Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut PT PP Novel Arsyad

Dirut PT PP Novel Arsyad

Oktober, PP Raih Kontrak Baru Rp 12,57 Triliun

Jumat, 20 November 2020 | 15:25 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) meraih kontrak baru hingga Oktober 2020 sebesar Rp 12,57 triliun. Sebagian besar kontrak tersebut berasal dari BUMN.

Direktur Utama PT PP, Novel Arsyad mengungkapkan, pencapaian kontrak baru pada Oktober 2020 berasal dari induk usaha dan anak usaha masing-masing sebesar 82% dan 18%.

"Berdasarkan sumber proyek, paling banyak berasal dari BUMN sebesar 44%, disusul pemerintah sebesar 32% dan swasta 24% dari total perolehan kontrak baru," kata dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (20/11).

Proyek yang diraih sampai Oktober 2020, menurut Novel Arsyad, antara lain proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Joint Operation (JO) sebesar Rp 1,8 triliun, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pekanbaru sebesar Rp 1,26 triliun, Bogor Heritage Apartment Rp 1,17 triliun, Sirkuit Mandalika Rp 817 miliar, dan Sport Centre Banten Rp 794 miliar.

Proyek selanjutnya, kata Novel Arsyad, yaitu Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) senilai Rp 660 miliar, RDMP reguler Rp 576 miliar, Jalan Kendari-Toronipa Rp 412 miliar, Muara Bakah pipeline and refinery Rp 290 miliar, serta dual fuel power plant PT Freeport 80 MW sebesar Rp 261 miliar.

Itu belum termasuk proyek pengendali banjir New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang Rp 243 miliar, fly over Kopo Rp 238 miliar, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sei Pancang Rp 205 miliar, dan PLBN Long Nawang Rp 204 miliar.

Novel Arsyad mengungkapkan, berdasarkan jenis pekerjaan, kontrak baru paling banyak berupa pembangunan gedung sebesar 33%, minyak bumi dan gas 21%, jalan dan jembatan 16%, irigasi 13%, pembangkit listrik 9%, industri sebesar 3%, dan lainnya 3%.

Novel menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19, perusahaan masih bisa meraih beberapa kontrak baru. Beberapa waktu lalu, PP juga telah menandatangani proyek baru lainnya. "Perseroan telah menandatangani proyek pembangunan proyek renovasi venue utama dan lapangan latihan Piala Dunia U-20 FIFA di Bali serta proyek pembangunan infrastruktur Laboraturium Genomic dan BNC paket 2 di Cibinong,” papar dia.

Belum lama ini, PP menggarap proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang. Proyek IPAL berkapasitas 20 ribu debit per hari tersebut ditargetkan tuntas dan beroperasi pada awal 2022.

Kontraktor Australia

Direktur Operasi 2 PP, M Toha Fauzi mengatakan, PP menggarap proyek tersebut bersama kontraktor asal Australia, McConnell Dowell, melalui perusahaan konsorsium. IPAL akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 5,8 ha di Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang. Sedangkan lingkup pekerjaan yang dilakukan perseroan antara lain pekerjaan penggalian, pemancangan, pembetonan, penimbunan, dan pemadatan.

Dia menambahkan, dana pembangunan IPAL berasal dari hibah pemerintah Australia sebesar US$ 45 Juta. Sedangkan distribusi utama akan dibiayai APBN serta sambungan rumah akan dibiayai Pemerintah Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan.

"Pembangunan proyek tersebut bertujuan mendukung akses air bersih dan sanitasi rumah tangga di Kota Palembang dan bermanfaat bagi lebih dari 100 ribu jiwa atau setara 5% jumlah penduduk Kota Palembang," tutur dia.

Toha Fauzi menjelaskan, pembangunan IPAL merupakan solusi dalam menangani sanitasi limbah rumah tangga dan secara bertahap dapat memperbaiki kondisi lingkungan di Kota Palembang. Selain itu, air bersih dan sanitasi yang aman diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat di Kota Palembang.

Menurut Toha, PP juga berhasil menuntaskan pembangunan lima proyek prestisius sepanjang tahun ini. Kelima proyek itu adalah Stadion Papua Bangkit di Papua, New Yogyakarta International Airport di DI Yogyakarta, dermaga IV Pelabuhan Penyeberangan Merak–Bakauheni di Banten dan Lampung, Jalan Tol Manado-Bitung di Sulawesi Utara, serta Jembatan Teluk Kendari di Sulawesi Tenggara.

Karya Terbaik

Sekretaris Perusahaan PP, Yuyus Juarsa mengatakan, proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo tercatat sebagai satu karya terbaik perseroan yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

"Pengerjaan proyek sebesar Rp 6,98 triliun ini berhasil diselesaikan dalam waktu singkat. Seperti pembangunan airside bandara, itu dikerjakan hanya dalam kurun waktu delapan bulan," ujar dia.

Untuk mencapai pengoperasian minimum bandara, kata Yuyus Juarsa, perseroan dapat menyelesaikannya dalam 12 bulan. "Selain itu, proyek bandara ini dikerjakan dengan kualitas terbaik," tegas dia.

Dia mengungkapkan, proyek kedua yang dituntaskan perseroan adalah pembangunan jalan tol Manado-Bitung di Kabupaten Minahasa Utara, Kota Manado, Sulawesi Utara. Nilai kontrak proyek jalan tol ini mencapai Rp 3,16 triliun untuk pekerjaan seksi II ruas Manado-Danowudu sepanjang 6 km. Ke depan, jalan tol Manado-Bitung akan memiliki total lintasan sepanjang 40 km.

Yuyus mengemukakan, PP juga berhasil menuntaskan pembangunan dermaga IV Pelabuhan Penyeberangan Merak–Bakauheni. Dermaga IV Merak yang memiliki kapasitas 6.000-10.000 GRT, bertipe dermaga breasting dolphin dengan panjang dermaga 120 meter.

Adapun Dermaga IV Bakauheni memiliki kapasitas 6.000-10.000 GRT bertipe dermaga quay wall dengan panjang dermaga 150 meter. "Beroperasinya pelabuhan dermaga IV Merak-Bakauheni diharapkan mampu mengakomodasi arus Natal dan Tahun Baru mendatang," papar dia.

Proyek prestisius perseroan lainnya yang baru saja dituntaskan adalah pembangunan jembatan Teluk Kendari sepanjang 1.348 meter di Sulawesi Tenggara. Jembatan ini diharapkan berdampak positif bagi pengembangan Kota Kendari dan masyarakat sekitar, terutama untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas interaksi antarkawasan. "Jembatan ini juga mendukung pengembangan Kawasan industri Kendari New Port serta menunjang percepatan wisata bahari," ujar dia.

Kecuali itu, PP telah menuntaskan pembangunan proyek stadion Papua Bangkit (Stadion Lukas Enembe) di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Stadion ini memiliki kapasitas lebih dari 40 ribu penonton dan seluruh fasilitas stadion telah berstandar internasional. "Proyek ini didanai APBD Provinsi Papua senilai Rp 1,3 triliun," ucap dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN