Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Minat korporasi untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham masih tinggi pada semester II-2018 dan tahun depan, meski pasar masih volatile. IPO saham menjadi pilihan, karena dianggap lebih murah dan fleksibel untuk menggalang dana.Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Minat korporasi untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham masih tinggi pada semester II-2018 dan tahun depan, meski pasar masih volatile. IPO saham menjadi pilihan, karena dianggap lebih murah dan fleksibel untuk menggalang dana.Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Mulia Boga Raya Serap Dana IPO Rp 23,89 Miliar

Nabil Alfaruq, Kamis, 9 Januari 2020 | 19:55 WIB

JAKARTA, investor.id — PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) telah menggunakan dana dari penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp 23,89 miliar terhitung hingga 31 Desember 2019.

“Kami telah memperoleh dana segar dari hasil dana IPO yang telah digelar pada 25 November 2019 sebesar Rp 75 miliar. Hingga saat ini perseroan telah memperoleh hasil bersih sebanyak Rp 71,49 miliar,” ujar manajemen perseroan dalam keterangan resmi, Kamis (9/1).

Sementara itu, sisa dana penawaran umum perdana saham perseroan sebesar Rp 47,60 miliar saat ini telah disimpan dalam bentuk rekening giro di Bank Central Asia dengan bunga 2,15% per tahun.

Adapun sebelumnya, perseroan telah membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih menjadi Rp 950 miliar dan Rp 90 miliar hingga akhir 2019. Sedangkan pertumbuhan pendapatan tahun depan diharapkan naik sebesar 10%.

Sekretaris Perusahaan Mulia Boga Raya Fridolina Alexandra Liliana mengatakan, target pertumbuhan kinerja keuangan tersebut didukung atas tingginya permintaan keju di pasar Indonesia. Bahkan, perseroan menyiapkan sejumlah strategi untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi tersebut. "Karena peminat keju di pasar Indonesia masih tumbuh besar, kami akan terus berekspansi di pasar domestik," jelasnya.

Hingga September 2019, perseroan sudah membukukan pendapatan sekitar Rp 800 miliar dengan laba sekitar Rp 60 miliar. Pencapaian tersebut didorong oleh penjualan produk baru. "Salah satu produk penopang kenaikan kinerja berasal dari penjualan Gold Slice," ujarnya.

Pertumbuhan tersebut direalisasikan dengan menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 45 miliar yang dialokasikan untuk modal kerja kegiatan operasional perseroan tahun ini. "Hingga saat ini baru terserap Rp 30 miliar," tandasnya.

Lebih lanjut, perseroan berencana akan membagikan dividen interim kepada pemegang saham berdasarkan tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019. Emiten produsen keju ini membagikan dividen interim sebesar Rp 33 per unit sahamnya.

Perseroan melaksanakan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 3 Januari 2020. “Ex dividen interim di pasar reguler dan pasar negosiasi dilakukan pada 6 Januari 2020,” jelas manajemen perseroan.

Sementara cum dividen interim di pasar tunai digelar pada 7 Januari 2020. Sedangkan ex dividen interim di pasar tunai akan dilakukan pada 8 Januari 2020. Recording date akan dilaksanakan pada 7 Januari 2020, dan pembayaran dividen interim akan dilakukan pada 13 Januari 2020.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA