Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi portofolio investasi. Foto: mncsekuritas.id

Ilustrasi portofolio investasi. Foto: mncsekuritas.id

Telefast Bidik Kenaikan Kontribusi Bisnis Human Resources

Gita Rossiana, Selasa, 10 September 2019 | 16:50 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Telefast Indonesia Tbk berniat memperbesar kontribusi bisnis pengembangan human resources (HR) terhadap total pendapatan ke depan. Bisnis tersebut diharapkan menyumbang hingga 55% terhadap pendapatan dalam lima tahun mendatang.

Direktur dan Chief Financial Officer (CFO) Telefast Indonesia Setiawan Parikesit mengatakan, saat ini, pendapatan perseroan masih didominasi oleh bisnis distribusi voucher. "Kontribusi bisnis distribusi voucher mencapai 92% terhadap pendapatan," jelas dia di Jakarta, Selasa (10/9).

Perseroan menargetkan kontribusi kontribusi pendapatan dari bisnis integrated mobile solution dengan HR digital di dalamnya menjadi 55% dalam lima tahun ke depan. Sedangkan bisnis distribusi voucher akan turun secara perlahan menjadi 45% dalam 5 tahun ke depan.

Dia mengatakan, bisnis HR digital ini dikembangkan dengan menggabungkan software human resources information system (HRIS), manpower supply specialist, dan digital job application. "Di dalam sistem SDM digital ini, perseroan menyediakan layanan software system, outsourcing, dan job posting web," kata dia.

Guna mendukung ekspansi ini, Setiawan menjelaskan, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 4-5 miliar tahun ini. Dana ini akan diambil dari dana hasil IPO saham. "Untuk dana IPO sendiri, kami harapkan dipakai untuk investasi dalam dua tahun ini," ucap dia.

Perseroan juga akan mengalokasikan lebih banyak lagi investasi untuk pengembangan sistem HR digital tersebut."Dalam 5 tahun, kami mengalokasikan capex sekitar Rp 30-40 miliar untuk pengembangan software dan hardware," ucap dia.

Sementara itu, Direktur Utama Telefast Jody Hedrian mengatakan, sebagian dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal, yakni sebanyak 25%. Sedangkan 70% lainnya untuk modal kerja dan sisanya sebesar 5% akan diarahkan untuk investasi sumber daya manusia (SDM).

Menurut dia, pengembangan SDM memang menjadi salah satu prioritas perseroan tahun ini. "Perusahaan dapat berkembang bagus karena memiliki talenta yang bagus sehingga kami meningkatkan investasi di SDM," kata dia

Perseroan berencana untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp 180 per saham. Dengan harga penawaran tersebut, dana yang bisa dihimpun perusahaan dalam IPO adalah sebesar Rp 74,99 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan di media massa, perseroan berencana melepas 416.666.500 saham ke publik. Saham ini merupakan 25% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Dengan pelepasan saham tersebut, kepemilikan para pemegang saham akan terjadi perubahan. PT MCash Strategi Tbk (MCAS) yang sebelumnya memiliki saham 58,58%, maka berpotensi berkurang menjadi 43,93%. Kemudian kepemilikan saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) juga akan berkurang dari 7,58% menjadi 5,69%. Sementara PT Telefast Investama Indonesia yang sebelumnya menggenggam 33,84% berkurang menjadi 25,38%. Sedangkan kepemilikan masyarakat menjadi 25%.

Lebih lanjut, perseroan sudah mendapatkan persetujuan efektif IPO pada 5 September 2019. Sedangkan masa penawaran umum akan dilakukan pada 9-11 September 2019. Sementara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 17 September 2019.

Perseroan telah menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi saham. Sementara PT Sinarmas Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi saham.

Terkait kinerja keuangan, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 687 miliar. Sedangkan realisasi sampai kuartal I-2019 mencapai Rp 134,2 miliar, menurun dibandingkan kuartal I-2018 yang mencapai Rp 150,9 miliar.

Dari sisi perolehan laba, perseroan menargetkan bisa meraup sebesar Rp 53,6 miliar pada 2019. Sementara sampai kuartal I-2019, perolehan laba perseroan meningkat menjadi Rp 13,7 miliar dari Rp 12,9 miliar pada kuartal I-2018.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA