Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Waskita Karya melalui anak usahanya WTR meraup dana Rp 550 miliar dari penerbitan RDPT berbasis 30% saham tol Becakayu.

Waskita Karya melalui anak usahanya WTR meraup dana Rp 550 miliar dari penerbitan RDPT berbasis 30% saham tol Becakayu.

Terbitkan RDPT Tol Becakayu, Waskita Kantongi Dana Rp 550 Miliar

Kamis, 19 November 2020 | 12:17 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id -  PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR), meraup dana senilai Rp 550 miliar dari penjualan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) ekuitas Danareksa Infrastruktur. RDPT ini memanfaatkan underlying asset 30% saham PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM).

Director of Business Development & Quality, Safety, Health & Environment Waskita Fery Hendriyanto mengatakan, proses penerbitan RDPT ini sudah dimulai sejak Mei 2020 dan pada Agustus 2020 lalu. “WTR telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) atas rencana pengalihan sebagian sahamnya di KKDM. Pengalihan itu melalui instrumen ekuitas RDPT,” ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Kamis (19/11).

KKDM sendiri merupakan badan usaha jalan tol yang memegang konsesi ruas Bekasi – Cawang - Kampung Melayu (Becakayu). RDPT ini berbasis ekuitas dan dibentuk oleh Manajer Investasi yakni PT Danareksa Investment Management (DIM) dan sebagai Bank Kustodian yakni PT Bank Central Asia, Tbk (BCA).

Sementara itu, Direktur Utama WTR Herwidiakto, raihan dana sebesar Rp 550 miliar nantinya digunakan untuk membiayai pembangunan dan pengembangan ruas Becakayu dan ruas tol WTR lainnya. Sedangkan pilihan divestasi melalui RDPT ini merupakan bagian dari upaya untuk memperoleh penerimaan dana agar proses bisnis WTR dalam melakukan asset recycle dapat terlaksana.

Dia menambahkan, besarnya minat investor terhadap RDPT ekuitas ini menjadi bukti tingginya kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis WTR di bidang infrastruktur, khususnya jalan tol di Indonesia. “Ke depan, kami akan melakukan inovasi-inovasi dalam rangka percepatan penerimaan untuk penyelesaian proyek dan investasi infrastruktur jalan tol lainnya.” jelas Direktur Utama WTR.

Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soerwardjono, Waskita Karya tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk menopang kinerja keuangan ke depan. Di antaranya, restrukturisasi utang, divestasi saham tol, dan penguatan sumber daya manusia.

Dalam restrukturisasi tersebut, dia mengatakan, perseroan berupaya bernegosiasi dengan sejumlah bank untuk bisa memperpanjang tenor utang perseroan. “Yang menjadi masalah bagi kami adalah sebagian besar pendanaan jangka pendek. Padahal investasi proyek, khususnya jalan tol, membutuhkan pembiayaan jangka panjang. Karena investasi tol tidak langsung menguntungkan masih harus menunggu setidaknya 10 tahun sebelum menghasilkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan berupaya merestrukturisasi sebesar 35% dari total utang perseroan atau setidaknya mencapai Rp 25 triliun harus direstrukturisasi. Restrukturisasi tersebut akan dilakukan dengan memperpanjang tenor dari semula di bawah lima tahun menjadi 10-15 tahun. Perseroan tengah bernegosiasi dengan bank-bank Himbara agar renegosiasi utang tersebut bisa terwujud tahun ini.

Pihaknya mengharapkan dukungan pemerintah untuk mempermudah negosiasi utang tersebut. Menurut dia, perseroan menargetkan restrukturisasi utang tersebut bisa memangkas beban bunga setidaknya 50% dari total beban bunga yang harus dikeluarkan perseroan tahun ini. Penurunan beban bungan ini diharapkan membawa perseroan kembali untung tahun depan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN