Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erajaya

Erajaya

Permintaan Naik Selama Pandemi, Laba Erajaya Swasembada Melesat 107,4%.

Kamis, 8 April 2021 | 08:52 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berhasil catat kenaikan laba bersih 107,4% menjadi sebesar Rp 612 miliar dibandingkan realisasi tahun 2019 yakni Rp 295,1 miliar. Peningkatan laba ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan 3,5% atau Rp 34,1 triliun.

Wakil Direktur Utama Hasan Aula menjelaskan, pertumbuhan ini ditopang oleh berbagai faktor, mulai dari tingginya permintaan smartphone, Internet of Things (IoT)  dan ekosistemnya selama tahun 2020. Semisal, peningkatan penjualan smartphone dan ekosistemnya tersebut didapatkan berkat ekspansi footprint retail yang dijalankan perseroan.

Untuk diketahui hingga saat ini total outlet Erajaya Swasembada mencapai 1.053 toko, 88 channel distribusi dan kerjasama dengan lebih dari 65.000 reseller.

“Sedangkan dari sektor daring, perseroan menggenjot penjualan dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti inisiatif O2O, mobile selling, layanan EraExpress, Click ‘n Pick-Up dan program promosi berbasis online platform e-commerce maupun official store di marketplace,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (8/4).

Adapun pembatasan kegiatan sosial selama masa pandemi, termasuk diadakannya kegiatan Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH) justru menjadi berkah bagi perseroan, tercermin dari meningkatnya permintaan perangkat pendukung yang mumpuni dan berkualitas.

Lebih lanjut, faktor eksternal yakni kebijakan pemerintah mengenai regulasi IMEI yang diberlakukan sejak September 2020 lalu membuat peta bisnis perseroan menjadi lebih sehat. Registrasi IMEI ini diberlakukan pemerintah untuk menekan penyebaran gawai Black Market alias BM yang merugikan negara karena tidak berpajak.

“Dengan kestabilan harga karena hilangnya barang BM di pasaran, pengusaha kecil-menengah, seperti dealer dan retailer, dalam network perseroan dapat menjalankan bisnis dengan lebih tenang dan stabil. Kebijakan ini berdampak pula ke peningkatan margin keuntungan secara keseluruhan,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (8/4).

Ke depannya, perseroan berkomitmen untuk melakukan pengembangan bisnis di luar gadget dan menggenjot penjualan  produk-produk Internet of Things dan ekosistemnya, dengan  langkah ekspansi ke business vertical baru yang berpotensi memberi kontribusi positif kepada perusahaan. Salah satunya yakni menjalin partnership dengan merek-merek terkemuka seperti Garmin, DJI, GoPro yang akan terus ditingkatkan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan shareholder value, dengan memanfaatkan faktor-faktor eksternal yang membuka opportunity baru dengan inovasi penggunaan teknologi yang tepat untuk mendukung core business kami agar dapat memberikan performa yang stabil serta peningkatan pelayanan kami di masa mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan arsip Investor Daily, Erajaya Swasembada mendapatkan izin dari para pemegang sahamnya untuk melakukan stock split dengan perbandingan 1:5 dimana satu unit saham dengan nominal sebelumnya sebesar Rp 500 menjadi 5 unit saham dengan nominal Rp 100.

Izin tersebut didapatkan setelah perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 3 Maret 2021 lalu. Tujuan dilakukannya stock split adalah untuk meningkatkan likuiditas saham perseroan dan meningkatkan daya beli investor ritel terhadap saham perseroan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN