Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama  Radana Bhaskara Finance, Evy Indahwaty. Foto: Perseroan

Direktur Utama Radana Bhaskara Finance, Evy Indahwaty. Foto: Perseroan

Trakindo Eksekusi Rights Issue Radana Finance, Investor Baru Siap Masuk

Gita Rossiana, Rabu, 14 Agustus 2019 | 22:23 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) atau Radana Finance berencana menambah modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada 25 September 2019. Dari rights issue tersebut, perseroan berharap bisa memperoleh dana sebesar Rp 696,57 miliar.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak 6,96 miliar saham baru atau setara 74,94% dari modal disetor setelah rights issue. PT Tiara Marga Trakindo (TMT) selaku pemegang saham pengendali akan menyerap sebanyak 2,34 miliar saham. TMT akan mengeksekusi haknya melalui konversi seluruh tagihan senilai Rp 212 miliar menjadi saham di Radana Finance. Sisanya akan disetor secara tunai.

Sementara itu, pemegang saham lainnya, yaitu PT Inti Investasi Prima (IIP), tidak akan mengeksekusi haknya. Sebab, saat pencatatan pemegang saham yang berhak atas saham baru, IIP tidak termasuk dalam pemegang saham utama. Karena itu, IIP, PT Eliora Lumina Indonesia, dan PT HD Corpora akan mengalihkan sahamnya kepada investor baru sebanyak 626,91 juta saham.

Sedangkan investor baru akan melaksanakan seluruh haknya sebanyak 3,3 miliar saham. “Investor baru juga akan membeli 480 juta saham milik TMT,” ungkap manajemen Radana Finance dalam pengumuman resmi, Rabu (14/8).

Adapun struktur kepemilikan saham perseroan saat ini adalah TMT (70,78%) dan IIP (21,72%). Sisanya dimiliki oleh masyarakat. Namun, setelah rights issue, kepemilikan saham TMT akan berkurang menjadi 50,18%, investor baru akan memiliki 47,51%, dan kepemilikan masyarakat terdilusi menjadi 2,31%.

Menurut rencana, perseroan akan melakukan distribusi HMETD pada 13 September 2019. Sedangkan pelaksanaan HMETD akan dilakukan pada 25 September 2019. PT Surya Fajar Capital Tbk menjadi penasihat keuangan.

Presiden Direktur Radana Finance Evy Indahwaty menjelaskan, dana dari hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja. Perseroan saat ini memiliki usaha pembiayaan konsumen. “Kami juga mencari dana dari pinjaman bank, namun saat ini pendanaan modal kerja masih menggunakan dana sendiri," jelas dia kepada Investor Daily.

Adapun Hingga Maret 2019, perseroan membukukan rugi Rp 46,17 miliar, berbanding terbalik dibandingkan periode sama tahun lalu yang sempat mencatat keuntungan Rp 3,93 miliar. Hal itu disebabkan oleh pendapatan perseroan yang menurun 56,3% menjadi Rp 90,65 miliar pada Maret 2019. Padahal, pada Maret 2018, perseroan bisa membukukan pendapatan Rp 207,25 miliar.

Penurunan pendapatan terutama terjadi pada bisnis pembiayaan konsumen. Pendapatan dari bisnis inti tersebut mencapai Rp 58,33 miliar, menurun dari periode Maret 2018 yang sempat mencapai Rp 134,47 miliar.

Jumlah pendapatan tersebut juga lebih tinggi dari jumlah beban yang mencapai Rp 138,21 miliar, walaupun nilai tersebut menurun dari Maret 2018 yang mencapai Rp 201,77 miliar.

Sementara itu, aset perseroan tercatat Rp 1,76 triliun, menurun 52,6% dibandingkan Maret 2018. Penurunan juga terjadi pada ekuitas sebesar 64,8% menjadi Rp 186,02 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA