Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Grup Wika. Foto: David.

Proyek Grup Wika. Foto: David.

Wika Bidik Laba Bersih Rp 2,92 Triliun

Farid Firdaus, Senin, 23 Maret 2020 | 22:06 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan laba bersih tahun ini tumbuh 11,41% menjadi Rp 2,92 triliun, dibanding realisasi tahun lalu Rp 2,62 triliun. Salah satu strategi perseroan adalah mengejar target kontrak baru 2020 sebesar Rp 65,5 triliun, melonjak 59,7% dibanding realisasi 2019 sebesar Rp 42 triliun.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengatakan, sepanjang 2019 perseroan mengalami kenaikan laba bersih sebesar 26,42% dibanding periode 2018. Capaian kinerja tersebut, salah satunya dipengaruhi oleh kuatnya komitmen dan strategi perseroan dalam menjalankan roda bisnisnya di tengah siklus politik lima tahunan yaitu, pemilihan umum.

“Apa yang telah ditorehkan pada 2019, membuktikan jika perseroan mampu menciptakan operasi yang semakin efisien dan strategi investasi yang mulai membuahkan hasil sehingga memberikan hasil yang lebih optimal," jelas dia dalam keterangan resmi.

Hingga akhir 2019, posisi utang berbunga perseroan sebesar Rp15,08 triliun dan total ekuitas sebesar Rp19,22 triliun. Hal ini menghasilkan rasio gross gearing dan net gearing masing-masing hanya sebesar 0,78 kali dan 0,25 kali.

Menurut Tumiyana, posisi tersebut menunjukkan jika perseroan sangat sehat secara keuangan. Perseroan pun memiliki ruang yang cukup untuk berpartisipasi pada proyek-proyek infrastruktur yang menjadi program pemerintah.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan, adanya wabah Covid-19 yang menerpa dunia membuat perseroan mengevaluasi sejauh mana dampaknya terhadap target-target perseroan, utamanya target kontrak baru tahun ini.

Perseroan belum merilis nilai kontrak baru yang telah diraih sepanjang tahun berjalan ini (year to date/Ytd). Namun, per Januari 2020, perseroan baru mengantongi nilai kontrak baru Rp 822,43 miliar, yang sebanyak 52,27% berasal dari swasta, 43,97% pemerintah, dan sisa 3,77% BUMN.

Sembari mengejar target kontrak baru, Wika pun mulai merealisasikan pekerjaan dari kontrak yang telah diraih perseroan pada tahun lalu. Salah satunya adalah proyek luar negeri, yakni gedung tertinggi Tour de Goree di Senegal, Afrika Barat.

Kesepakatan terkait proyek ini telah ditandatangani Wika dengan lembaga yang dikendalikan pemerintah Senegal, yakni L’Agence De Gestion Du Patrimoine Bati De L’Etat (AGPBE) pada 2 Desember 2019.

Prosesi tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama bisnis antara Pemerintah Senegal dengan Wika dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank pada perhelatan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) Agustus 2019.

Menurut Mahendra, Tour de Goree berpeluang menjadi pembuktian perseroan dalam menggarap proyek konstruksi di Afrika. Dengan kepercayaan investor dan mitra bisnis, perseroan bisa menjajaki sejumlah proyek kontruksi di negara lain, misalnya di Tanzania dan Kongo.

Hingga saat ini, Wika telah memperlebar wilayah ekspansinya hingga sembilan negara. Pada 2020, perseroan berencana merambah tiga negara baru yakni Madagaskar, Mauritius, dan Ethiopia. Wika bakal menggandeng sejumlah BUMN lain untuk bersama-sama menggarap proyek konstruksi di luar negeri.

Semisal, lanjut Mahendra, Wika bisa berkolaborasi dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA untuk proyek revitalisasi jalur kereta api. Selain itu, perseroan juga berencana menggandeng PT Angkasa Pura II dalam pengembangan bandara. Tak ketinggalan, proyek pebangunan hanggar pesawat juga dibidik Wika bersama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN