Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pefindo. Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Pefindo. Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Pefindo Perkirakan Emisi Obligasi Korporasi Capai Rp 88-100 Triliun

Kamis, 15 Oktober 2020 | 15:26 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) meproyeksikan penerbitan obligasi korporasi tahun ini berkisar Rp 88-100 triliun. Sedangkan penerbitan tahun depan diharapkan melonjak menjadi kisaran Rp 108-148 triliun.

Head of Economy Research Pefindo) Fikri C Permana mengatakan, penerbitan obligasi korporasi tahun ini diproyeksikan moderat dengan kecenderungan optimis. Proyeksi ini berdasarkan data kegiatan usaha SKDU yang mengalami sedikit peningkatan.

“Kami melihat data kegiatan usaha SKDU dari pelaku usaha mengalami peningkatakan tipis, diperkirakan mulai pick up pada kuartal IV-2020 atau Oktober ini,” ujar dia dalam webinar zoom di Jakarta, Kamis (15/10).

Sedangkan realisasi penerbitan obligasi hingga September 2020 sudah mencapai Rp 69,4 triliun dan diharapkan meningkat menjadi Rp 100 triliun tahun ini. Adapun, jumlah penerbitan pada kuartal III-2020 mengalami penurunan sekitar 30%, dibandingkan dengan kuartal III-2019.

“Penurunan ini penerbitan tersebut terjadi paling dalam di semester I 2020. Sedangkan pada kuartal III dan IV terlihat mulai naik mendekati realisasi tahun lalu,” ujar dia.

Sementara itu, penerbitan obligasi di tahun 2021 diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp 108-148 triliun dengan nilai moderat sekitar Rp 128 triliun. Proyeksi ini didasarkan potensi penurunan risiko pandemi Covid-19, seiring dengan vaksin yang akan didistribusikan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Fikri mengungkapkan, terdapat tiga skenario tahun 2021, yakni optimis, moderat, dan pesimis. Optimis apabila di Januari vaksin sudah tersebar luas, moderat jika vaksi baru tersebar di bulan ketiga, dan pesimis apabila vaksin mulai tersebar di Agustus.

Menurut fikri, skenario tersebut merefleksikan penerbitan surat utang korporasi, sebab hal tersebut berpengaruh terhadap risiko masyarakat, bagaimana mereka mengalokasikan uang dan mengonsumsinya. “Berpengaruh juga pada cashflow perusahaan terutama yang berimplikasi pada pola konsumsi dan investasi masyarakat,” ujar dia.

Skenario tersebut juga akan berpengaruh terhadap serapan anggaran dan realisasi anggaran pemerintah. Hal ini akan mengubah pola perusahaan mengalokasikan anggaran atau menerbitkan surat utang. Namun sejauh ini Pefindo melihat bahwa angka Rp 128 triliun masih akan tercapai di 2021.

Hal lainnya yang mendorong penerbitan obligasi tahun depan, ungkap dia, faktor kemudahan berbisnis. Pefindo melihat Omnibus Law akan menjadi salah satu daya ungkit perrekonomian ke depan serta surat utang korporasi. Dari sisi positif, Omnibus Law akan mendorong FDI semakin baik di Indonesia, baik investasi dari luar maupun investasi domestik.

Pefindo juga melihat adanya kemungkinan ruang untuk penurunan suku bunga acuan yang lebih banyak di 2021, seiring dengan pertumbuhan ekonomi, inflasi dan stabilitas rupiah yang akan terjaga. “Dengan adanya ruang penurunan tersebut, kami berharap juga akan berdampak terhadap penurunan yield surat utang korporasi dan spreadnya, sehingga lebih kompetitif,” ujar dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN