara aktif membantu start-up pra-seri A, yang tidak hanya dalam hal pendanaan, tapi juga memberikan jalur yang jelas bagi start-up untuk melakukan validasi, bertumbuh, berkembang, hingga melakukan exit

General Partner Arise dari MDI Ventures Aldi Adrian Hartanto menambahkan, Arise Fund secara langsung membantu dalam mencocokkan produk start-up terhadap pasar, sehingga memudahkan mereka menemukan strategi masuk ke pasar yang paling efektif.

Pihaknya memiliki beragam pedoman untuk memfasilitasi proses ini, yang dapat diterapkan dan disesuaikan dengan berbagai ekosistem teknologi yang berbeda, baik di Eropa, Asia, dan Silicon Valley atau wilayah-wilayah pasar dimana MDI Ventures dan Finch Capital aktif berinvestasi. “Hal inilah yang membedakan Arise Fund dari investor tahap awal lainnya di Indonesia,” kata Aldi.

Sesuai rencana, start-up dapat bergabung dengan inkubator Indigo Nation besutan Telkom untuk menemukan model bisnis yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan. Arise Fund berperan mendukung perjalanan start-up tersebut pada tahapan berikutnya.

Kemudian, MDI Ventures akan membantu menghubungkan start-up tersebut dengan berbagai bisnis yang dikelola oleh Telkom Group dan perusahaan BUMN lain. Sementara, Finch Capital juga akan melakukan hal yang sama dengan daftar mitra korporasi blue chip yang dikelolanya.

Adapun start-up tersebut di kemudian hari berpotensi menerima investasi dari Centauri Fund di tahapan seri A, kemudian lewat MDI Ventures di seri B, dan pada akhirnya bisa melakukan exit melalui jalur akuisisi ataupun penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Agresif

MDI Ventures tercatat menjadi salah satu modal ventura yang agresif menyuntik modal ke start-up sepanjang 2020. Pada 25 November, MDI Ventures bersama Trans-Pacific Technology Fund (TPTF) mengumumkan pendanaan seri B kepada start-up artificial intelligence, Kata.ai.

Sebelumnya, MDI Ventures juga mengumumkan investasi kepada aplikasi kesehatan, Alodokter. Pendanaan ini merupakan perpanjangan dari US$ 33 juta seri C yang dihimpun oleh Alodokter pada 2019. Para investor sebelumnya seperti Sequis, Golden Gate Ventures, Heritas dan Hera Capital bergabung dalam pendanaan ini.

Sementara itu, MDI Ventures berencana membawa minimal empat portofolio investasi start-up untuk melangsungkan IPO saham dalam periode dua tahun ke depan. Adapun satu start-up ditargetkan IPO pada kuartal I-2021.

Managing Partner MDI Ventures Singapore Kenneth Li mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah penjamin emisi (underwiter) terkait rencana IPO salah satu portofolio start-up tahun depan. Pihaknya belum dapat menyebutkan nama start-up tersebut, namun dipastikan perusahaan itu bergerak dalam bisnis software as a service (SaaS).

“Kemungkinan start-up ini akan IPO sekitar akhir Februari atau Maret 2021. Kami targetkan saham mereka masuk ke papan utama, karena valuasinya bisa di atas Rp 750 miliar,” kata dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Kenneth menegaskan, saham start-up tersebut yang akan dilepas ke publik sekitar 20-25%. Sementara, dana IPO yang ditargetkan minimal Rp 100-150 miliar. Start-up ini tergolong menjanjikan karena sudah profitable selama lebih dari tiga tahun.

Dia menambahkan, IPO start-up memang menjadi salah satu strategi exit perseroan. Strategi ini disiapkan secara matang. “Kami sudah punya empat start-up yang sedang persiapan IPO dalam dua tahun ke depan. Persiapan ini sudah lama dikerjakan sejak awal 2020. Sekarang persiapan empat perusahaan dulu, nanti kemungkinan bisa bertambah,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN