Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kilang Pertamina. Foto ilustrasi: IST

Kilang Pertamina. Foto ilustrasi: IST

Pertamina Siapkan MTN Global Hingga US$ 10 Miliar

Farid Firdaus, Selasa, 14 Januari 2020 | 18:14 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina mengusulkan program penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) global hingga senilai US$ 10 miliar. Aksi Pertamina ini diperkirakan bakal disusul oleh badan usaha milik negara (BUMN) yang lain, salah satunya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings memberikan peringkat BBB dengan prospek stabil kepada Pertamina untuk usulan penerbitan MTN global. Peringkat Pertamina ini sama dengan peringkat Republik Indonesia (RI) sebagai pengendali perseroan.

Director APAC Corporates Fitch Ratings Shahim Zubair mengatakan, hasil pemeringkatan kepada Pertamina didasarkan atas hubungan yang kuat antara perseroan dan RI. MTN global Pertamina dinilai pada tingkat yang sama dengan utang senior Pertamina yang tanpa jaminan. Fitch juga memberikan peringkat BBB- untuk standalone credit profile (SCP) Pertamina.

“Hasil penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk belanja modal dan keperluan umum perusahaan,” jelas Shahim dalam keterangan resmi, Selasa (14/1).

Fitch menilai, likuiditas Pertamina dan akses pendanaan perusahaan berada pada level yang kuat. Pertamina akan mempertahankan posisi yang kuat di pasar obligasi dan pinjaman bank dengan mempertimbangkan hubungan perseroan dengan RI. Profil utang jatuh tempo Pertamina tersebar, tanpa jatuh tempo yang signifikan hingga 2021.

Secara terpisah, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, selain Pertamina, ada dua BUMN lain yang mempertimbangkan penerbitan global bond, yakni BTN dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Surat utang yang akan diterbitkan BTN berupa junior debt. “Pasar global bond lagi bagus, yield juga lagi turun. Jadi mereka lagi antre terbitkan global bond. Total emisi yang akan diterbitkan sekitar US$ 2 miliar,” kata dia, baru-baru ini.

Sementara itu, berdasarkan catatan Investor Daily, manajemen BTN telah menyatakan bakal menerbitkan junior global bond pada awal 2020 untuk meningkatkan rasio kecukupan modal. Sedangkan Garuda Indonesia batal menerbitkan sukuk global atau instrumen lainnya sebesar US$ 900 juta. Pembatalan tersebut lantaran perusahaan belum memiliki laporan keuangan limited review atau laporan keuangan audit hingga pelaksanaan rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan digelar pada 22 Januari 2020.

Meski demikian, Garuda masih mengkaji alternatif pendanaan lainnya untuk memastikan tujuan pelunasan kembali (refinancing) utang untuk mematuhi ketentuan yang berlaku. Saat ini, perseroan memiliki total outstanding utang sekitar US$ 800-850 juta. Utang tersebut terdiri atas sukuk global senilai US$ 500 juta yang jatuh tempo 2020 dan sekitar US$ 400 juta merupakan utang jangka pendek dari modal kerja.

Marak

Pekan ini, setidaknya ada dua penawaran global bond. Pertama, Pemerintah RI yang menerbitkan tiga seri surat utang negara (SUN) berbentuk valuta asing dolar AS dan euro senilai total Rp 43 triliun.

Rincian surat utang tersebut antara lain RI0230 bernilai US$ 1,2 miliar dengan tenor 10 tahun dan tingkat kupon 2,85% yang akan jatuh tempo pada 14 Februari 2030. Kemudian, RI0250 bernilai US$ 800 juta dengan tenor 30 tahun dan tingkat kupon 3,500% yang akan jatuh tempo pada 14 Februari 2050. Lalu, RIEUR0227 bernilai € 1 miliar dengan tenor 7 tahun dan tingkat kupon 0,900% yang akan jatuh tempo pada 14 Februari 2027.

Global Bond kali ini memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s, BBB dari Standard & Poor’s, dan BBB dari Fitch. Penerbitan tiga seri SUN ini akan dicatatkan pada Singapore Stock Exchange dan Frankfurt Stock Exchange.

Joint bookrunners dalam transaksi ini adalah Citigroup, Deutsche Bank, Goldman Sachs, PT Mandiri Sekuritas, dan Societe Generale, sedangkan yang bertindak sebagai co-managers adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Sementara itu, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui Medco Bell Pte Ltd berencana menerbitkan global bond dengan target hingga US$ 650 juta. Perseroan akan menggunakan hasil emisi obligasi tersebut untuk kebutuhan refinancing utang.

Head of Corporate Counsel & Corporate Secretary Medco Energi Internasional Siendy Wisandana mengatakan, perseroan menargetkan nilai penerbitan global bond sekitar US$ 650 juta. Namun, kepastian nilai tergantung dari hasil roadshow yang diprediksi selesai pada 16-17 Januari 2020.

“Para pihak yang menangani aksi penawaran ini adalah Morgan Stanley, Standard Chartered Bank, Societe Generale, Credit Suisse, DBS Bank Ltd, dan PT Mandiri Sekuritas,” jelas dia.

Usulan penerbitan global bond ini telah meraih hasil pemeringkatan dari dua lembaga rating internasional. Moody’s Investors Service memberikan peringkat B1 dengan prospek stabil. Hasil obligasi akan disimpan dalam rekening penampungan dan pada akhirnya digunakan untuk membayar obligasi rupiah yang jatuh tempo pada 2021. Medco juga berencana melakukan tender awal untuk global bond yang jatuh tempo 2022.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA