Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gerai Ramayana

Gerai Ramayana

Hadapi Pandemi Covi-19, Ramayana Maksimalkan Penjualan Online

Jumat, 11 September 2020 | 15:25 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA — PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) alami peningkatan penjualan online sepanjang semester I-2020 hingga 0,4%. Ditengah pandemi Covid-19 ini, perseroan akan memaksimalkan penjualan online dengan menerapkan berbagai strategi.  

Sepanjang semester I-2020, perseroan telah melakukan kerjasama dengan berbagai platfrom marketplace Indonesia, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, JD.ID dan Blibli. “Selain menjalankan kerjasama, kami  juga melakukan review secara berkala terhadap efektivitas produk yang dijual secara online,” ujar manajemen perseroan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (11/9). 

Kemudian, perseroan juga memperbanyak keragaman produk dengan memasukan produk-produk konsinyasi yang dijual secara online. Dengan demikian, kontribusi penjualan online perseroan hingga periode Juni 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,4% dari total penjualan, dibandingkan dengan tahun 2019 yang hanya berkontribus sebanyak 0,2%. 

Untuk diketahui, sepanjang semester I-2020, perseroan mencatatkan penjualan kotor sebesar Rp 2,19 triliun atau turun 58,3% dari Rp 5,26 triliun di semester I-2019. Pendapatan bersih Perseroan ikut turun sebesar 57,8% menjadi Rp1,47 triliun dari periode sama tahun lalu yakni Rp 3,48 triliun. 

Adapun penjualan kotor di kuartal kedua tahun 2020 menyumbang penurunan terbesar sebanyak 77,5% imbas dari penutupan gerai, pembatasan jam operasional gerai, serta menurunnya daya beli masyarakat. 

Sebagaimana diketahui, perseroan telah menutup sementara 94 gerai nya dari akhir bulan Maret dikarenakan adanya peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pembukaan kembali gerai Ramayana yang prospektif dan di daerah non-PSBB dilakukan secara bertahap sejak pertengahan bulan April, dan sampai dengan tanggal 30 Juni, Ramayana telah mengoperasikan kembali 105 gerai dari total 118 gerai.

“Adapun pembukaan kembali gerai tersebut dilakukan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan memprioritaskan keamanan pelanggan dan karyawan Ramayana,” ujar dia. 

Lebih lanjut, total laba kotor yang diperoleh Perseroan sebesar Rp 614 miliar atau mencerminkan marjin laba kotor 28,0%. Adapun laba kotor tersebut mengalami penurunan sebesar 60,9% dari Rp1.57 triliun di periode yang sama tahun lalu, atau mencerminkan marjin laba kotor 29,8%. Penurunan marjin laba kotor tersebut disebabkan oleh meningkatnya kontribusi penjualan Supermarket dengan marjin laba kotor yang lebih rendah. 

Sedangkan untuk laba bersih, perseroan telah memperoleh sebanyak Rp 5 miliar sepanjang semester I-2020 atau turun 99,1% dari Rp 590 miliar dari periode sama tahun lalu.

Sebagai informasi, sampai dengan semester I-tahun 2020, perseroan telah melakukan pembukaan 1 gerai baru, yaitu Ramayana Cikupa II pada bulan Mei lalu. Perseroan juga berencana untuk membuka 1 gerai baru lagi yang terletak di daerah Tangerang pada bulan Desember 2020. 

“Adapun, dana investasi yang diperlukan untuk pembukaan gerai baru tergantung pada luas gerai tersebut. Rata-rata investasi yang diperlukan adalah sebesar Rp 5 juta per meter persegi,” ujar manajemen perseroan. (bil)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN