Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek Waskita Karya. Foto: B1photo-Danung

Salah satu proyek Waskita Karya. Foto: B1photo-Danung

Waskita Karya Kejar Tagihan 'Turnkey' Rp 20 Triliun

Farid Firdaus, Selasa, 8 Oktober 2019 | 19:12 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengejar pembayaran dari proyek-proyek turnkey sekitar Rp 20 triliun pada kuartal IV-2019. Dari nilai tersebut, porsi paling banyak berasal dari pekerjaan tol Trans Sumatera yang dikembangkan oleh PT Hutama Karya.

Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan, pada Oktober saja, perseroan akan menerima pembayaran dari empat proyek turnkey yang telah dikerjakan oleh Waskita senilai Rp 2,52 triliun.

Keempat proyek dimaksud adalah proyek LRT Sumatera Selatan senilai Rp 500 miliar, tol Kunciran-Parigi Rp 700 miliar, tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan Rp 327 miliar, dan tol Cinere-Serpong Rp 1 triliun.

“Khusus tol Cinere-Serpong, proses pemenuhan persyaratan administrasinya masih berlangsung dan diharapkan pencairannya dapat dilaksanakan pada Oktober ini,” jelas Haris dalam keterangan resmi, Selasa (8/10).

Haris menambahkan, Waskita juga akan melakukan penagihan untuk pekerjaan proyek tol Trans Sumatera yang dikembangkan oleh Hutama Karya dan selesai pada 2019. Dari proyek tol Trans Sumatera ini, Waskita diharapkan dapat menerima pembayaran sebesar Rp 13 triliun.

Selanjutnya, perseroan berharap menerima pembayaran dari proyek tol Jakarta-Cikampek II Elevated. Pembayaran sebesar Rp 4,5 triliun dari proyek ini diproyeksikan dapat diterima pada Desember 2019.

Adapun pembayaran atas proyek-proyek ini termasuk dalam rencana penerimaan kas masuk dari proyek turnkey sebesar Rp 24 triliun yang selesai pada 2019. “Pembayaran tersebut diharapkan membantu menjaga rasio hutang berbunga terhadap modal ini sebesar 2,3 kali pada 2019,” kata Haris.

Sebagai informasi, Waskita tercatat telah mengerjakan berbagai proyek strategis nasional, baik infastruktur jalan tol, light rail transit, maupun bendungan yang sebagian besar dikerjakan dengan skema pendanaan turnkey sejak 2014. Sebanyak 18 ruas jalan tol sepanjang 1.013 kilometer yang konsesinya dimiliki Waskita telah selesai dibangun dan saat ini sebagian besar sudah dioperasikan.

Divestasi

Pada sisa tahun ini, Grup Waskita bersiap menerima dana segar hasil divestasi dua ruas jalan tol. Pada 30 September 2019, Road King Infrastructure Ltd melalui anak usahanya, Kings Key Ltd, menandatangani conditional sale and purchase agreement (CSPA) untuk mengakuisisi masing-masing 40% saham dalam dua ruas tol milik PT Waskita Toll Road, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Pembelian bakal dilakukan dengan sejumlah tahapan, mulai dari uang muka hingga pinjaman (shareholder loan) senilai total Rp 2,1 triliun. Bahkan, Road King yang tercatat di Bursa Efek Hong Kong ini juga membuka peluang untuk pendanaan lanjutan senilai Rp 863 miliar untuk kedua ruas tol tersebut. 

Saham dua ruas tol yang dibeli Kings Key tersebut adalah milik Waskita dalam PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), pengelola ruas tol Solo-Ngawi dengan masa konsesi hingga 2056.  Serta, kepemilikan saham pada PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK), pengelola ruas tol Ngawi-Kertosono dengan masa konsesi hingga 2066.

“Selain ekuitas, Kings Key juga setuju untuk membeli saham pada JNKK dengan pemberian pinjaman pada saat penyelesaian transaksi,” jelas manajemen Road King.

Rincian CSPA ini antara lain, Kings Key membayar uang muka Rp 1,32 triliun atau setara HK$ 729,3 juta untuk 40% saham JSN. Lalu, senilai Rp 562 miliar atau setara HK$ 310,5 juta untuk 40% saham JNKK.

Pada bagian shareholder loan, nilai yang akan dibayar saat tanggal penyelesaian transaksi sekitar Rp 226 miliar ditambah bunga Rp 63 miliar, dan biaya provisi Rp 772 juta.

Sesuai rencana, pembayaran akan dilakukan dalam sejumlah tahapan. Pertama, 60% dari harga pembelian saham JNKK dan 100% dari harga pembelian JSN, serta pinjaman kepada JNKK harus dibayar Kings Key saat tanggal penyelesaian.

Tahap selanjutnya, 40% dari harga pembelian saham JNKK akan dibayarkan Kings Key saat tahun pertama, setelah penyelesaian transaksi dilakukan. Untuk mengamankan pembayaran tersebut, Kings Key atau pemegang saham pengendali akan memberikan Waskita Toll Road dukungan kredit, yang disertakan bank garansi atau rekening escrow.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA