Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anteraja salah satu lini bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

Anteraja salah satu lini bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

Pacu Bisnis Anteraja, Adi Sarana Mulai Manfaatkan Motor Listrik

Rabu, 13 Januari 2021 | 14:52 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Anteraja bagian dari grup PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) meluncurkan motor listrik ramah lingkungan. Terobosan ini dilakukan melalui kerjasama dengan PT Listrik Vine Jasa dan Tetrik sebagai penyedia jasa pengisian baterai motor listrik.

VP Operations Anteraja Jimmy Krismiardhi mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerjasama dengan Tetrik dalam memperkenalkan motor ramah lingkungan. Peluncuran ini merupakan upaya Anteraja untuk mendukung ekosistem transportasi yang lebih hijau.

Sejalan dengan inisiatif tersebut, Jimmy berpandangan kehadiran motor listrik ini bisa menjadi solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia. ”Hadirnya kerjasama antara Anteraja dan Tetrik merupakan pelopor kombinasi antara industri logistik dan gagasan teknologi ramah lingkungan," ujar dia dalam keterangan resmi, Rabu (13/1).

Head of Product & Operation Tetrik Catra Darusman mengatakan, pihaknya meyakini spesifikasi motor listrik ini dapat menunjang performa dan kegiatan operasional Satria. Pasalnya, motor listrik ini memiliki keunggulan redaman suspensi empuk, baterai juga sudah mendukung teknologi manajemen energi yang baik.

Kemudian, apabila motor listrik dicas sebanyak 3 kWh, maka jarak tempuh bisa mencapai 70 km. Adapun kecepatan maksimal dari motor listrik bisa mencapai 70-80 km/jam. “Motor listrik ini ramah lingkungan dengan baterai Lithium Ion MNC tipe DC 72V/20 Ah untuk menunjang performa. Keunggulan motor listrik ini memiliki fitur panel indicator smartphone berbasis Android, sehingga bisa digunakan para Satria untuk menampilkan informasi data status dari motor listrik,” sambung Catra.

Melalui kerjasama ini, Catra berharap para Satria Anteraja dapat beralih dan menggunakan kendaraan motor listrik ramah lingkungan. Kerja sama antara Anteraja dan Tetrik juga diharapkan bisa mendukung gerakan ekonomi hijau.

Sementara tahun ini, Adi Sarana menargetkan pertumbuhan pendapatan berkisar 20%. Target tersebut sejalan dengan pesatnya perkembangan usaha bidang logistik perseroan, yakni Anteraja.

Presiden Direktur Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto mengatakan, perseroan tetap mengembangkan tiga pilar bisnis utama sepanjang tahun ini, yakni lini bisnis rental, auction, serta lini bisnis end-to-end logistic.

Satu dari tiga lini bisnis tersebut yang diharapkan bertumbuh pesat tahun ini adalah logistik. Hal ini sejalan dengan perubahan gaya berbelanja masyarakat dengan mengoptimalkan e-commerce, sehingga bisnis express delivery melalui Anteraja akan bertumbuh pesat.

“Kami memperkirakan dalam 1-2 tahun mendatang, lini bisnis Anteraja bisa berkontribusi di atas 50% terhadap total pendapatan perseroan. Pertumbuhan tersebut diharapkan berimbas terhadap peningkatan pendapatan tahun ini hingga di atas 20%,” jelasnya.

Selain pertumbuhan belanja e-commerce, dia mengatakan, pengembangan bisnis logistik akan didukung upaya penguatan Anteraja dengan menargetkan segmen B2B (bisnis) untuk memperluas jaringan kerja sama dengan melakukan pembukaan layanan di kota-kota baru bersamaan dengan penguatan sumber daya manusia.

Sedangkan lini bisnis pelelangan, dia mengatakan, perseroan berkomitmen mengembangkan situs Caroline sebagai marketplace untuk bertransaksi jual beli mobil. “Kemudian, platform ShareCar sebagai technology adaptation untuk pengembangan kendaraan listrik ke depan yang saat ini kita pakai untuk meningkatkan utilisasi bisnis rental,” ujarnya.

Menurut dia, tiga pilar bisnis perseroan ini lebih fleksibel dengan kondisi yang ada, sehingga berpeluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Perseroan sendiri selalu membuka peluang terhadap bisnis baru yang dapat meningkatkan pendapatan perseroan.

Saat ini, perseroan sedang mengembangkan inisiatif e-fulfillment dalam rangka mendukung rencana bisnis perseroan menuju end-to-end logistics, yang disebut Titipaja. Titipaja (e-fulfillment) sendiri merupakan sharing warehouse melengkapi dan menyiapkan kapasitas untuk pertumbuhan berikutnya dari Anteraja.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN