Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lonsum

Lonsum

Meski Volume Penjualan CPO Turun, Lonsum Cetak Kenaikan Laba 109,9%

Parluhutan Situmorang, Jumat, 22 Mei 2020 | 10:20 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) atau Lonsum membukukan lonjakan laba brsih sebesar 109,9% dari Rp 38,6 miliar menjadi Rp 81 miliar hingga Maret 2020. Sedangkan penjualan justru turun sebesar 12,7% dari Rp 927,9 miliar menjadi Rp 810 miliar.

Peningkatan laba bersih didukung pertumbuhan margin laba kotor (gross profit margin) dari 14,6% menjadi 18,7%. Begitu juga dengan margin laba bersih meningkat dari 4,2% menjadi 10%. Sedangkan margin EBITDA naik dari 14,1% menjadi 33%.

“Lonjakan laba bersih tersebut didukung atas kenaikan rata-rata harga jual CPO, laba selisih kurs, serta penurunan beban umum dan adminstrasi,” tulis manjaemen Lonsum melalui penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (22/5).

Perseroan mencatatkan peningkatan rata-rata harga jual produk sawit (CPO) mencapai 29% pada kuartal I-2020. Begitu juga dengan rata-rata harga jual inti sawit tumbuh 14%. Kenaikan harga jual dapat mengimbangi penurunan volume produksi CPO sekitar 16% menjadi 80.465 ton dan penjualan turun 30,5% menjadi 75.998ton.

Perseroan juga membukukan penurunan volume penjuala inti sawit dan turunan inti sawit sebesar 30,2% menjadi 19.782 ton sampai Maret 2020. Sedangkan penjualan karet tumbuh mencapai 25,9% menjadi 1.719 ton. Penjualan benih juga turun 26,1% menjadi 1,22 juta benih.

Lonsum juga mencatat penurunan beban administrasi dan umum dari Rp 82,33 miliar menjadi Rp 55,49 miliar. Penghasilan operasi lain juga melonjak dari Rp 6,72 miliar menjadi Rp 92,43 miliar. Hal ini mendorong kenaikan laba usaha perseroan dari Rp 30,91 miliar menjadi Rp 85,63 miliar.

Manajemen perseroan menambahkan bahwa Lonsum mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset Rp 10,47 triliun. Adapun total kas mencapai Rp 1,39 triliun dan perseroan tidak memiliki utang hingga Maret 2020.

Sebelumnya, Analis Sinarmas Sekuritas Andrianto Saputra mengatakan, Lonsum memiliki sejumlah keunggulan untuk menaikkan kinerja keuangan tahun ini. Keunggulan tersebut didukung atas dukungan perusahaan induk, ekspektasi kenaikan rata-rata harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan didukung kas akhir tahun yang besar.

Menurut dia, Lonsum merupakan satu perusahaan perkebunan kelapa sawit dan CPO yang memiliki keunggulan, dibandingkan perusahaan sejenis. Karena, perseroan didukung induk usaha yang memfokuskan bisnis hilirisasi perkebunan kelapa sawit. “Sebesar 70% pendapatan perseroan sepanjang tahun 2019 bersumber dari perusahaan terkati, seperti PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) yang tercatat sebagai perusahaan hilirasi minyak sawit terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Lonsum juga didukung neraca keuangan yang kuat dengan kas dan setara kas yang besar dan tidak memiliki utang. Berlanjutnya penanaman kembali lahan (replanting) tahun ini, dia mengatakan, hanya berimbas terhadap penurunan volume produksi CPO tahun ini. Replanting tidak akan berpengaruh terhadap keuangan perseroan demi memenuhi kebutuhan belanja modal yang besar dalam jangka pendek dan menengah.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN