Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.

PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.

PP Presisi Raih Kontrak Baru Rp 3,1 Triliun

Rabu, 21 Juli 2021 | 11:29 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT PP Presisi Tbk (PPRE) mengawali kuartal III- 2021 dengan keberhasilan ditunjuk menjadi kontraktor hauling dalam proyek jasa pengangkutan tambang nikel Weda Bay, dengan estimasi nilai pekerjaan lebih dari US$ 21 juta.

Dengan demikian, total kontrak baru perseroan menjadi Rp 3,1 triliun year to date, atau sudah 84% dari target tahun ini Rp 3,7 triliun.

Direktur Operasi PP Presisi Darwis Hamzah mengatakan, jasa pengangkutan nikel dari Weda Bay merupakan salah satu lingkup pekerjaan dari beberapa prospek yang tengah digarap perseroan di sektor jasa per tambangan. Perseroan berpotensi mengangkut 16 juta volume ore nikel dalam periode kontrak 4 tahun.

“Dengan durasi pekerjaan jangka panjang, tentunya akan menjadi salah satu sumber recurring income bagi perseroan. Dengan demikian, kami optimistis target perolehan kontrak baru dapat tercapai hingga akhir tahun 2021,” kata Darwis Hamzah dalam keterangan kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (19/7).

Direktur Operasi PP Presisi Darwis Hamzah. Foto: IST
Direktur Operasi PP Presisi Darwis Hamzah. Foto: IST

Kontrak terbaru yang diraih PP Presisi ini diharapkan dapat menambah pengalaman perseroan dalam jasa pertambangan. Jasa pertambangan ini menjadi salah satu upaya diversifikasi perseroan untuk mengoptimalkan aset, mengingat alat berat yang digunakan dalamjasa pertambangan nikel memiliki fungsi serupa pada pekerjaan sipil earthwork.

“Diversifikasi pada jasa pertambangan nikel diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan laba dan cash flow. Ini dengan sistem kontrak kerja jangka panjang,” ujarnya.

Kontrak dari Weda Bay tersebut, lanjut dia, menjadi bagian dari rencana perseroan menambah kontrak baru dari jasa tambang dengan nilai Rp 1,5 triliun. Bahkan, dalam tiga tahun ke depan, PPRE menargetkan segmen jasa pertambangan berkontribusi 30-45% terhadap total pendapatan.

Tol Cinere Jagorawi Rp 1,1 T

Selain dari Weda Bay, sejumlah kontrak diperoleh perseroan sepanjang semester I-2021. Ini mencakup proyek pembangunan Tol Cinere Jagorawi Seksi 3 senilai Rp 1,1 triliun, pelebaran taxiway dan perpanjangan runway Bandara Sentani Rp 72 miliar, dan suplai beton Cisumdawu Rp 41 miliar. Ada pula proyek pembangunan kawasan industri BatutaPhase 2 senilai Rp 533,9 miliar, dan pekerjaan rock excavation Bandara Dhoho Kediri senilai Rp 21,7 miliar.

Induk Usaha

Kinerja keuangan PP Presisi
Kinerja keuangan PP Presisi

Adapun sebelumnya, induk usaha perseroan yakni PT PP (Persero) Tbk (PTPP) hing ga akhir Mei 2021 berhasil menggenggam kontrak baru sebesar Rp 6,7 triliun.

Sebagian besar kontrak baru tersebut berasal dari proyek swasta. Sedangkan kontrak baru yang dibidik tahun ini mencapai Rp 30 triliun.

Corporate Secretary PTPP Yuyus Juarsa mengatakan, kontrak baru tersebut terdiri atas kontrak yang dimenangkan induk perusahaan sebesar Rp 4,08 triliun atau 60,85% dari raihan.

Sedangkan sisanya disumbangkan kontrak yang didapatkan anak usaha senilai Rp 2,62 triliun.

“PP masih terus mengejar perolehan kontrak baru tahun ini, guna merealisasikan target kontrak baru yang telah ditetapkan. Bulan lalu saja, kami berhasil meraih beberapa proyek seperti pengerjaan Junction Da wuan Tol Cisumdawu, Jalan KIT Batang Paket 1.4, Daerah Irigasi Wawotobi, RSUD Krian, dan RSUD Batang I,” kata Yuyus.

Ia merinci nilai sejumlah kontrak baru yang diraih perseroan hingga Mei 2021, yaitu pembangunan proyek Junction Dawuan Tol Cisumdawu sebesar Rp 825 miliar, Pegadaian Tower Rp 594 miliar, Jalan KIT Batang Paket 1.4 Rp 350 miliar, Infrastruktur Kawasan Mandalika Rp 342 miliar, RSUD Banten Rp 241 miliar, dan Taman Ismail Marzuki Rp 190 miliar.

Perseroan juga memenangkan tender proyek pembangunan Jembatan Bogeg & Flyover KA Bogeg Banten Rp 180 miliar, Rehab Jaringan Irigasi Rawa Kuala Kapuas Rp 178 miliar, LIPI Bandung Rp 172 miliar, RSIA Grha Waron Surabaya Rp 164 miliar, VO SGAR Mempawah (Inner Route) Rp 164 miliar, dan proyek lain.

Imbas ke Saham

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menga takan, capaian positif itu mam pu diraih perseroan di tengah pandemi Covid-19, yang berdampak sejumlah industri tertekan.

“Jika diasumsikan total target kontrak baru di tahun 2021 sebanyak Rp 3,7 triliun, maka jumlah 84% setara dengan Rp 3,1 triliun,” paparnya. Artinya, PPRE masih perlu mengejar sisa target Rp 6 miliar, yang seharusnya bisa dikejar pa da akhir tahun 2021. Meski demikian, realisasi ini masih perlu disesuaikan dengan kondisi yang tak terduga di lapangan.

“Kinerja yang positif ini diharapkan berimbas positif pada pergerakan harga sahamnya. Selain itu, raihan proyek baru, existing, dan kepastian pembayaran dari proyek yang sedang ditangani oleh PP Presisi juga dapat menopang harga sahamnya,” ujarnya kepada Investor Daily, Senin (19/7).

Dengan demikian, Reza memproyeksikan, pada akhir ta hun 2021, PP Presisi mampu mem bukukan pendapatan pada ren tang Rp 2,4 triliun sampai Rp 2,6 triliun, dengan laba bersih ber kisar Rp 70-80 miliar.

Adapun rekomendasi harga untuk pa ra investor di level Rp 196 per sa ham. Sementara itu, pada perda gangan 19 Juli lalu, sahamnya ditutup pada harga Rp 160 per unit. (en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN