Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas. Foto ilustrasi: IST.

Emas. Foto ilustrasi: IST.

Merdeka Gold Kerek Target Produksi Emas Tahun Ini

Thereis Love Kalla, Jumat, 15 November 2019 | 18:17 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) merevisi naik target produksi emasnya menjadi 200 ribu fluid ounce (oz) hingga akhir tahun ini. Sebelumnya, pada awal tahun, perseroan menetapkan target produksi sebanyak 180 ribu oz.

"Sudah mencapai positif, kini kami update 200 ribu oz," kata Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri di Jakarta, Jumat (15/11).

Menurut Adi, peningkatan kapasitas produksi tersebut membuat pencapaian kinerja perseroan pada kuartal III-2019 bertumbuh. "Itu terdorong oleh peningkatan dari kapasitas produksi dan kenaikan harga emas," imbuhnya.

Hingga kuartal III-2019, pendapatan perseroan naik 50% menjadi US$ 324,28 juta dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 216,18 juta. Laba bersih tumbuh 24,6% dari US$ 53,11 juta pada kuartal III-2018 menjadi US$ 66,18 juta pada kuartal III tahun ini.

Menurut Adi, pergerakan harga emas sangat berpengaruh terhadap kegiatan usaha perseoan. Sensitivitas harga emas tersebut membuat perseroan untuk menjaga biaya operasional agar kinerjanya tetap terkendali di tengah fluktuasi harga emas.

"Kami melihat harga emas sensitif sekali terhadap usaha kami. Saat ini dengan tingkat produksi kami cukup membantu. Kami sulit memprediksi karena ada hubungannya dengan makro ekonomi global, tapi kami menjaga cost yang kami keluarkan untuk produksi operasional ini," ujarnya.

Hingga saat ini, perseroan telah menyerap anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 70 juta dari total capex 2019 yang sebesar US$ 160 juta. Adapun capex yang terserap telah digunakan untuk pengembangan peningkatan kapasitas produksi emas dan perak di lokasi tambang Tujuh Bukit, di Banyuwangi. 

"Serapan belanja modal Merdeka sudah terserap sekitar US$ 25 juta di pengembangan untuk peningkatan kapasitas untuk produksi emas dan perak kita di Tujuh Bukit, US$ 15 juta untuk studi porfiri pengembangan tembaga yang sedang berjalan, dan sisanya pengembangan kami yang di Pulau Wetar," pungkas Adi. 

Sementara itu untuk target tahun depan, Adi belum bisa mempublikasikannya untuk saat ini, namun menurutnya target tahun depan akan ditopang sesuai dengan target perseroan di akhir tahun ini. "Tahun depan akan kita sesuaikan produksi kita, dengan guidance kita di akhir tahun ini. Memang produksi kita diharapkan dapat mencapai untuk tingkatan di 8 juta ton emas per tahun, sesuai dengan kapasitas," jelas Adi.

Lebih lanjut Adi menjelaskan, capex tahun depan akan terfokus untuk studi pofiri, karena perseroan menganggarkan untuk program studi pengembangan ke deposit kita yang ada di bawah dari emas dan perak yang ada di permukaan tambang Tujuh Bukit. 

"Di bawah ini ada lapisan endapan porfiri yang mengandung tembaga dan emas. Program ini sedang kita lakukan untuk studi sumber daya demi mendapatkan cadangan yang lebih terukur dengan kegiatan pengeboran yang melalui lobang bawah tanah. Yang sedang kita buat saat ini telah mencapai 1.800 m hingga kuartal II tahun depan untuk bisa mencapai 2,8 km," tandasnya.

Hingga kuartal III-2019, kegiatan eksplorasi perseroan di daerah Tujuh Bukit difokuskan pada sumber daya porfiri tembaga dan emas. Sementara di daerah Pulau Wetar difokuskan pada sumber daya tembaga, kemudian di daerah Pani difokuskan pada eksplorasi sumber daya emas.

Adapun total biaya yang dikeluarkan untuk mendukung seluruh kegiatan eksplorasi yang dilakukan perseroan di Indonesia selama bulan September 2019 adalah sebesar Rp 28,9 miliar.

Kunjungan ke BEI

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (15/11) dibuka oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk bersama dengan DPRD Kabupaten Banyuwangi. Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi I Made Cahyana menyatakan kunjungannya ke BEI uuntuk melihat langsung pergerakan saham MDKA.

"Pengalaman bagi kami, sehingga kami bisa tahu persis kondisi saham milik kami, pergerakannya seperti apa, sehingga ini menjadi beban dan tanggung jawab kami, supaya nanti kami sampaikan kepada masyarakat Banyuwangi," ujarnya. Adapun Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memiliki saham MDKA sebanyak 229 juta saham.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA