Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT) . Foto ilustrasi: IST

PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT) . Foto ilustrasi: IST

Permintaan Kendaraan Pulih, Arus Bongkar Muat IPPC Melonjak

Jumat, 21 Mei 2021 | 09:30 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat kenaikan jumlah penanganan kendaraan pada April 2021. Kenaikan ini disebut sebagai imbas membaiknya permintaan sektor otomotif.

Selain itu, berkurangnya pembatasan ekspor khususnya kendaraan ke negara-negara tujuan ekspor juga membantu meningkatnya penanganan bongkar muat ekspor kendaraan di Terminal IPCC.

Advertisement

IPPC mencatat, pada Terminal Internasional, jumlah CBU yang ditangani melonjak 75,88% pada bulan April 2021 menjadi 25.450 unit dari bulan yang sama di tahun sebelumnya berjumlah 14.470 unit. Dari jumlah tersebut, bahkan jumlah CBU ekspor naik hingga 99,06% dari 11.122 unit di April 2020 menjadi 22.140 unit di April 2021.

Pada Alat Berat (gabungan antara kendaraan berat dan Truk/Bus), turut mengalami kenaikan dimana pada April 2021 sebanyak 1.015 unit Alat Berat ditangani di Terminal IPCC atau mengalami kenaikan 66,94% dari April tahun sebelumnya.

Jumlah ekspor Alat Berat pun naik fantastis hingga 927,12% dimana pada April 2020 berjumlah hanya 59 unit dan di April tahun ini naik hingga 927,12% dimana ekspor Alat Berat banyak didominasi oleh segmen Truk/Bus. Sementara itu, pada segmen spareparts jumlah yang ditangani hingga April 2021 mencapai 1.684 M3 atau naik 142,86% dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, pada Terminal Domestik jumlah kendaraan yang ditangani di bulan April 2021 mencapai 17.202 unit atau naik 338,38% dari April 2020 sebanyak 3.924 unit. Pada Alat Berat turut mengalami kenaikan dari 679 unit di April 2020 menjadi 2.023 unit di April tahun ini.

Penanganan spareparts pun turut mengalami kenaikan signifikan di bulan April 2021 hingga mencapai 3.214,32% dari 111 M3 di bulan April 2020 menjadi 3.672 M3. Termasuk juga kendaraan motor roda dua yang ditangani juga mengalami kenaikan dari 392 unit menjadi 8.545 unit.

Sekretaris Perusahaan IPPC, Sofyan Gumilar mengatakan dalam 4 bulanan, pencapaian Terminal IPCC di tahun ini juga dapat dikatakan lebih baik.

Pada periode Januari hingga April 2021 jumlah kendaraan CBU di Terminal Internasional mencapai 116.195 unit CBU atau naik 9,02% dimana sebanyak 100.818 unit CBU merupakan CBU ekspor yang naik 12,28% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Ekspor Alat Berat naik 0,58% dengan jumlah akumulasi 2.243 unit di tahun ini dibandingkan 2.230 unit di tahun lalu. Begitupun dengan spareparts yang juga naik sebanyak 17,99% menjadi 19.089 M3 dari 16.178 M3 di periode yang sama di tahun lalu.

Pada Terminal Domestik, sebanyak 17.202 unit CBU ditangani sepanjang periode Januari-April 2021 atau naik 23,17% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Alat Berat naik 14,39% menjadi 7.105 unit dan spareparts turut mengalami kenaikan hingga 835,73% dimana sebanyak 11.319 M3 berhasil ditangani di Terminal Domestik IPCC sepanjang periode 4 bulan pertama di tahun ini.

Untuk segmen roda dua, di periode tersebut telah ditangani sebanyak 17.090 unit motor dengan kenaikan 129,46% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Pencapaian ini tentunya menjadi penyemangat bagi IPCC dan para stakeholders terkait serta tumbuhnya optimisme bahwa pemulihan ekonomi yang berimbas pada pemulihan di sektor otomotif kian nyata dan diharapkan kondisi ini dapat menjadi momentum untuk berlanjutnya pemulihan yang terjadi di tahun ini,” pungkasnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN