Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plaza Indonesia. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Plaza Indonesia. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Plaza Indonesia Rancang 'Rights Issue' 5% Saham

Farid Firdaus, Rabu, 12 Februari 2020 | 22:43 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) menyiapkan aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue maksimal 177,50 juta saham atau 5% dari modal disetor perseroan. Nilai rights issue tersebut berpotensi sekitar Rp 576,16 miliar.

Manajemen Plaza Indonesia memperkirakan aksi rights issue ini berpengaruh positif terhadap kondisi perseroan. Pasalnya, langkah ini merupakan upaya perseroan dalam memenuhi ketentuan saham beredar di masyrakat (free float) sesuai peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebenarnya, saat ini perseroan telah memenuhi ketentuan 50 juta saham dan dimiliki oleh 300 pemegang saham. Namun, persentase free float tersebut hanya 4,23%, atau di bawah ketentuan bursa yakni minimal 7,5%.

“Rencana penawaran umum terbatas juga bertujuan untuk memperkuat permodalan perseroan dan mengundang investor lokal maupun asing untuk berpartisipasi menginvestasikan modalnya dalam perseroan,” kata manajemen dalam keterangan resmi, Rabu (12/2).

Plaza Indonesia belum menentukan harga final pelaksanaan rights issue ini. Namun, berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily, harga rata-rata saham berkode PLIN dalam periode 90 hari perdagangan terakhir adalah Rp 3.246 per saham.

Dengan demikian, jika seluruh saham baru terserap pasar secara maksimal, maka Plaza Indonesia berpotensi meraih dana segar hingga Rp 576,16 miliar.

Sesuai rencana, perseroan akan menggunakan dana hasil rights issue untuk modal kerja. Perseroan menargetkan bisa melangsungkan aksi korporasi ini selambat-lambatnya pada 30 Juni 2020. Perseroan terlebih dahulu akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Maret 2020.

Jika ada pemegang saham perseroan yang tidak melaksanakan haknya, maka kepemilikan pemegang saham tersebut akan mengalami dilusi hingga 4,76%.

Per 31 Januari 2020, pemegang saham mayoritas Plaza Indonesia adalah PT Plaza Indonesia Investama dengan porsi 95,37%. Selain itu, salah satu direksi perseroan, yakni Rosano Barack menggenggam kepemilikan 1,21%. Perseroan juga tercatat memiliki saham treasuri sebesar 0,4%.

Ekspansi

Sementara itu, perseroan menyediakan anggaran senilai US$ 35 juta untuk renovasi hotel bintang lima Grand Hyatt Jakarta secara bertahap mulai 2020 ini. Mitra strategis perseroan, Hankyu Hanshin Properties Corp turut berkontribusi terhadap perencanaan renovasi tersebut.

Sebelumnya Wakil Direktur Utama Plaza Indonesia Anthony Prabowo Susilo mengatakan, Grand Hyatt sudah berdiri selama 30 tahun dan belum pernah mengalami renovasi secara besar-besaran. Renovasi akan dilakukan pada kamar-kamar hotel yang saat ini berjumlah 427 unit.

“Kamar hotel yang akan kami renovasi sepenuhnya. Sebenarnya ada beberapa fasilitas hotel yang sebelumnya sudah direnovasi sejak 2017Jadi, perusahaan akan fokus renovasi dalam waktu satu hingga tiga tahun ke depan,” jelas dia.

Sumber dana renovasi akan ditarik dari pinjaman bank yang diraih melalui sindikasi. Adapun, Grand Hyatt yang mulai beroperasi sejak Juli 1991 tersebut memiliki 28 lantai yang dilengkapi lima restoran kelas utama, lounge, business center, grand ballroom, tujuh ruang pertemuan, dan ruang multifungsi The Residence OnFive.

Anthony mengatakan, Hankyu Hanshin merupakan salah satu mitra yang ikut berkontribusi terhadap ide renovasi. Perwakilan dari perusahaan asal Jepang tersebut kerap memberikan berbagai masukan dalam perencanaan optimasi aset.

“Sejak Juli 201, mereka sering memberikan input seperti guidance penggunaan belanja modal (capital expenditure/capex) terhadap aset-aset hotel dan mall kami,” jelas dia.

Berdasarkan catatan Investor Daily, Hankyu Hanshin menjadi mitra startegis Plaza Indonesia, setelah perusahaan tersebut menyerap sebagian unit penyertaan Dana Investasi Real Estate (DIRE) Simas Plaza Indonesia yang diterbitkan PT Sinarmas Asset Management pada Juni 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA