Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Hotel Indonesia Natour (Persero) menggandeng PT PNM Investment Management untuk melakukan aksi korporasi penerbitan surat utang Medium Term Notes V Hotel Indonesia Natour Tahun 2019  senilai Rp45 miliar. Andy Fahril Manvaludhi, Direktur Keuangan & SDM Hotel Indonesia (kedua dari kiri) berjab tangan dengan Bambang Siswaji, Direktur Utama PNM Investment, (ketiga dari kiri) seusai penandatanganan perjanjian penerbitan MTN V Hotel Indonesia Natour Tahun 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).

PT Hotel Indonesia Natour (Persero) menggandeng PT PNM Investment Management untuk melakukan aksi korporasi penerbitan surat utang Medium Term Notes V Hotel Indonesia Natour Tahun 2019 senilai Rp45 miliar. Andy Fahril Manvaludhi, Direktur Keuangan & SDM Hotel Indonesia (kedua dari kiri) berjab tangan dengan Bambang Siswaji, Direktur Utama PNM Investment, (ketiga dari kiri) seusai penandatanganan perjanjian penerbitan MTN V Hotel Indonesia Natour Tahun 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).

Terbitkan MTN, Hotel Indonesia dan PNM Investment Dorong Sektor Pariwisata

Parluhutan Situmorang, Rabu, 6 November 2019 | 16:55 WIB

JAKARTA, Investor.id -  PT Hotel Indonesia Natour (Persero) bersinergi dengan PNM Investment Management untuk menggalang dana dari pasar modal melalui penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN). Dana akan dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif, khususnya sektor pariwisata.

Direktur Keuangan & SDM Hotel Indonesia Natour Andy Fahril Manvaludhi mengatakan, MTN V Hotel Indonesia Natour Tahun 2019 ini diterbitkan senilai Rp 45 miliar dengan jangka waktu tiga tahun. “Kami mengapresiasi atas kepercayaan investor yang menyerap MTN oerseroan hingga seri V ini. Kepercayaan ini akan dijaga karena menjadi modal penting bagi HIN dalam mengembangkan bisnis ke depannya,” katanya usai penandatanganan Perjanjian Penerbitan MTN V Hotel Indonesia Natour Tahun 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).

Dana MTN ini, menurut dia, akan digunakan untuk menambah modal kerja pengembangan bisnis perhotelan perseroan, yaitu renovasi sejumlah hotel di Bali, Yogyakarta, Medan, dan Sukabumi. Saat ini, BUMN hasil merger antara PT Hotel Indonesia Internasional dan PT Natour pada 13 Oktober 1999 ini telah mengelola 12 hotel dan resort di Bali, Jawa dan Sumatera. Ke-12 unit itu terdiri dari 1 hotel bintang 5 dengan brand Inaya, 7 hotel bintang 4 dengan brand "Grand Inna" dan 4 hotel bintang 3 dengan brand "Inna". "Di tengah ketatnya persaingan bisnis perhotelan, kami harus dan terus melakukan inovasi. Salah satunya dengan merenovasi hotel-hotel strategis," jelasnya.

Inovasi dan ekspansi bisnis perhotelan tersebut dinilai strategis sejalan dengan gencarnya pengembangan sektor pariwisata oleh pemerintah. Apalagi, daerah-daerah tersebut juga menjadi destinasi utama wisata di Indonesia dan sudah memiliki sektor pariwisata yang berkembang pesat.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menyatakan akan menggenjot sektor pariwisata baik melalui promosi maupun pembangunan infrastruktur. Agar semakin fokus, Pemerintah juga telah menetapkan prioritas pengembangan pariwisata 10 Bali Baru. Dua destinasi diantaranya adalah wisata Borobodur yang berdekatan kawasan Yogyakarta, wisata Danau Toba di Medan.

"Adanya prioritas pengembangan 10 Bali Baru ini menjadi harapan besar bagi para pelaku bisnis perhotelan. Prospeknya bakal cerah sehingga market inbound ke Indonesia bisa semakin tumbuh dan berkembang di masa mendatang," katanya.

Hal ini mengingat industri pariwisata berkontribusi cukup signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Bila pada tahun lalu mencapai 4,5%, maka pada tahun ini ditargetkan kontribusi sektor pariwisata mencapai 4,8% dari total PDB nasional. Adapun, sektor hotel dan restoran menyumbang sekitar 3,0% terhadap PDB dalam tiga tahun terakhir ini.

Sementara itu, Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji mengatakan, pihaknya akan berinvestasi pada MTN V Hotel Indonesia Natour Tahun 2019. Surat utang ini akan dijadikan sebagai underlying asset produk reksa dana penyertaan terbatas (RDPT).

"Dengan penerbitan produk ini, PNM Investment berupaya menjembatani para investor di pasar modal dalam membantu pengembangan pariwisata sebagai sektor unggulan ekonomi nasional. Selain itu dengan prospek yang cerah maka investasi ini juga akan semakin menarik," katanya.

Melalui penerbitan RDPT, dia menjelaskan, PNM Investment memperkuat dukungan pendanaan pasar modal kepada sektor riil, khususnya perusahaan BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur, industri penghasil devisa, sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA