Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung BNI.

Gedung BNI.

Mulai 'Buyback' Saham Hari Ini, BNI Siapkan Dana Rp 1,7 Triliun

Kamis, 22 Juli 2021 | 06:10 WIB
Ely Rahmawati

JAKARTA, investor.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyatakan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,7 triliun untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham perseroan yang beredar di publik. Aksi korporasi ini dilakukan guna menyelamatkan harga saham BBNI yang undervalued karena tertekan dampak pandemi Covid-19.

Manajemen BNI dalam keterangan resmi, Rabu (21/7), menjelaskan bahwa tekanan jual di pasar akibat sentimen pandemi Covid-19 tersebut membuat saham BBNI di bawah harga pasar atau undervalued dengan price to book value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yakni sebesar 1,60 kali.

“Kami meyakini bahwa buyback saham ini tidak mempengaruhi kondisi keuangan karena sampai dengan saat ini, kami mempunyai modal yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha,” jelas manajemen BNI.

Sesuai rencana, buyback saham BBNI akan dimulai pada 22 Juli hingga 21 Oktober 2021. Hal itu sejalan dengan Peraturan OJK No. 2/POJK.04/2013 tentang pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan (POJK No. 2/POJK.04/2021).

Sebelumnya, BNI bersama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Rencana bank milik negara yang akan melakukan rights issue ini bertujuan untuk memperkuat permodalan dan pengembangan usaha.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menjelaskan, rencana rights issue tiga bank negara tersebut bisa berdampak positif bagi pergerakan harga sahamnya. Pasalnya, rencana rights issue itu bisa meningkatkan pendapatan bank ke depannya. Namun Sukarno menilai, dampaknya tidak sebagus seperti saham teknologi yang saat ini sedang marak. Sedangkan bank saat ini berada dalam kondisi untuk berjuang menuju pemulihan. "Tetapi dalam jangka panjang, saham bank tersebut masih menarik, terlebih untuk saham bank yang memiliki fundamental yang solid," terang dia.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, rights issue yang dilakukan oleh beberapa bank milik negara merupakan hal yang menarik. Apalagi, bank yang akan melakukan rights issue adalah bank BUKU IV atau bank dengan modal inti di atas Rp 30 triliun, sehingga permodalan menjadi sesuatu yang dibutuhkan.

BNI misalnya, berencana melakukan rights issue sebesar Rp 11,7 triliun pada 2022. Sementara, BTN berencana memperkuat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) melalui rights issue. Sedangkan BRI melakukan rights issue untuk membentuk holding BUMN ultramikro dengan mengakuisisi Pegadaian dan PNM.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN