Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi GoTo. (Foto: Dok. GoTo)

Ilustrasi GoTo. (Foto: Dok. GoTo)

Efek Monetisasi dan Efisiensi, Kinerja GoTo Q3 Lebihi Ekspektasi

Senin, 21 November 2022 | 18:29 WIB

JAKARTA, investor.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi merilis kinerja keuangan di kuartal III-2022 pada Senin ini (21/11).

Hasilnya, performa bisnis induk Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial ini melampaui ekspektasi yang dicanangkan di kuartal sebelumnya.

Manajemen GOTO melaporkan total nilai transaksi (gross transaction value/GTV) kuartal III naik 33% mencapai Rp161 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya dan melewati target kinerja yang telah ditetapkan antara Rp151 triliun hingga Rp156 triliun.

Sementara itu, pendapatan bruto Q3-2022 juga naik 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp5,9 triliun, mencapai batas atas pedoman yang ditetapkan antara Rp5,7 triliun hingga Rp6,0 triliun.

Pencapaian GTV dan pendapatan bruto pada Q3 tahun ini (Juli-September) juga mencapai rekor tertinggi angkanya dibandingkan dengan enam kuartal sebelumnya sejak Q1-2021.

Adapun sepanjang 9 bulan tahun ini, GTV GoTo mencapai Rp 451,47 triliun dari periode yang sama tahun tahun lalu Rp 324,94 triliu (proforma), meningkat 38,94%.

Pendapatan kotor dalam 9 bulan tahun ini juga naik 42,01% menjadi Rp 16,63 triliun dari sebelumnya Rp 11,71 triliun (proforma). Sementara itu, pendapatan bersih selama 9 bulan juga melesat 134,41% menjadi Rp 7,97 triliun periode yang sama tahun lalu Rp 3,40 triliun.

Andre Soelistyo, Direktur Utama Grup GoTo mengatakan perusahaan mencatatkan kinerja kuat di kuartal ketiga, sehingga mempercepat langkah perseroan menuju profit, seiring dengan pertumbuhan pendapatan dan berkurangnya rugi EBITDA yang disesuaikan.

“Margin kontribusi secara grup melampaui pedoman yang kami sampaikan kuartal sebelumnya, dengan margin kontribusi positif di segmen On-Demand Service tercapai pada September, jauh lebih cepat dibandingkan dengan target,” kata Andre, dalam keterangan resmi, Senin (21/11).

Menurut Andre, pencapaian ini didorong oleh fokus perusahaan dalam memberikan produk terbaik kepada pelanggan loyal serta kedisiplinan perseroan dalam mengelola beban usaha secara efisien. Sebagai contoh, perluasan layanan GoPay Coins secara langsung mendorong rasionalisasi beban promosi sekaligus memberikan apresiasi bagi konsumen yang terus menggunakan layanan GoTo.

“Perbaikan margin usaha sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan, yang menunjukkan resiliensi bisnis kami dan kekuatan perekonomian Indonesia. Capaian kinerja keuangan dan operasional pada kuartal ini menegaskan bahwa kami berada di jalur pertumbuhan yang tepat sebagai ekosistem digital terbesar di Indonesia,” kata Andre.

Margin Kontribusi

Selain mencetak rekor dari sisi pendapatan, GoTo juga berhasil mencatatkan pengurangan kerugian yang signifikan. Adapun margin kontribusi GoTo pada Q3-2022 lebih baik 43% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan 41% lebih baik dari kuartal sebelumnya, di atas pedoman perusahaan. Keduanya menunjukkan perusahaan berhasil menekan kerugian di atas target.

Layanan pada segmen On-Demand, yang terdiri dari layanan transportasi, pesan antar makanan dan logistik, juga berhasil mencapai margin kontribusi positif pada September lalu jauh lebih cepat dibandingkan target.

Margin kontribusi adalah rasio nilai dari profitabilitas dari masing-masing produk yang ada di perusahaan GoTo sebelum dikurangi oleh biaya headquarter atau operational expenses.

Sementara itu, rugi EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 3,7 triliun di kuartal III-2022, turun 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan 10% lebih kecil dibanding kuartal II-2022.

Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo mengatakan kinerja perusahaan yang kokoh pada kuartal ketiga tahun 2022 membuktikan momentum pertumbuhan dan kekuatan model bisnis GoTo.

Perseroan juga telah mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pencapaian target-target pertumbuhan dan profitabilitas. Hasilnya, GoTo mencatatkan pertumbuhan secara konsisten.

Ketidakpastian kondisi makroekonomi global yang dipicu peningkatan inflasi, suku bunga, harga bahan bakar minyak, dan energi, mendorong perseroan untuk tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, dengan fokus pada optimalisasi beban usaha.

“Sepanjang kuartal ketiga kami telah mengurangi belanja insentif, menghapus belanja promosi untuk kelompok konsumen nonaktif, dan terus menurunkan belanja pemasaran serta terus mengoptimalkan pengurangan beban biaya, untuk mendukung fundamental perseroan,” katanya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan Senin ini, saham GOTO di BEI ditutup di level Rp 210/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 248 triliun. Dalam sebulan terakhir, saham GOTO naik 10,53%.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com