×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna (dua dari kiri) dan Kristian S Manullang (kiri), berbincang dengan Direktur Utama PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) Christofer Wibisono (kanan) serta Komisaris Utama HRME Herry Wijaya, saat pencatatan perdana
saham HRME di Jakarta, Jakarta, Jumat (12/4/2019). Pada perdagangan hari perdana, harga saham HRME sempat melonjak 69,52% ke Rp 178 per saham dari harga IPO sebesar Rp 105 per saham. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna (dua dari kiri) dan Kristian S Manullang (kiri), berbincang dengan Direktur Utama PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) Christofer Wibisono (kanan) serta Komisaris Utama HRME Herry Wijaya, saat pencatatan perdana saham HRME di Jakarta, Jakarta, Jumat (12/4/2019). Pada perdagangan hari perdana, harga saham HRME sempat melonjak 69,52% ke Rp 178 per saham dari harga IPO sebesar Rp 105 per saham. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

HARGA SAHAM MELESAT 69% PADA PERDAGANGAN PERDANA

Menteng Heritage Segera Akuisisi Tiga Perusahaan

Farid Firdaus, Sabtu, 13 April 2019 | 11:19 WIB

JAKARTA–Usai mencatatkan saham (listing) perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten baru ke-10 tahun ini, PT Menteng Heritage Realty Tbk memutuskan untuk segera mengakuisisi tiga perusahaan pelayaran dan perhotelan. Ketiga perusahaan itu adalah PT Global Samudra Nusantara, PT Wijaya Wisesa Bhakti, dan PT Wijaya Wisesa Development.

“Dana akuisisi akan diambil dari hasil IPO. Selain untuk akuisisi, dana hasil IPO akan kami gunakan untuk menambah modal di anak perusahaan kami,” kata Direktur Utama Menteng Heritage Realty Christofer Wibisono di Jakarta, Jumat (12/4).

Christofer menjelaskan, dari total dana segar hasil IPO senilai Rp 125,13 miliar, 51,69%-nya akan digunakan untuk mengakuisisi PT Global Samudra Nusantara. Selanjutnya 27,69% untuk mengakuisisi PT Wijaya Wisesa Bhakti dan 20,93% untuk akuisisi PT Wijaya Wisesa Development. “Sisanya untuk tambahan modal kerja,” tutur dia.

Menurut Christofer, khusus untuk Global Samudera, akuisisi akan dilakukan dengan mengambil alih kepemilikan saham PT Twin Investment (TI) dan Anke Khrisna Bachtiar pada perusahaan pelayaran tersebut. Dia menambahkan, Twin Investment memiliki 54.699 saham atau setara 94,471% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada Global Samudra. Sedangkan Anke Krishna Bachtiar memiliki 3.200 saham atau setara 5,527% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada Global Samudra.

Christofer mengungkapkan, emiten ke-629 dari total 629 emiten di BEI per 12 April itu memiliki hotel berlabel The Hermitage dengan lokasi yang cukup strategis di Jl Cilacap, Jakarta Pusat. “Hotel tersebut sangat diminati karena nuansa gedung dan interiornya yang unik dan klasik,” ujar dia.

Menteng Heritage Realty yang melantai di papan pengembangan dengan sandi saham HRME, meraih dana Rp 125,13 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham pada harga Rp 105. Perusahaan itu menawarkan 1,19 miliar saham setara 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Menteng Heritage menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai perusahaan penjamin pelaksana emisi efek. Pada perdagangan hari perdana, saham subsektor pariwisata, hotel, dan restoran itu ditutup menguat Rp 73 ke level Rp 178, atau melonjak 69,52% dari harga IPO.

Tingkatkan Kinerja

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, setelah melantai di bursa, Menteng Heritage Realty diharapkan mampu meningkatkan kinerja bisnisnya.

“Kami akan monitor dan kami akan melihat perkembangan pertumbuhannya,” ujar Nyoman.

Direktur Utama Menteng Heritage Christofer Wibisono sebelumnya mengaku optimistis terhadap prospek kinerja perseroan ke depan. Menteng Heritage diproyeksikan mencatatkan total pendapatan Rp 107,37 miliar pada 2019 dan akan menanjak secara berkala hingga menyentuh Rp 137,67 miliar pada 2023.

Tahun lalu, Menteng Heritage membukukan total pendapatan Rp 95,89 miliar, dengan rugi bersih Rp 21,17 miliar. “Kami akan berupaya menaikkan kinerja hingga rugi bersih menurun ke posisi Rp 214 juta pada 2019,” papar dia.

Mulai tahun depan, menurut Christofer,  Menteng Heritage ditargetkan sudah bisa mencatakan laba bersih Rp 10,4 miliar. “Lalu pada 2023, perseroan akan membukukan laba bersih Rp 15,91 miliar,” tandas dia.

19 Perusahaan

Berdasarkan catatan Investor Daily, dengan listing-nya Menteng Heritage, berarti masih ada 19 perusahaan lain dalam daftar antrean (pipeline) IPO dan listing saham di BEI tahun ini. Ke-19 calon emiten dari berbagai sektor itu terdiri atas PT Yomari Eksis Indonesia, PT Bali Bintang Sejahtera, PT Surya Fajar Capital, PT Eastparc Hotel, PT Hensel Davest Indonedia, PT MNC Vision Networks, dan PT DMS Properti.

Selanjutnya PT Bliss Properti Indonesia, PT Hotel Fitra International, PT Bima Sakti Pertiwi, PT Golden Flower, PT Darmi Bersaudara, PT Ifishdeco, PT Dana Brata Luhur, serta PT Indonesian Tobacco. Itu belum termasuk PT Fuji Multifinance, PT Communications Cable Systems Indonesia, PT Jasnita Telekomindo, dan PT Krida Jaringan Nusantara.

Adapun emiten baru di BEI tahun ini di luar PT Menteng Heritage Realty Tbk adalah PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD), PT Pollux Investasi Internasional Tbk (POLI), PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), dan PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO).

Lainnya yaitu PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA), PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), PT Meta Epsi Tbk (MTPS), dan PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI). Otoritas bursa tahun ini menargetkan IPO sebanyak 35 perusahaan. (*)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN