Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) saat pencatatan perdana saham perseroan pada Desember 2019. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR.

PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) saat pencatatan perdana saham perseroan pada Desember 2019. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR.

Pasca Merugi, Uni-Charm Indonesia Raih Laba Rp 103,23 Miliar

Senin, 14 Juni 2021 | 20:07 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 103,23 miliar hingga kuartal I-2021, melonjak dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang merugi Rp 131,34 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Investor Daily, keberhasilan perseroan dalam mengangkat laba sejalan dengan naiknya pendapatan yang bertumbuh 2,78% menjadi Rp 2,10 triliun dari sebelumnya Rp 2,04 triliun.

“Sebagian besar pendapatan ditopang oleh naiknya penjualan pihak ketiga yakni Rp 1,84 triliun, dibanding periode sama tahun lalu Rp 1,80 triliun,” ungkap manajemen Uni-Charm, Senin (14/6).

Kemudian, segmen pihak berelasi tercatat sebanyak Rp 256 miliar, dari sebelumnya Rp 246 miliar. Adapun perseroan mencatatkan penjualan yang melebihi 10% dari PT Indomarco Prismatama dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) masing-masing Rp 332,11 miliar dan Rp 296,95 miliar.

Lebih lanjut, beban pokok pendapatan pada periode ini berjumlah Rp 1,69 triliun, naik tipis dari Rp 1,62 triliun di akhir Maret 2020. Dengan demikian, laba bruto yang diperoleh Uni-Charm sebanyak Rp 410,68 miliar, atau turun 3,24% dari tahun lalu Rp 424,42 miliar.

“Keberhasilan perseroan dalam mengembalikan rugi menjadi untung juga dikontribusi oleh beban penjualan yang menurun 2,72% atau Rp 219,91 miliar, dibandingkan beban periode sebelumnya Rp 226,05 miliar,” jelas manajemen.

Hal yang sama juga terjadi pada biaya keuangan yang turun 45,42% menjadi Rp 8,05 miliar, dari sebelumnya Rp 14,75 miliar.

Pendapatan perseroan juga dipertebal dengan keuntungan dari selisih kurs sebanyak Rp 10,55 miliar dari sebelumnya merugi hingga Rp 259,31 miliar. Kendati demikian, pada periode ini perseroan mengalami penurunan penghasilan keuangan sebanyak 55,33% atau Rp 7,55 miliar dari Rp 16,90 miliar.

Sementara itu, hingga akhir Maret 2021, total aset yang dimliki Uni-Charms tercatat berjumlah Rp 7,62 triliun yang terdiri atas aset lancar Rp 4,57 triliun dan aset tidak lancar Rp 3,04 triliun. Sedangkan total liabilitas yang ditanggung perseroan berjumlah Rp 3,02 triliun, menurun 3,82% apabila dibandingkan dengan total liabilitas akhir Desember 2020 yakni Rp 3,14 triliun.

Genjot Penjualan Masker

Tahun ini, Uni-Charm Indonesia akan tetap melanjutkan penjualan masker dan kapas wajah. Hal ini seiring dengan pesatnya permintaan kedua produk tersebut sepanjang 2021.

Presiden Direktur Uni-Charm Indonesia Yuji Ishii mengatakan, Uni-Charm telah meluncurkan produk masker pada Maret tahun ini. "Sejak di-launching di awal tahun, permintaanya terus meningkat. Masker ini langsung diimpor dari Jepang," ujar dia kepada Investor Daily.

Selain masker, Uni-Charm juga mengembangkan produk kapas wajah dengan merek Silcot. Ishii menjelaskan, di tengah pandemi ini, penjualan kapas wajah menunjukkan peningkatan. Tahun depan, seiring dengan dihapuskannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penjualan kapas wajah diproyeksikan akan semakin meningkat.

Kendati mengembangkan produk masker dan kapas wajah, namun bisnis baby care tetap menjadi bisnis utama Uni-Charm. Ishii mengungkapkan, produk popok sekali pakai Uni-Charm dengan merek Mamy Poko kini menguasai pangsa pasar 47%. "Dengan pangsa pasar 47%, Mamy Poko menjadi pemimpin pasar di kategori popok sekali pakai," terang Ishii.

Adapun produk popok sekali pakai ini memiliki empat tipe dengan tujuh varian. Selain popok sekali pakai, Uni-Charm juga memiliki produk tisu basah dengan dua tipe untuk kategori baby care. Ishii menjelaskan, Uni-Charm juga memiliki produk untuk segmen feminine care dan health care. Kedua produk ini memiliki pangsa pasar masing-masing 45% dan 41%. "Untuk segmen feminine care dan health care, kami juga menjadi pemimpin pasar," pungkasnya.

 

Editor : Elly Rahmawati (ely_rahmawati@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN