Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jaringan XL Axiata (Foto: XL Axiata/IST)

Jaringan XL Axiata (Foto: XL Axiata/IST)

XL Buka Lelang 3.300 Menara Telekomunikasi

Farid Firdaus, Jumat, 8 November 2019 | 07:00 WIB

JAKARTA, Investor.id – P XL Axiata Tbk (EXCL) membuka lelang penjualan sekitar 3.200-3.300 menara telekomunikasi milik perseroan. Penjualan aset yang masuk dalam kategori transaksi material ini ditargetkan tuntas pada kuartal I-2020.

Direktur Keuangan XL Axiata Mohamed Adlan mengatakan, perseroan telah mengumumkan secara resmi lelang menara telekomunikasi ini pada 5 November 2019. Namun, perseroan belum menentapkan valuasi atau target dana yang diraih dari aksi korporasi ini.

“Karena baru saja diumumkan ke pasar, maka saya juga belum tahu siapa saja perusahaan yang berminat. Menara ini adalah bagian dari 4.500 menara XL yang masuk ke dalam kategori aset tidak telalu strategis,” jelas dia kepada Investor Daily, Kamis (7/11).

Rencana transaksi ini diperkirakan berpotensi sebagai transaksi material. Hal ini berarti nilai transaksinya lebih dari 20% ekuitas perseroan. Tercatat, total ekuitas perseroan mencapai Rp 18,89 triliun per 30 September 2019. Dengan demikian, nilai penjualan menara ini berpotensi mencapai lebih dari Rp 3,8 triliun.

Sebelumnya, Adlan sempat menjelaskan, semula aset 4.500 menara ini masuk dalam kelompok aset strategis. Sebab, perseroan cukup bergantung pada menara dalam rancangan jaringan telekomunikasinya. Namun, seiring berjalan waktu, kini ketergantungan tersebut telah berkurang karena arsitektur jaringan XL lebih terdistribusi.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Helmy Yusman Santoso, Wakil Direktur Utama PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Adam Ghifari, dan Direktur Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Harry M Zen menyatakan belum mengetahui detail lelang dari XL. Ketiga direksi tersebut belum bisa buru-buru menyatakan tertarik mengikuti lelang atau tidak.

Sebagai informasi, Jika XL berhasil mengeksekusi aksi ini, maka penjualan kali ini bakal menjadi yang ketiga kalinya, setelah perseroan berhasil melepas total 6.000 menara pada 2014 dan 2016. XL Axiata berhasil melakukan transaksi penjualan 3.500 menara melalui proses lelang seharga Rp 5,6 triliun kepada PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) pada 2014. Selanjutnya, perseroan mengantongi Rp 3,56 triliun dari hasil penjualan 2.500 menara kepada anak usaha Sarana Menara, yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia pada 2016.

Hingga kuartal III-2019, XL berhasil meraup kenaikan pendapatan sebesar 11% menjadi Rp 18,72 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 16,89 triliun. Seiring itu perseroa membukukan laba bersih Rp 498 miliar, yang berbanding dari rugi bersih kuartal III-2018 Rp 145 miliar.

Hingga September 2019, EBITDA XL juga melesat 19% menjadi Rp 7,35 triliun, dari periode sama tahun lalu Rp 6,16 triliun. Alhasil, laba bersih yang telah dinormalisasi mencapai Rp 505 miliar, berbanding dari rugi bersih yang dinormalisasi Rp 67 miliar.

Kenaikan pendapatan XL didorong oleh kenaikan pada pendapatan layanan sebesar 16% secara year on year (yoy) menjadi Rp 16,98 triliun dan pendapatan data yang melonjak hingga 30% menjadi Rp 14,94 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu.

Pada saat sama, perusahaan juga melakukan efisiensi biaya sehingga mampu meningkatkan EBITDA sebesar 19% yoy, yang sekaligus lebih tinggi dari pendapatan dan mendorong peningkatan EBITDA margin menjadi sebesar 39%, dari 36% di kuartal III-2018.

Tercatat, perseroan memiliki lebih dari 53 ribu unit BTS 3G dan lebih dari 39 ribu BTS 4G. Layanan 4G dari perseroan kini hadir di 410 kota kabupaten, di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di luar Jawa. Selain itu, fiberisasi juga terus dipergencar seiring dengan terus meningkatnya trafik data.

Sedangkan total trafik di seluruh jaringan perseroan meningkat sebesar 56% selama Januari-September 2019. Pertumbuhan tinggi ini mayoritas terjadi di layanan data, terutama pada layanan 4G. Sejak perusahaan fokus berinvestasi jaringan di luar Jawa mulai 2016 hingga saat ini, kinerja dari luar Jawa menunjukkan performa yang kuat. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA