Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut PT Trias Sentosa Tbk Sugeng Kurniawan (kanan) saat paparan publik di Surabaya, Kamis (26/11/2020). Foto: Amrozi Amenan

Dirut PT Trias Sentosa Tbk Sugeng Kurniawan (kanan) saat paparan publik di Surabaya, Kamis (26/11/2020). Foto: Amrozi Amenan

Trias Sentosa Proyeksikan Penjualan Rp 2,7 Triliun

Jumat, 27 November 2020 | 22:07 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Perusahaan plastik film, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), memproyeksikan penjualan tahun ini bisa mencapai Rp 2,7 trliun, tumbuh 12% dibanding penjualan tahun lalu. Pasalnya, permintaan produk kemasan plastik film baik di pasar domestik maupun ekspor masih menunjukkan tren meningkat di triwulan IV tahun ini, meskipun perekonomian nasional dan dunia masih melambat akibat pandemi Covid-19.

Dirut PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan,  mengatakan selama ini konsumsi kemasan plastik flim atau flexible packaging film dalam negeri dipenuhi oleh industri di dalam negeri dan impor yang mencapai 25%.

Saat pandemi Covid-19 melanda beberapa negara termasuk Indonesia sejak Maret 2019, pengiriman produk impor dari sejumlah negara pemasok terganggu. Dan dalam waktu yang bersamaan, nilai tukar mata uang dolar AS terhadap mata uang rupiah juga naik hingga sempat tembus di angka Rp 16.000 per dolar AS.

Kondisi itu membuat beberapa konsumen di dalam negeri yang sebelumnya mengandalkan produk kemasan plastik film impor menggantinya dengan produk serupa dari dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Jadi bisa dikata, ini berkah buat kami di dalam negeri karena permintaan pasar domestik untuk produk flexible packaging film kami justru meningkat di masa pandemi Covid-19,” kata Sugeng usai Paparan Publik di Surabaya, Kamis (26/11/2020).

Sugeng mengatakan, saat pandemi Covid-19 perseroan tetap beroperasi secara penuh dengan mengikuti aturan, pedoman dan protokol kesehatan yang berlaku. “Utilitas pabrik kami mencapai hampir 90% dengan kapasitas produksi 100.000 ton per tahun untuk menjaga pasokan ke pelanggan yang permintaannya tetap stabil tumbuh tersebut,” ungkapnya.

Disebutkan, selain pasar domestik, pasar ekspor juga menunjukkan tren positif, permintaan untuk produk kemasan film juga tumbuh meski pertumbuhannya tidak sebesar pasar domestik. Negara-negara tujuan ekspor seperti Jepang, Korea, beberapa negara di Asia Tenggara dan Amerika Serikat tidak mengurangi permintaannya dengan harga yang mengalami penurunan.

“Meski harga flexible packaging film di pasar mengalami penurunan, tetapi karena ditunjang volume penjualan yang besar karena tingginya permintaan pasar baik domestik maupun ekspor sehingga penjualan sampai akhir trwulan ketiga tahun ini tumbuh 10,7 persen menjadi Rp 2,2 triliun dan laba bruto meningkat sebesar 39,8 persen menjadi Rp 228 miliar jika dibandingkan dengan triwulan ketiga tahun 2019,” terang Sugeng.

Dia menyebutkan, konsumsi kemasan plastik flim di industri makanan dan minuman yang meningkat menjadi faktor pendorong meningkatnya permintaan produk tersebut di masa pandemi Covid-19.

“Permintaan pasar domestik dan ekspor terhadap produk kami masih stabil sampai sekarang dan penjualan kami di triwulan keempat juga tetap tumbuh. Sehingga, kami juga optimistis penjualan tahun ini akan tumbuh antara 11 persen hingga 12% atau bisa mencapai diatas Rp 2,5 triliun atau bahkan bisa Rp 2,7 trliun,” ujarnya.

Sugeng mengatakan, perseroan akan tetap fokus pada penjualan produk-produk yang memberikan nilai lebih paa pelanggan utama di pasar domestik dan ekspor sambil terus mengantisipasi situasi dunia usaha untuk menjamin pasokan ke pelanggan.

Untuk itu, perseroan juga akan tetap melakukan investasi baru untuk menambah kapasitas dari sekarang 115.000 ton dengan menambah mesin baru pembuat film yang direncanakan akan dimulai pada 2022. Sebelum investasi mesin baru dimulau, terlebih dulu akan dilakukan investasi penambahan gudang baru.

“Tahun depan, kita akan mulai pembangunan gudang dengan investasi sekitar Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar,” pungkas Sugeng.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN