Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Merck.

Merck.

Merck Raih Pendapatan Rp 744,63 Miliar

Nabil Alfaruq, Selasa, 24 Maret 2020 | 15:45 WIB

JAKARTA, Investor.id — Emiten farmasi, PT Merck Tbk (MERK), pada 2019 membukukan pendapatan Rp 744,63 miliar, meningkat 21,68% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 611,95 miliar. Namun, laba perseroan anjlok 93,27% menjadi Rp 78,25 miliar.

Manajemen Merck mengungkapkan, beban pokok penjualan perseroan tahun silam meningkat 5,25% menjadi Rp 421,32 miliar dibanding 2018 sebesar Rp 400,27 miliar. Alhasil, laba bruto pada 2019 mencapai Rp 323,31 miliar, tumbuh 52,73% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 211,68 miliar.

“Laba usaha meningkat 166,55% menjadi Rp 125,60 miliar dibandingkan 2018 yang mencatatkan Rp 47,12 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan (PPh) juga naik menjadi Rp125,89 miliar, dari sebelumnya Rp 50,20 miliar,” demikian manajemen Merck dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (24/3).

Manajemen Merck menjelaskan, laba operasi yang dihentikan setelah pajak perseroan pada akhir 2018 tercatat Rp 1,12 triliun. Akibatnya, laba pada akhir 2019 anjlok 93,27% menjadi Rp 78,25 miliar dari sebelumnya Rp 1,16 triliun.

“Laba per saham dasar Merck pada akhir 2019 juga turun menjadi Rp 175 per saham dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2.597 per saham,” papar manajemen Merck dalam keterangan resminya.

Kecuali itu, total aset Merck terkoreksi 28,66% menjadi Rp 901,06 miliar diabnding 2018 yang tercatat Rp 1,26 triliun. Total liabilitas perseroan juga turun menjadi Rp 307,05 miliar dari sebelumnya Rp 744,83 miliar.

“Meskipun demikian, total ekuitas meningkat 14,16% menjadi Rp 594,01 miliar dari sebelumnya Rp 518,28 miliar,” tutur manajemen Merck.

Sebelumnya, manajemen Merck mengumumkan bahwa perseroan akan kehilangan pendapatan atas penjualan produk Thiamine kepada Bayer Indonesia, dengan potensi kehilangan Rp 32 miliar.

Presiden Direktur Merck, Evie Yulin dalam keterangan resminya menyampaikan, perseroan telah menerima surat pemberitahuan dari Merck KGaA, pemegang saham utama perseroan. Surat tersebut berisi keputusan Bayer Consumer Care AG, pelanggan produk bahan baku obat (BBO) global Merck, untuk mengalokasikan dan mengubah proses pengadaan produk Thiamine Phospohoric Acid Ester Chloride Dihydrate secara global melalui Jerman.

Dengan adanya permintaan tersebut, perseroan tidak lagi memasok atau mendistribusikan produk Thiamine untuk Bayer Indonesia. Kendati demikian, Merck tetap akan memaksimalkan penjualan produk BBO lainnya sebagai sumber pendapatan.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN