Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PP Presisi. Foto: David

PP Presisi. Foto: David

PP Presisi Incar Proyek Chevron

Farid Firdaus, Kamis, 13 Februari 2020 | 22:26 WIB

JAKARTA, investor.id – PT PP Presisi Tbk (PPRE) segera mengikuti tender proyek pekerjaan sipil tanah di Sumatera yang digelar oleh PT Chevron Pacific Indonesia. Potensi nilai kontrak baru tersebut sekitar Rp 1 triliun.

Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso mengatakan, perseroan akan menggandeng salah satu perusahaan kontraktor swasta dalam mengikuti tender Chevron tersebut. Nantinya, perseroan siap berdikusi denga mitra untuk kepemilikan saham dalam proyek, jika berhasil menang tender.

“Saat ini kami lagi persiapan, tender kemungkinan digelar bulan depan. Pekerjaan konstruksi dari Chevron itu diperkirakan punya nilai kontrak yang besar,” jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (13/2).

Benny mengatakan, perseroan punya rekam jejak yang baik dalam pekerjaan sipil tanah ataupun jalan angkut. November 2019, perseroan berhasil mengantongi proyek pembangunan jalan angkut batubara dengan panjang kurang lebih 60 kilometer (km). PP Presisi bertindak sebagai kontraktor utama dalam proyek tersebut.

Sesuai rencana, jalan angkut ini akan menghubungkan tambang batubara milik anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang berlokasi di Kalimantan Tengah menuju ke Kalimantan Timur melalui jalan angkut batubara milik PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) yang sudah ada saat ini.

Sementara itu, guna mengejar target kontrak baru tahun ini yang sebesar Rp 7 triliun, PP Presisi juga berharap pada konstruksi jalan tol serta sejumlah bandar udara. Semisal, pekerjaan sipil tanah untuk jalan tol Semarang-Demak milik induk usaha perseroan, PT PP Tbk (PTPP).

Sebagai informasi, penandatangan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) Semarang-Demak telah dilakukan PT PP pada 23 September 2019. Jalan tol sepanjang 27 km tersebut merupakan satu dari 14 ruas tol Proyek Strategi Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 tahun 2018.

“Tahun ini, kami juga menyasar pekerjaan di Bandara Bali, serta nanti akan masuk kontrak tol Probolinggo-Banyuwangi. Jadi kami optimistis dengan berbagai kontrak baru sepanjang 2020,” jelas Benny.

Tahun ini, perseroan akan memperluas pangsa pasarnya di luar grup sendiri sehingga mampu bersaing di sektor konstruksi nasional. Sebagai gambaran, sebanyak 51,8% kontrak baru PP Presisi pada tahun lalu berasal dari eksternal PP.

Buyback Saham

Pada akhir Januari lalu, pemegang saham perseroan menyetujui rencana manajemen untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback). Rencananya buyback akan dilakukan dengan alokasi dana sebanyak-banyaknya Rp 293 miliar.

Sebelumnya, Benny mengatakan kisaran harga buyback akan mengacu pada harga saham PPRE selama 90 hari terakhir. Namun buyback tidak akan dilakukan jika harga saham perseroan masih mendekati harga saham ketika IPO.

Tujuan aksi buyback ini supaya perseroan dapat meningkatkan likuiditas, dan harga saham PPRE di pasar. “Kemudian, saham yang kita buyback, adalah saham di publik. Mekanismenya bid offer yang ada di pasar. Jadi tidak ada special tender atau offer, nantinya menggunakan mekanisme pasar,” ujarnya.

Benny menuturkan, dari aksi korporasi ini diharapkan, pasar akan mengapresiasikan harga saham PPRE sesuai dengan kondisi fundamental & likuiditas perseroan yang kuat. Selain itu, aksi buyback ini ditujukan agar perseroan mencapai struktur permodalan yang efisien dan dan memungkinkan menurunkan biaya modal keseluruhan.

Perseroan berharap mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar dalam rangka mengelola modal jangka panjang serta pengelolaan kelebihan arus kas dengan cara yang efisien dan benar. Di samping itu, perseroan juga berusaha meningkatkan Earning Per Share (EPS) serta Return on Equity (ROE) secara berkelanjutan.

Sepanjang tahun lalu, PP Presisi berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 5,9 triliun pada tahun 2019. Adapun capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 13,5% dibandingkan perolehan tahun 2018 sebesar Rp 5,2 triliun, sekaligus melampaui target 2019 sebesar Rp 5,8 triliun.

Secara terpisah, analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta merekomendasikan akumulasi beli saham PPRE dengan target harga secara jangka panjang Rp 318 per saham. Pada perdagangan Kamis (13/2), saham PPRE berada pada harga Rp 200.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN