Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar ATISI Digital Forum, Kamis (25/3)

Webinar ATISI Digital Forum, Kamis (25/3)

BSSN Libatkan Seluruh Pemangku Kepentingan dalam Keamanan Siber di Indonesia

Jumat, 26 Maret 2021 | 16:45 WIB
Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Keamanan siber dan perlindungan data telah menjadi isu prioritas seluruh negara di dunia semenjak teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan.

“Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaksanakan strategi keamanan siber Indonesia tidak hanya difokuskan pada pemerintah, akan tetapi melibatkan semua unsur pemangku kepentingan, yaitu pelaku bisnis, akademisi, dan masyarakat/komunitas yang disebut sebagai Quad Helix”, ujar Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian dalam kata sambutannya yang dibacakan oleh Deputi Bidang Proteksi BSSN Akhmad Toha, S.A.P, dalam acara webinar ATISI Digital Forum, Kamis (25/3).

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mayjen TNI (Purn.) Dr. H. TB Hasanuddin, S.E., M.M. mengungkapkan bahwa Kementerian Kominfo bersama-sama dengan Komisi I DPR RI telah melakukan pembahasan terhadap RUU Pelindungan Data Pribadi. “RUU Perlindungan Data Pribadi menjadi landasan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga negara Republik Indonesia dalam beraktivitas di era digital”, kata TB Hasanudin.

Salah satu pelaku bisnis di industri fintech peer to peer (P2P) lending, Koinworks turut mengakui perlindungan pengguna, keamanan data maupun privasi sudah menjadi prioritas utama dalam menjalankan operasional bisnis maupun pengembangan inovasi produk.

Dari sisi penegakan hukum, Ajun Komisaris Polisi Grawas Sugiharto, M.Si dari Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) menyampaikan Program Presisi yang diwujudkan melalui transformasi program seperti Virtual Police Alert. “Virtual Police Alert ini adalah peringatan virtual polisi yang berisikan pesan dan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan kejahatan siber. Apabila ada pesan di media sosial yang bersifat hoax, maka akan diberikan peringatan agar pelaku melakukan koreksi”, kata Grawas. Selain itu, korban kejahatan siber dapat melaporkan kejadian kepada polisi melalui portal Patroli Siber.

 

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

BAGIKAN