Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Startup rural e-commerce, Dagangan, mengumumkan pendanaan pra-seri B senilai US$ 6,6 juta, yang dipimpin oleh BTPN Syariah Ventura. (ist)

Startup rural e-commerce, Dagangan, mengumumkan pendanaan pra-seri B senilai US$ 6,6 juta, yang dipimpin oleh BTPN Syariah Ventura. (ist)

BTPN Syariah Ventura Pimpin Pendanaan Dagangan US$ 6,6 Juta

Minggu, 5 Juni 2022 | 18:42 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Startup rural e-commerce, Dagangan, mengumumkan pendanaan pra-seri B senilai US$ 6,6 juta, yang dipimpin oleh BTPN Syariah Ventura dengan partisipasi dari investor lainnya, termasuk Monk’s Hill Ventures dan Hendra Kwik, CEO Payfazz, perusahaan fintech yang melayani UMKM dan masyarakat unbanked di Indonesia.

Investasi strategis ini akan digunakan Dagangan untuk meneruskan ekspansi bisnis serta meningkatkan kapabilitas tim pengembangan produk dan teknologi. Dagangan juga akan bekerja sama dengan institusi keuangan lainnya untuk mengembangkan layanan finansial.

“Kami memiliki aspirasi agar dapat melayani masyarakat hingga ke daerah pelosok, sehingga perekonomian di desa dapat tumbuh secara signifikan. Pendanaan yang dipimpin oleh BTPN Syariah Ventura ini bukan sekedar investasi, namun permulaan dari ikhtiar bersama untuk memperkuat ekosistem digital yang inklusif bagi masyarakat Indonesia ke depan,” ujar CEO dan Co-founder Dagangan Ryan Manafe, Minggu (5/6/2022).

Ryan menambahkan, Dagangan telah bermitra dengan PT BTPN Syariah Tbk, induk BTPN Syariah Ventura, sejak 2020. Dagangan melihat BTPN memiliki semangat sama dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia di pelosok.

Melalui pendanaan ini, dia menerangkan, BTPN Syariah Ventura memberikan Daganga akses terhadap ekosistem yang dimiliki, sehingga memberi kesempatan memperluas bisnis, termasuk memberikan kesempatan bagi para pengguna untuk mendapatkan akses dan layanan keuangan terbaik.

Dia menegaskan, Dagangan merupakan platform e-commerce yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari sembako, bahan makanan segar dan beku, hingga produk fashion, dan memberikan layanan pengantaran barang belanjaan di hari yang sama dan keesokan harinya. Dagangan membangun model bisnis yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk dapat berbelanja melalui berbagai saluran, baik secara langsung melalui platform, jaringan reseller, dan pihak ketiga yang bekerja sama dengan Dagangan.

Berbasis di Yogyakarta, Dagangan menggunakan model hub and spoke dalam operasional bisnis. Startup ini membangun pusat pengadaan kebutuhan pokok atau micro fulfilment center (hub) di kota-kota lapis 3-4 dan wilayah perdesaan, sehingga biaya logistik menjadi lebih efisien. Model operasional ini memberikan kemudahan bagi para pengguna aplikasi Dagangan dalam mendapatkan barang kebutuhan pokok sehari-hari dengan lebih mudah dan murah, sekaligus membantu produsen besar untuk menjangkau area-area yang sebelumnya sulit dilakukan akibat keterbatasan logistik.

“Tujuan utama kami adalah membangun perusahaan ritel dan e-commerce terintegrasi terbesar di Indonesia yang mampu menjangkau 90 ribu desa dan kota-kota lapis 3-4, tempat tinggal 80% penduduk Indonesia,” ungkap President dan Co-founder Dagangan Wilson Yanaprasetya.

Oleh karena itu, Wilson menyatakan, Dagangan sangat fokus pada pemetaan bisnis yang tepat dengan membuat organisasi yang efisien, menciptakan pertumbuhan yang konsisten, dan disertai pengembangan teknologi yang inovatif untuk produk. Saat ini, setiap transaksi di aplikasi Dagangan mampu memberikan keuntungan yang bertumbuh. Hal ini jarang terjadi dii startup yang baru berdiri.

Sejak menerima pendanaan seri A senilai US$ 11,5 juta, September 2021, Dagangan berhasil mencetak pertumbuhan bisnis hingga lima kali lipat. Saat ini Dagangan telah memiliki 40 lebih hub yang tersebar di berbagai area di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Produk dan layanan Dagangan telah menjangkau hampir 15 ribu desa di 40 kota/kabupaten.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN