Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IPO saham Telefast Indonesia

IPO saham Telefast Indonesia

OJK Tetapkan Saham Telefast Sebagai Efek Syariah

Gita Rossiana, Rabu, 11 September 2019 | 19:19 WIB

JAKARTA, Investor.id -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Telefast Indonesia Tbk sebagai efek syariah. Hal ini didasarkan atas hasil tindak lanjut dari penelaahan terhadap pemenuhan kriteria efek syariah.

Penetapan saham Telefast sebagai efek syariah sesuai dengan keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-58/D.04/2019.

Berdasarkan keterangan tertulis OJK dikutip Investor Daily , Rabu (11/9), penetapan Telefast Indonesia sebagai efek syariah adalah hasil tindak lanjut dari penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria efek syariah. Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen pernyataan pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun dari pihak lain yang dapat dipercaya.

Secara periodik, OJK akan melakukan evalusi atas daftar efek syariah berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik. Evaluasi juga dilakukan apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

Telefast Indonesia sebelumnya telah menetapkan harga pada penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 180 per saham. Dengan harga penawaran tersebut, dana yang bisa dihimpun dari aksi korporasi ini menapai Rp 74,99 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan di media massa, perseroan berencana melepas 416.666.500 saham ke publik. Saham ini merupakan 25% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Dengan pelepasan saham tersebut, kepemilikan para pemegang saham akan terjadi perubahan. PT MCash Strategi Tbk (MCAS) yang sebelumnya memiliki saham 58,58%, maka berpotensi berkurang menjadi 43,93%. Kemudian kepemilikan saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) juga akan berkurang dari 7,58% menjadi 5,69%.

Sementara PT Telefast Investama Indonesia yang sebelumnya menggenggam 33,84% berkurang menjadi 25,38%. Sedangkan kepemilikan masyarakat menjadi 25%. Perseroan juga sudah mendapatkan persetujuan efektif IPO pada 5 September 2019. Sedangkan masa penawaran umum akan dilakukan pada 9-11 September 2019. Sementara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 17 September 2019.

Perseroan menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi saham. Sementara PT Sinarmas Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi saham.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA