Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Medco

Medco

Medco Jajaki Global Bond Hingga US$ 650 Juta

Farid Firdaus, Senin, 13 Januari 2020 | 07:44 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui Medco Bell Pte Ltd berencana menerbitkan surat utang berdenominasi dolar AS (global bond) dengan target dana hingga US$ 650 juta. Perseroan akan menggunakan hasil emisi obligasi tersebut untuk kebutuhan pelunasan kembali (refinancing) utang.

Head of Corporate Counsel & Corporate Secretary Medco Energi Internasional Siendy Wisandana mengatakan, perseroan menargetkan nilai penerbitan global bond sekitar US$ 650 juta. Namun, kepastian nilai tergantung dari hasil roadshow yang diprediksi selesai pada 16-17 Januari 2020.

“Para pihak yang menangani aksi penawaran ini adalah Morgan Stanley, Standard Chartered Bank, Societe Generale, Credit Suisse, DBS Bank Ltd, dan PT Mandiri Sekuritas,” kata Siendy kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (12/1).

Usulan penerbitan global bond ini telah meraih hasil pemeringkatan dari dua lembaga rating internasional. Moody’s Investors Service memberikan peringkat B1 dengan prospek stabil. Hasil obligasi akan disimpan dalam rekening penampungan dan pada akhirnya digunakan untuk membayar obligasi rupiah yang jatuh tempo pada 2021.

Medco juga berencana melakukan tender awal untuk global bond yang jatuh tempo 2022.

Moody’s Senior Vice President Vikas Halan mengatakan, peringkat B1 mencerminkan jika Medco mengalami peningkatan skala dan diversifikasi geografis dari cadangan dan produksinya, setelah mengakuisisi Ophir Energy Plc pada tahun lalu.

Setelah mengakuisisi Ophir, Medco menargetkan untuk memproduksi 110 ribu barel minyak (boe) per hari pada 2019, atau naik dari 87 ribu boe pada 2017. Selain itu, cadangan terbukti Medco juga meningkat menjadi 249,3 juta boe pada 30 September 2019, dari 233,5 juta boe per 31 Desember 2017.

Medco turut mengalami peningkatan arus kas dari pendapatan kontrak gas, yang menyumbang 29% terhadap total pendapatan tahun 2019, dibandingkan tahun 2017 yang sebesar 27%.

“Metrik kredit dan likuiditas Medco mendukung peringkat B1 ini. Kami memperkirakan rasio debt to EBITDA perseroan menjadi di bawah 4,0 kali di 2019 dari posisi 4,4 kali di 2018. Hal ini bisa terjadi meskipun ada peningkatan utang saat mendanai akuisisi Ophir,” jelas Halan.

Moody’s memperkirakan rasio utang bersih (net debt) terhadap EBITDA yang telah disesua kan akan menjadi sekitar 3,2 kali hingga 3,5 kali selama dua tahun ke depan, dari posisi 3,9 kali per September 2019 dan 4,4 kali di 2018.

Adapun peringkat B1 Medco dibatasi oleh eksposur perseroan terhadap siklus harga komoditas serta resiko eksekusi yang terkait dengan rencana investasi tahunannya sebesar US$ 300 juta.

Sebagai tambahan, peringkat Medco mencerminkan manajemen likuiditas proaktif dengan cara melakukan refinancing utang jatuh tempo dan utang yang akan datang.

Secara pro forma, penerbitan global bond yang diusulkan ini membuat 72% utang Medco akan jatuh tempo setelah 2024.

Sementara itu, S&P Global Ratings menetapkan peringkat jangka panjang B+ terkait rencana Medco. Peringkat ini mencerminkan minat investasi perusahaan untuk mempertahankan produksi pada aset-aset yang matang.

Perseroan juga berharap meraih peluang pertumbuhan secara anorganik serta mengembangkan bisnis listrik. Prospek stabil yang disematkan kepada Medco juga mencerminkan penilaian S&P, jika Medco akan mempertahankan volume produksi saat ini dan tetap disiplin dalam aspirasi pertumbuhannya selama 12 hingga 24 bulan ke depan.

“Kami memperkirakan Medco akan mempertahankan produksi sekitar 110 ribu (boe) dan rasio dana hasil operasional terhadap hutang mendekati 15% pada 2020- 2021,” tulis S&P.

Berdasarkan laporan keuangan, Medco setidaknya memiliki tiga profil global bond. Pertama, notes senilai US$ 400 juta dengan bunga 8,5% yang jatuh tempo 17 Agustus 2022. Perseroan menerbitkan surat utang tersebut melalui Medco Straits Services Pte Ltd.

Selanjutnya, perseroan melalui Medco Platinum Road Pte Ltd memiliki notes senilai US$ 500 juta dengan bunga 6,75% yang jatuh tempo 30 Januari 2025.

Tak ketinggalan, Medco Oak Tree Pte Ltd tercatat memiliki notes senilai US$ 650 juta dengan bunga 7,375% yang jatuh tempo14 Mei 2026.

Analis teknikal PT Panin Sekuritas William Hartanto merekomendasikan buy saham MEDC di rentang harga Rp 875-Rp 895 per saham. Pihaknya menargetkan harga saham perseroan secara jangka pendek di kisaran Rp 915-Rp 950 per saham.

“Secara teknikal, saham MEDC membentuk pola hammer pada support MA20 yang mengindikasikan penguatan lanjutan,” ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN