Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) Yuji Ishii (tiga dari kiri), Executive Officer Unicharm Corporation Hirotatsu Shimada, Direktur Sri Haryani, menekan tombol saat pencatatan saham perdana Uni-Charm, disaksikan oleh Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S. Manullang dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) Yuji Ishii (tiga dari kiri), Executive Officer Unicharm Corporation Hirotatsu Shimada, Direktur Sri Haryani, menekan tombol saat pencatatan saham perdana Uni-Charm, disaksikan oleh Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S. Manullang dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Uni-Charm Lanjutkan Jual Masker Dan Kapas Wajah

Kamis, 26 November 2020 | 16:31 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) akan tetap melanjutkan penjualan masker dan kapas wajah tahun depan. Hal ini seiring dengan pesatnya permintaan kedua produk tersebut sepanjang tahun ini.

Presiden Direktur Uni-Charm Indonesia Yuji Ishii mengatakan, Uni-Charm telah meluncurkan produk masker pada Maret tahun ini. "Sejak di-launching tahun ini, permintaanya terus meningkat. Masker ini langsung diimpor dari Jepang," ujar dia dalam acara Paparan Publik secara Virtual pada Kamis, (26/11).

Selain masker, Uni-Charm juga mengembangkan produk kapas wajah dengan merek Silcot. Ishii menjelaskan, di tengah pandemi ini, penjualan kapas wajah menunjukkan peningkatan. Tahun depan, seiring dengan dihapuskannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penjualan kapas wajah diproyeksikan akan semakin meningkat.

Kendati mengembangkan produk masker dan kapas wajah, namun bisnis baby care tetap menjadi bisnis utama Uni-Charm. Ishii mengungkapkan, produk popok sekali pakai Uni-Charm dengan merek Mamy Poko kini menguasai pangsa pasar 47%. "Dengan pangsa pasar 47%, Mamy Poko menjadi pemimpin pasar di kategori popok sekali pakai," terang Ishii.

Adapun produk popok sekali pakai ini memiliki empat tipe dengan tujuh varian. Selain popok sekali pakai, Uni-Charm juga memiliki produk tisu basah dengan dua tipe untuk kategori baby care.

Ishii menjelaskan, Uni-Charm juga memiliki produk untuk segmen feminine care dan health care. Kedua produk ini memiliki pangsa pasar masing-masing 45% dan 41%. "Untuk segmen feminine care dan health care, kami juga menjadi pemimpin pasar," papar Ishii.

Di segmen feminine care, Uni-Charm memiliki produk pembalut wanita, panty liners dan kapas wajah. Sedangkan di segmen health care, Uni-Charm memiliki produk popok dewasa, lapisan penyerap urin dan masker.

Hingga kuartal III-2020, Uni-Charm mencatat perolehan pendapatan sebesar Rp 6,2 triliun, turu tipis dari raihan periode sama tahun lalu mencapai Rp 6,25 triliun. Popok sekali pakai menjadi kontributor paling besar terhadap pendapatan perseroan, yakni sebesar 95,2% dan sisanya dari produk lainnya.

Seiring penurunan pendapatan, laba kotor Uni-Charm juga melemah menjadi Rp 1,54 triliun hingga kuartal III-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,55 triliun.

Belum lama ini, Uni-Charm Indonesia membeli mesin pabrik senilai 986,48 juta yen dari Unicharm Corporation. Pembelian mesin pabrik ini diharapkan dapat meningkatkan produksi perseroan.

Direktur Uni-Charm Indonesia Junichiro Onishi mengatakan, mesin tersebut dibeli perseroan pada 20 Oktober 2020. Jenis mesin yang dibeli adalah mesin untuk produksi popok celana dewasa ukuran M/L.

Sumber dana pembelian mesini produksi berasal dari hasil penawaran umum perdana perseroan. Perseroan berharap dengan pembelian mesin ini bisa meningkatkan jumlah kapasitas produksi popok dewasa.

Adapun Uni-Charm Indonesia sudah menggunakan dana dari hasil penawaran umum perdana sebesar Rp 882,02 miliar hingga saat ini. Sedangkan dana yang terserap sebesar Rp 274,97 miliar dimanfaatkan sebagian besar untuk membayar utang kepada Uni-Charm Corporation.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN