Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. Foto: Perseroan.

PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. Foto: Perseroan.

Saraswanti Gelar IPO, Cek Rinciannya

Gita Rossiana, Jumat, 27 Maret 2020 | 19:24 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) berencana menambah permodalan dengan melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Adapun target dana dari IPO tersebut sebesar Rp 93 miliar.

Perseroan menawarkan 775 juta saham ke publik dengan harga penawaran Rp 120 per saham. Perseroan mendapatkan pernyataan efektif pelaksanaan IPO tersebut pada 24 Maret 2020 dan melakukan penawaran umum pada 26-27 Maret 2020.

"Distribusi secara elektronik akan dilakukan pada 30 Maret 2020 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 31 Maret 2020," jelas manajemen Saraswanti Anugerah Makmur dalam keterangan tertulis.

Selain menyelenggarakan IPO, perseroan juga melakukan program employee stock allocation (ESA). Hal ini dilakukan dengan mengalokasikan 22,63 juta saham. Dalam pelaksanaan IPO ini, perseroan menunjuk PT Surya Fajar Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sementara itu, PT Danatama Makmur Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek.

Saraswanti Anugerah Makmur berdiri pada 1998 di Sidoarjo. Perusahaan mengawali usaha sebagai pemasar pupuk di sebuah gudang di Gedangan, Sidoarjo, dengan hanya 40 karyawan. Namun, pada tahun 2001, perusahaan telah membangun pabrik sendiri di daerah Mojosari.

Produk pertama Saraswanti adalah pupuk briket dengan merek Halei. Pupuk ini merupakan hasil kerja sama perseroan dengan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). Kemudian, perseroan juga menghasilkan produk baru dengan nama Pukalet. Pupuk yang dirancang khusus untuk tanaman karet ini merupakam hasil kerjasama dengan Pusat Penelitian Karet (PPK) Indonesia.

Pada tahun 2003, Saraswanti meluncurkan produk Palmo, pupuk khusus tanaman kelapa sawit, yang merupakan hasil kerjasama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Selanjutnya pada tahun 2005, Saraswanti bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao melepas produk baru Koka, pupuk yang diformulasi untuk kopi dan kakao.

Saat ini, Saraswanti telah menambah lima pabrik baru yang berlokasi dari Mojosari, Medan, Palembang serta Sampit. Beberapa kantor cabang pemasaran pun semakin banyak, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Lampung, Pontianak, Banjarbaru, Sampit, Balikpapan sampai Makassar.

Sebelumnya, sebanyak empat emiten berencana melaksanakan IPO saham dalam waktu dekat. Adapun dana yang bisa diperoleh empat emiten tersebut mencapai Rp 1,19 triliun. Empat emiten tersebut adalah PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk dengan target dana Rp 73,5 miliar, PT Makmur Berkah Amanda Tbk dengan target dana Rp 64,35 miliar, PT Metro Healthcare Indonesia Tbk senilai Rp 1,03 triliun, dan PT Esta Multi Usaha Tbk sebesar Rp 24 miliar.

Sementara itu, berdasarkan pipeline BEI per 17 Maret 2020, terdapat 23 perusahaan yang akan melakukan IPO. Sebanyak 12 dari 23 perusahaan tersebut adalah perusahaan dengan aset di atas Rp 250 miliar. Sisanya perusahaan skala menengah dan kecil.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN