Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna (dua dari kiri) dan Kristian S Manullang (kiri), berbincang dengan Direktur Utama PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) Christofer Wibisono (kanan) serta Komisaris Utama HRME Herry Wijaya, saat pencatatan perdana
saham HRME di Jakarta, Jakarta, Jumat (12/4/2019). Pada perdagangan hari perdana, harga saham HRME sempat melonjak 69,52% ke Rp 178 per saham dari harga IPO sebesar Rp 105 per saham. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna (dua dari kiri) dan Kristian S Manullang (kiri), berbincang dengan Direktur Utama PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) Christofer Wibisono (kanan) serta Komisaris Utama HRME Herry Wijaya, saat pencatatan perdana saham HRME di Jakarta, Jakarta, Jumat (12/4/2019). Pada perdagangan hari perdana, harga saham HRME sempat melonjak 69,52% ke Rp 178 per saham dari harga IPO sebesar Rp 105 per saham. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Menteng Heritage Siapkan Strategi Bertahan Di Tengah Pandemi

Jumat, 27 November 2020 | 17:52 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id -  PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) berupaya pengoptimalkan efisiensi dan peningkatan pelayanan di tengah pelemahan bisnis perhotelan akibat pandemi Covid-19.

Direktur Utama Menteng Heritage Realty Christopher Wibisono mengatakan, peningkatan layanan dilakukan pada sektor outlet food and beverages dengan melakukan digitalisasi menu. Langkah ini dipercaya dapat menurunkan tingkat kerumunan pelanggan.

“Selain itu, perseroan giat melakukan pemasaran function room hotel yang memberikan sirkulasi udara yang baik bagi para pelanggan, sehingga meminimalkan penyebaran Covid-19,” jelasnya dalam paparan publik virtual, Jumat (27/11).

Christopher menambahkan, hotel perseroan, The Hermitage, juga meluncurkan program all day breakfast dengan varian yang menarik dan sehat. Sedangkan dari segi efisiensi perseroan menahan sejumlah pengeluaran yang dinilai belum sesuai dengan masa pandemi. “Meski demikian, sejumlah langkah ini belum cukup untuk menurunkan rugi bersih kami hingga akhir tahun 2020, karena bisnis perhotelan menjadi industri yang paling terdampak dengan adanya pandemi tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, semenjak wabah covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020 lalu, terjadi penurunan signifikan tingkat hunian hotel bintang dan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Hingga Mei 2020 tingkat hunian hotel bintang hanya mencapai 14,45%, dibanding tahun sebelumnya sebesar 43,58% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan, Christopher melanjutkan, investasi perseroan pada sektor pelayaran, yakni PT Global Samudra Nusantara (GSN), berhasil meringankan tekanan keuangan. Akusisi yang dilakukan oleh perseroan pada GSN pada 2019 lalu dan mengeluarkan dana sebanyak Rp 125,13 miliar yang berasal dari dana hasil penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham.“Kontribusi GSN hingga akhir September 2020 lalu mencapai 38% terhadap total pendapatan kami,” kata dia.

Adapun Menteng Heritage telah merealisasikan anggaran belanja modal sebanyak Rp 7 miliar yang dimanfaatkan untuk membiayai docking kapal milik perseroan dan perawatan ruangan Pomelotel Hotel. Christopher menegaskan, saat ini, perseroan belum menentukan besaran capex tahun 2021, lantaran tingkat ketidakpastian yang masih tinggi.

Hingga September 2020, perseroan membukukan pendapatan senilai Rp 35,45 miliar, anjlok 56,01% dari periode sama tahun lalu senilai Rp 80,58 miliar. Segmen makanan dan minuman menjadi penyebab utama pelemahan tersebut, yakni Rp 10,47 miliar, padahal sebelum ada pandemi sektor ini menyumbang hingga Rp 30,59 miliar. Sedangkan, segmen kamar menurun hingga 63.07% menjadi Rp 11,11 miliar.

“Dari segi hotel, The Hermitage berkontribusi sebesar 39% dan Pomelotel Hotel sebesar 23% terhadap total pendapatan dan membawa rugi bersih meningkat jadi Rp 23,88 miliar dari sebelumnya Rp 3,77 miliar,”pungkasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN