Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana kerja di pabrik tekstil PT Sritex Tbk. Foto: Investor Daily/DAVID.

Suasana kerja di pabrik tekstil PT Sritex Tbk. Foto: Investor Daily/DAVID.

Sritex akan Rilis 'Global Bond' US$ 225 Juta

Gita Rossiana, Rabu, 9 Oktober 2019 | 21:31 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex berencana menerbitkan surat utang berdenominasi mata uang dolar Amerika Serikat (global bond) senilai US$ 225 juta. Obligasi ini akan ditawarkan kepada investor di luar wilayah Republik Indonesia.

Wakil Direktur Utama Sri Rejeki Isman Iwan Kurniawan Lukminto mengatakan, surat utang ini akan dijamin oleh PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, PT Primayudha Mandirijaya yang merupakan anak usaha perseroan. "Surat utang akan didaftarkan dan dikutip dalam daftar resmi SGX-ST," jelas dia dalam keterangan resmi, Rabu (9/10).

Sritex merupakan perusahaan tekstil yang yang produknya sudah diakui dunia internasional. Perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara, yang berada di Sukoharjo, Jawa Tengah ini memproduksi berbagai produk global.

Selain pakaian jadi (garmen), beberapa produk fashion Sritex juga memproduksi seragam militer yang berkualitas tinggi. Hingga saat ini setidaknya sudah ada 30 negara yang memesan seragam untuk pasukan militernya ke Sritex.

Sementara tahun ini, perseroan berencana memperluas ekspansi ke Amerika Latin. Sekretaris Perusahaan Sritex Welly Salam mengatakan, perseroan akan menggunakan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile (Indonesia- Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement/IC-CEPA) untuk menembus pasar Amerika Latin. "Chile bisa menjadi pintu masuk ekspor ke kawasan itu," ujar dia.

Perseroan juga berhasil memanfaatkan momentum perang dagang antara Tiongkok-AS untuk meningkatkan ekspor. “Pada 2018 porsi permintaan dari AS meningkat dari single digit ke double digit. Tren peningkatan ini akan berlanjut tahun 2019 ini,” ujar Welly.

Sritex menargetkan penjualan ekspor bisa berkontribusi sekitar 58%-60% dari total penjualan tahun 2019 ini. Kontribusi ekspor ini meningkat dari kontribusi tahun lalu yang sekitar 56%.

Kejelian memanfaatkan peluang dari perang dagang sudah terefleksi pada kinerja perseroan selama 2018. Sritex mencatat penjualan pada 2018 sebesar US$ 1,03 miliar atau meningkat sekitar 36% dari tahun 2017 sebesar US$ 759,3 juta.

Hingga semester I- 2019, Sritex mencatat laba sebesar US$ 63,25 juta atau naik 12,3% dari US$ 56,33 juta per Juni 2018. Welly mengatakan, peningkatan laba ini seiring kenaikan penjualan perseroan sebesar 16,2%, dari US$ 543,76 juta per Juni 2018 menjadi US$ 631,64 juta per Juni 2019.

Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga bertambah 12,27%, dari US$ 445,8 juta menjadi US$ 500,52 juta. Sementara itu, beban penjualan Sritex turun 13,89% menjadi US$ 8,23 juta. Sedangkan aset perseroan tercatat US$ 1,42 miliar per Juni 2019, naik 4,25% dari US$ 1,36 miliar per Desember 2018.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA