Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik milik PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Foto: Perseroan.

Salah satu pabrik milik PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Foto: Perseroan.

Semester II, Barito Pacific Optimistis Penjualan Menguat

Jumat, 31 Juli 2020 | 20:35 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) optimistis penjualan pada semester II-2020 menguat, seiring perbaikan kinerja kuartalan anak usahanya, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Sementara itu, hingga semester I-2020, Barito Pacific membukukan pendapatan US$ 1,1 miliar atau turun 15,1% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 1,3 miliar.

Pendapatan bersih Barito Pacific dari kegiatan petrokimia turun 20,1% menjadi US$ 841 juta pada semester I-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$ 1,05 miliar. Hal ini mencerminkan rata-rata harga jual seluruh produk yang lebih rendah sebesar US$ 777 per ton pada semester I-2020 dibandingkan periode sama 2019 yang sebesar US$ 996 per ton. Namun, volume penjualan cenderung stabil.

Adapun pendapatan anak usaha yang mengelola bisnis panas bumi, Star Energy Geothermal, meningkat sebesar 6,9%. Peningkatan secara umum disebabkan oleh produksi listrik dan uap yang lebih tinggi pada 2020 dibandingkan tahun lalu.

Direktur Keuangan Barito Pacific David Kosasih mengatakan, pada kuartal II-2020, Chandra Asri sebenarnya mengalami perbaikan kinerja dibandingkan kuartal I-2020. Sebab, terjadi peningkatan aktivitas industri di Tiongkok yang membuat permintaan polymer bertambah. “Spread margin produk polymer menunjukkan perbaikan, yang tidak terlepas dari supply dan demand. Kami berharap kondisi penguatan ini berlanjut pada semester II-2020,” jelas dia dalam pemaparan kinerja, Kamis (30/7).

Dari sisi ekspansi, kata David, proyek Chandra Asri terus berlangsung untuk pabrik MTBE dan Butene-1. Proyek ini masih berjalan sesuai jadwal yang ditargetkan, yaitu selesai pada kuartal III-2020. Sedangkan tiga aset milik Star Energy yang beroperasi, yaitu Wayang Windu, Salak, dan Darajat menunjukkan tingkat kapasitas lebih dari 90%. “Sampai pertengahan tahun ini, perseroan secara konsolidasi sudah mengeluarkan belanja modal sebesar US$ 80 juta dari total anggaran US$ 185 juta,” jelas dia.

Secara konsolidasi, margin EBITDA Barito Pacific sebesar 19,7%. Perseroan mempertahankan rasio neraca terhadap net debt to EBITDA sebesar 3,9 kali hingga semester I-2020.

Lebih lanjut, beban keuangan perseroan secara konsolidasi turun sebesar 9,1% dari US$ 99 juta pada semester I-2019 menjadi US$ 90 juta pada semester I-2020. Penurunan terutama disebabkan oleh menurunnya pokok pinjaman Star Energy dan pembayaran sebagian pokok pinjaman Chandra Asri. Selain itu, ada dampak dari refinancing pinjaman yang dilakukan perseroan pada Desember 2019. Sebagian lainnya diimbangi dengan penerbitan obligasi Chandra Asri sebesar Rp 750 miliar dan pinjaman baru dari Bank Permata sebesar US$ 73,4 juta.

Adapun laba bersih setelah pajak perseroan turun sebesar 64,7% dari US$ 68 juta pada semester I-2019 menjadi US$ 24 juta pada semester I-2020. Penurunan dipengaruhi oleh laba kotor yang lebih rendah dari bisnis petrokimia perseroan. Alhasil, perseroan mengalami rugi bersih US$ 8,8 juta.

Per 30 Juni 2020, total aset Barito Pacific sebesar US$ 7,17 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan per 31 Desember 2019 yang senilai US$ 7,18 miliar. Sedangkan total liabilitas turun 3,9% menjadi US$ 4,25 miliar per 30 Juni 2020 dibandingkan akhir tahun lalu senilai US$ 4,42 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN