Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama PT Adi Sarana Armada Tbk (Assa Rent). Foto: Investor Daily/UTHAN A RACHIM

Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama PT Adi Sarana Armada Tbk (Assa Rent). Foto: Investor Daily/UTHAN A RACHIM

Pendapatan Adi Sarana Naik 25%

Rabu, 1 April 2020 | 12:50 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 25% pada 2019 menjadi Rp 2,33 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 1,86 triliun. Kenaikan itu terutama ditopang jasa sewa kendaraan mobil penumpang dan autopool.

Presiden Direktur Adi Sarana Armada, Prodjo Sunarjanto menjelaskan, total pendapatan yang dibukukan perseroan tahun silam terdiri atas jasa sewa kendaraan mobil penumpang dan autopool sebesar 54%, diikuti penjualan kendaraan bekas 17%, sewa juru mudi 13%, jasa logistik 7%, jasa lelang 6%, jasa express delivery 3,6%, dan dari bisnis baru Share Car & Caroline.id sebesar 0,03%.

“Jasa sewa kendaraan masih menjadi kontributor terbesar. Kami tengah menyiapkan armada lebih banyak untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat,” tutur Prodjo Sunarjanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (31/3).

Prodjo menambahkan, pendapatan jasa sewa dan autopool pada 2019 meningkat 20% menjadi Rp 1,25 triliun. Pendapatan layanan pengemudi yang terkait dengan jasa sewa turut meningkat 12% menjadi Rp272 miliar.

Laba Bersih Turun

Di sisi lain, menurut Prodjo Sunarjanto, pertumbuhan laba bersih perseroan menyusut 23% menjadi Rp 110,40 miliar dari raihan laba bersih tahun sebelumnya sebanyak Rp 143,50 miliar.

Dia mengungkapkan, berbagai investasi bisnis baru yang dilakukan perseroan pada 2019 berpengaruh terhadap meningkatnya beban keuangan. Hal itu berdampak pada turunnya laba bersih perseroan.

“Investasi bisnis baru pada 2019 antara lain dimulainya operasional bisnis express delivery Anteraja. Perseroan juga mengakuisisi JBA (balai lelang Jepang) untuk merger dengan BidWin (balai lelang ASSA) menjadi PT JBA Indonesia, yang merupakan balai lelang otomotif terbesar di Indonesia,” papar dia.

Menurut dia, bisnis jasa lelang yang baru beroperasi pada Februari 2019 sudah menghasilkan pendapatan Rp 142 miliar pada 2019. Kinerja positif di tengah pasar mobil bekas nasional yang sedang menurun disebabkan membaiknya kinerja internal anak perusahaan, PT JBA Indonesia.

“Upaya meningkatkan kemampuan teknologi dan penambahan jaringan cabang menjadi 18 cabang membuahkan hasil yang positif,” ucap dia.

Prodjo Sunarjanto mengakui, untuk awal 2020, pandemi Virus Korona (Covid-19) ikut mendorong permintaan mobil bekas karena sejumlah penduduk mulai menghindari penggunaan angkutan umum dan beralih menggunakan mobil pribadi.

Selain itu, kata dia, Adi Sarana Armada mengoptimalkan bisnis jual beli kendaraan dengan transaksi secara online melalui situs Caroline.id yang diluncurkan pada tahun lalu. Pendapatan Share Car dan Caroline.id pada 2019 mencapai Rp 584 juta dan diharapkan memberi kontribusi lebih besar tahun ini.

Bisa Bertahan

Menurut Prodjo, tahun ini tantangan bisnis semakin luar biasa akibat Covid-19. Namun, ia optimistis, dengan strategi yang bertumpu pada pilar bisnis mobilitas, lelang, dan logistik yang mengarah ke end-to-end, perseroan akan mampu tumbuh stabil dan bertahan.

Prodjo menambahkan, Adi Sarana Armada akan gencar mengembangkan bisnis express delivery di bawah PT Tri Adi Bersama dengan merek dagang Anteraja. Anteraja yang mulai beroperasi pada Maret 2019 ini telah mencetak volume pengiriman barang sebanyak 100 ribu paket per hari, mencakup 60 kabupaten/kota di Indonesia, serta mencetak pendapatan Rp 83 miliar pada 2019.

Dia mengemukakan, di tengah bisnis logistik yang sedang mengalami penurunan pendapatan sebesar 14% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2019, Anteraja menggenjot utilisasi truk dan kendaraan logistik untuk bisnis jasa pengiriman ekspres.

“Tahun ini, kami menargetkan volume pengiriman barang Anteraja mencapai 18-20 juta paket, meningkat lebih dari 200% dibanding tahun lalu,” papar dia.

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN