Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jack Ma.

Jack Ma.

Jack Ma Mundur dari SoftBank

Listyorini, (Listyorini)  Selasa, 19 Mei 2020 | 08:33 WIB

Investor.id - Pendiri Alibaba, Jack Ma, mengundurkan diri dari dewan petinggi SoftBank, investor perusahaan startup, setelah Vision Fund membukukan rekor kerugian operasional sebesar $ 13 miliar.

Ma, yang kekayaan bersihnya mencapai US$ 41,8 miliar dan menjadi orang terkaya di Tiongkok, adalah sosok terkenal terbaru yang keluar dari SoftBank Group. Sebelumnya, pendiri Uniqlo, Tadashi Yanai, juga mundur dari SoftBank's pada Desember 2019. Sedangkan pendiri Nidec Shigenobu Nagamori mengundurkan diri pada tahun 2017.

CEO Japan’s SoftBank Group, Masayoshi Son, mengatakan bahwa Jack Ma memutuskan sendiri untuk mundur dari jajaran petinggi di SoftBank. “Ini menyedihkan, tetapi kami masih tetap berhubungan langsung setiap bulan untuk makan malam, berbicara tentang bisnis, untuk berbicara tentang kehidupan. Dan saya percaya, kita akan tetap berteman selama sisa hidup kita,” kata Son.

Ma menjadi semakin fokus pada filantropi pendidikan selama setahun terakhir. Dia juga telah mengundurkan diri dari manajemen Alibaba pada September lalu dan ada spekulasi bahwa dia akan keluar dari jajaran dewan petinggi Alibaba akhir tahun ini.

Kepergian Ma (efektif 25 Juni) datang setelah pendiri SoftBank Masayoshi Son memutar bisnisnya dari telekomunikasi kepada perusahaan-perusahaan baru (startup) melalui Vision Fund senilai $ 100 miliar, yang diluncurkan secara kolosal sejak 2017.

Secara total, Vision Fund telah mendukung 88 perusahaan baru dengan total dana yang dikucurkan sekitar $ 75 miliar. Vision Fund menghadapi masalah kesehatan finansial setelah investasinya di sejumlah usaha startup tidak berjalan dengan baik.

Taruhan investasinya, sekitar $ 9 miliar, kepada startup WeWork menjadi pemicu pemburukan SoftBank. WeWork yang menyediakan platform ruang kantor, sebelumnya meledak secara spektakuler, beberapa bulan sebelum pandemi Covid-19. Saat ini, situasi kacau dengan lusinan kantor bertingkat yang kosong di seluruh dunia. WeWork hanya diharapkan berubah dari buruk menjadi lebih buruk.

Vision Fund juga telah memompa miliaran dolar ke perusahaan-perusahaan seperti aplikasi taksi Uber dan jaringan hotel India Oyo, yang valuasi anjlok akibat pandemi Covid-19. "Valuasi Uber, WeWork dan ketiga afiliasinya menurun tajam dari nilai wajar . Dan portofolio lainnya juga menurun secara signifikan," tulis SoftBank dalam laporan keuangannya.

Teman Lama

Ma dan Son, dua dari taipan teknologi paling terkenal di Asia, adalah teman dekat. Son adalah salah satu investor paling awal Alibaba. Pada tahun 2000, satu tahun setelah Alibaba didirikan, SoftBank menginvestasikan $ 20 juta.

Berdasarkan data badan pengawas Securities Exchange Commission per Februari 2020, SoftBank memiliki sekitar 25% saham Alibaba, dengan nilai lebih dari $ 100 miliar, menjadikannya investasi SoftBank Group yang paling besar di perusahaan itu.

Saham SoftBank mencapai level terendah dalam empat tahun pada 19 Maret, mendorong grup untuk mengumumkan rencana untuk menjual atau memonetisasi $ 41 miliar asetnya dan membeli kembali $ 4,7 miliar sahamnya.

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN