Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grab. Foto: IST

Grab. Foto: IST

BERKONTRIBUSI RP 48 TRILIUN KE PEREKONOMIAN INDONESIA

Grab Peringkat Keempat Disruptor Dunia

Abdul Muslim, Selasa, 21 Mei 2019 | 12:35 WIB

JAKARTA Grab, perusahaan super app terkemuka di kawasan Asia Tenggara, saat ini, menduduki peringkat keempat dalam daftar 50 perusahaan-perusahaan disruptor terbesar dan terkemuka di dunia versi CNBC Internasional.

Pencapaian perusahaan yang didirikan oleh Anthony Tan dan Tan Hooi Ling tujuh tahun silam tersebut ditopang oleh aplikasinya yang telah diunduh sebanyak 144 juta kali dan terdapat 9 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bergabung di dalamnya.

Jumlah unduhan dan mitra UMKM yang besar itu merupakan salah satu faktor yang menjadikan Grab sebagai satu-satunya perusahaan asal Asia Tenggara yang masuk 10 besar dalam daftar tersebut. Grab berhasil membuktikan mampu bersaing dengan raksasa-raksasa perusahaan rintisan berbasis teknologi (start-up) lainnya dari berbagai belahan benua.

Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi. Foto: itoday.co.id
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi. Foto: itoday.co.id

 

Heru Sutadi, pengamat ekonomi digital, melihat, pencapaian Grab itu cukup bagus setelah menjadi perusahaan start-up dengan valuasi minimal US$ 10 miliar, atau berstatus decacorn. Posisinya saat ini bersaing ketat dengan Go-Jek di Indonesia, di mana masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kerja sama dengan mitra dan UMKM di Indonesia juga dinilainya sangat bagus walaupun perlu dikedepankan bagaimana agar mitra dan UMKM juga secara fair mendapat keuntungan (benefit) yang sama dengan kemajuan yang dialami Grab.

“Sebab, tanpa mitra dan UMKM, tentunya Grab juga akan sulit mencapai kemajuan seperti sekarang ini,” ujar Heru dalam keterangannya, melalui pesan singkat yang dikutip Investor Daily, Senin (20/5).

Selanjutnya, Grab dinilainya layak masuk peringkat keempat dalam daftar tersebut karena kekuatannya yang tak bisa dipandang sebelah mata. Saat ini, Grab telah mengumpulkan pendanaan US$ 10 miliar lebih dari para investor, termasuk US$ 1,5 miliar pada Maret dari Vision Fund milik SoftBank dan berhasil menyabet gelar decacorn pada 2019 ini.

Grab yang memposisikan dirinya sebagai everyday super app terus mengembangkan usahanya dan berinovasi guna memberikan layanan yang relevan kepada masyarakat. Di Indonesia sendiri, saat ini, Grab telah beroperasi di 222 kota dan akan terus berkembang.

Terkait dengan dampak dari kehadiran Grab di Indonesia, Heru mengatakan bahwa diakui atau tidak, transportasi online telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi digital Indonesia. Namun, keberpihakan kepada mitra pengemudi dan UMKM perlu lebih ditingkatkan agar semua pihak dapat sejahtera bersama.

Sementara itu, berdasarkan temuan riset dari CSIS dan Tenggara Strategics, estimasi kontribusi Grab kepada perekonomian Indonesia tahun 2018 senilai Rp 48,9 triliun. Survei juga menemukan, rata-rata pendapatan mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di lima kota terjadi peningkatan sebesar 113% dan 114% masing-masing menjadi Rp 4 juta dan Rp 7 juta per bulan.

Sebagai informasi, daftar disruptor 50 yang diluncurkan oleh CNBC Internasional menampilkan perusahaan-perusahaan swasta, mulai dari bioteknologi, pembelajaran mesin (machine learning), hingga transportasi, ritel, dan pertanian, yang inovasinya telah mengubah dunia dan memicu persaingan antara negara-negara adidaya, seperti Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Grab. Foto: IST
Grab. Foto: IST

 

Bisnis Grab

Grab, super app terkemuka di kawasan Asia Tenggara, menyediakan banyak layanan harian yang paling berarti bagi konsumen. Grab menyediakan layanan transportasi (ride-hailing), pengantaran makanan, pengantaran barang, pembayaran digital, serta hiburan bagi jutaan penggunanya.

Saat ini, aplikasi Grab telah diunduh sebanyak lebih dari 144 juta kali, sehingga memberikan pengguna Grab kemudahan untuk terhubung dengan 9 juta mitra pengemudi dan agen yang bergabung.

Grab memiliki armada transportasi darat yang besar dan telah mencapai lebih dari 3 miliar perjalanan sejak didirikan pada tahun 2012. Grab menyediakan layanan transportasi on-demand di Asia Tenggara, serta layanan pengantaran makanan dan barang di lebih dari 336 kota di delapan negara. Layanan telah dihadirkan di Indonesia, Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja.

Khusus di Indonesia, bisnis Grab telah berkembang sangat pesat dengan pendapatan tumbuh lebih dari dua kali lipat pada 2018. Menurut ABI Research, Grab pun telah memiliki 62% pangsa pasar ride-hailing di Indonesia. GrabFood juga berkembang pesat di Indonesia.

GrabFood. Foto: IST
GrabFood. Foto: IST

 

Saat ini, GrabFood telah beroperasi di sekitar 178 kota di Indonesia, tumbuh dari 13 kota pada awal tahun lalu. Volume pengirimannya juga meningkat hampir 10 kali lipat pada 2018. Tahun 2018 merupakan tahun di mana ekosistem Grab tumbuh secara signifikan melalui berbagai kerja sama dengan para pemimpin industri berkelas global, yakni Toyota, Hyundai, Microsoft, dan Mastercard.

Grab juga telah meluncurkan kerja sama strategis dengan perusahaan nasional terkemuka lainnya, antara lain Central Group dan Kasikornbank di Thailand, OVO, Bank Mandiri dan Sinar Mas Land di Indonesia, United Overseas Bank di Singapura, SM Investment Corporation di Filipina, Moca di Vietnam, dan Maybank di Malaysia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN