Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PP menandatangani kontrak pembangunan proyek PLTU NTT dan Sulut di Jakarta, Selasa (9/9).

PP menandatangani kontrak pembangunan proyek PLTU NTT dan Sulut di Jakarta, Selasa (9/9).

PP Tandatangani Kontrak Pembangunan Dua PLTU

Eko Adityo Nugroho, Selasa, 10 September 2019 | 17:57 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT PP (persero) Tbk (PTPP) mendatangani kontrak pembangunan dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Utara (Sulut). Kedua proyek tersebut menelan investasi Rp 8 triliun.

Penandatanganan kontrak pembangunan kedua PLTU tersebut dilaksanakan Direktur Utama PP Lukman Hidayat beserta seluruh mitra yang bertanggungjawab dalam penyelesaian proyek di Kantor Pusat PLN Jakarta, Senin (09/09).

Perseroan menyebutkan bahwa proyek pembangunan PLTU NTT dan Sulut tersebut akan menelan investasi hingga Rp 8 triliun, dimana nilai kontrak perseroan mencapai Rp 2,1 triliun.

Dirut PP Lukman Hidayat mengatakan, kapasitas masing-masing PLTU tersebut mencapai 2x50 MW. Pembangunan PLTU pertama dilakukan pada laham seluas 30 hektare di Desa Panaf, Kupang Barat, Nusa NTT. Sedangkan PLTU kedua dibangun di atas lahan seluas 32 hektare di desa Bolaang Mangitang Timur, Bolaang Mongondow, Sulut.

“Dalam kontrak ini perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggungjawab dalam penyelesaian proyek dan bekerjasama dengan beberapa mitra. Kami optimistis dapat menyelesaikan proyek tersebut untuk unit pertama selama 36 bulan dan unit kedua selama 39 bulan,” ujarnya melalui keterangan resminya diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (10/9).

Lukman menambahkan, PP yakin bahwa kedua PLTU tersebut siap beroprasi pada 2022 dan pembangkit baru ini diharapkan melistriki beberapa desa dan kecamatan di wilayah NTT dan Sulut.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA