Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik Meta Epsi. Foto: metaepsi.com

Salah satu pabrik Meta Epsi. Foto: metaepsi.com

Perlu Modal Kerja, Meta Epsi Tidak Bagikan Dividen 2019

Ghafur Fadillah, Selasa, 11 Februari 2020 | 22:09 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Meta Epsi Tbk (MTPS) pada tahun ini berencana tidak membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Pasalnya, perseroan membutuhkan modal kerja dari perolehan laba bersih di tahun 2019.

Direktur Utama Meta Epsi  Kahar Anwar mengungkapkan, rencana tersebut akan diusulkan saat pelaksanaan RUPS Tahunan 2020 dengan keputusan yang dipegang oleh para pemegang saham perseroan.

"Hal tersebut kami lakukan lantaran membutuhkan anggaran modal kerja, selain dari dana sisa hasil IP0. namun semuanya tetap menunggu keputusan dari para pemegang saham kami," jelasnya usai konferensi di Jakarta, Selasa (11/2).

Lebih lanjut pada tahun ini perseroan mendapatkan kontrak pembangunan konstruksi gedung yang dimiliki oleh PT Pan Brothers Tbk (PBRX) dengan nilai investasi sebesar Rp 52,54 miliar dan juga kontrak pembangunan konstruksi terkait proyek energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki oleh PT PLN (Persero) dengan nilai investasi sebesar US$ 19,52 juta dan Rp 357,12 miliar.

"Kami juga memiliki kontrak dengan PT Pertamina (Persero) sebesar Rp 151,65 miliar untuk konstruksi proyek Gas Insulated Switchgear (GIS) yang akan berjalan pada dua bulan ke depan," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama perseroan menjelaskan pelaksanaan Public Expose Insidentil tersebut dilakukan atas permintaan BEI, terkait harga saham MTPS yang mengalami kenaikan signifikan yang berujung pada sanksi suspensi pada 6 Februari 2020. Adapun suspensi tersebut kembali dibuka sehari kemudian pada 7 Februari 2020.

Sebelumnya Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional BEI Irvan Susandy mengatakan, suspensi dilakukan dalam rangka cooling down lantaran BEI menilai secara akumulasi harga saham MTPS mengalami penurunan secara signifikan.

“Suspensi dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya pada saham dan waran MTPS tersebut,” demikian tulis pengumuman BEI tersebut. 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA