Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST).

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST).

Siapkan 'Capex' Rp 2,7 Triliun, Inti Bangun Kembangkan Menara dan Fiber Optic

Kamis, 22 Juli 2021 | 05:50 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,5 triliun tahun ini. Dana tersebut disiapkan untuk membiayai modal kerja. Sedangkan realisasi hingga kuartal I-2021 mencapai Rp 133 miliar.

Sekretaris Perusahaan Inti Bangun Sejahtera Merciana Anggani mengatakan, belanja modal akan digunakan untuk mendukung pengembangan menara telekomunikasi, fiber optic (FO), dan peralatan pendukungnya.

“Rencana bisnis perseroan berfokus pada strategi pertumbuhan menara dan fiber optic, baik secara organik maupun anorganik. Sedangkan sumber pendaan belanja modal sebagian besar dari kas internal dan pinjaman bank,” ujar Merciana kepada Investor Daily, Rabu (21/7).

Sementara itu, dia menegaskan, perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp 900 miliar dan laba sekitar Rp 72 miliar sepanjang 2021. Target ini direalisasikan melalui sejumlah strategi, seperti fokus pada kepuasan stakeholder, organisasi yang handal, dan diversifikasi produk.

Hingga kuartal I-2021, perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp 300,62 miliar, naik 7% dari raihan periode sama tahun lalu sebesar Rp 280,8 miliar. Beban pokok pendapatan senilai Rp 143,78 miliar, naik 21,42% dari kuartal I-2020 sebanyak Rp 118,41 miliar. Perolehan ini membuat laba kotor turun 3,42% dari Rp 162,38 miliar menjadi Rp 156,83 miliar.

Laba sebelum pajak turun 85,66% menjadi Rp 17,08 miliar dari periode sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan Rp 119,19 miliar. Sementara laba periode berjalan dicatatkan sebesar Rp 13,37 miliar atau turun 88,28% dari periode sama pada tahun sebelumnya Rp 114,15 miliar.

Terkait kemajuan teknologi menjadi 5G, menurut dia, menjadikan bisnis menara dan infrastruktur telekomunikasi kian menarik. Sejak tahun 2014, perseroan telah melengkapi diri dan mengambil langkah strategis untuk menyambut teknologi ini dengan membangun jaringan FO yang merupakan kebutuhan pokok dari teknologi 5G agar dapat menghasilkan bandwidth yang besar.

Teknologi 5G membutuhkan menara yang lebih rapat untuk dapat menyediakan layanan data yang cepat, stabil, dan koneksi internet yang handal. Peluang ini menjadi kesempatan baru bagi perseroan, khususnya area pusat kota sejak beberapa tahun lalu.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN