Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO & CoFounder Rollover Reaction Naya Tinanda. Foto:  Investor Daily/David Gita Roza

CEO & CoFounder Rollover Reaction Naya Tinanda. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Kosmetik Anak Muda yang Merambah ASEAN

Rabu, 7 April 2021 | 09:56 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com) ,Indah Handayani (handayani@investor.co.id) ,dan Tri Listyarini

JAKARTA, investor.id – Keberhasilan diraih Rollover Reaction, sebuah brand kosmetik lokal yang tren di kalangan anak muda. Brand ini terbilang sukses dalam menjalankan bisnisnya lewat platform digital.

Betapa tidak, brand yang awalnya hanya berjualan melalui penjualan online, yang rilis pada 2016 , kini Rollover sudah merambah toko offline dan dijual hingga ke Malaysia, Singapura, dan Filipina.

CEO & CoFounder Rollover Reaction Naya Tinanda, Selasa (6/4/2021) dalam acara “Next Gen Summit 2021” yang digelar Beritasatu Media Holdings mengatakan, berbisnis lewat platform digital ibarat memainkan orkestra. Sebab, tidak hanya produk bagus yang ditawarkan, tapi seluruh komponen harus mendukung satu sama lainnya. Mulai dari proses pengiriman, pengemasan, platform, toko, dan tampilan lainnya semenarik mungkin. Itu supaya pengalaman yang didapatkan pelanggan bisa dibagikan dan merekomendasikan kepada yang lain atau world of mouth.

Perkembangan ekonomi digital negara ASEAN
Perkembangan ekonomi digital negara ASEAN

Naya mengatakan, brandnya menerapkan prinsip kerja Attention, Interest, Search, Act, Share (AISAS). Caranya adalah konten yang disajikan di platform digital bisa menarik perhatian (attention). Misalnya dengan hadirnya foto dan desain menarik, pesan yang dituliskan oleh copywriting yang menarik.

Setelah berhasil menarik perhatian pelanggan, adalah membuat konten yang bisa membuat orang tertarik lebih lanjut. Dengan menghadirkan berbagai promo atau produk baru.

Apabila sudah tertarik, lanjut Naya, pelanggan tentu saja akan mencari tahu lebih lanjut atau search mengenai produk melalui berbagai platform tersebut. Sehingga diharapkan pada akhirnya mereka akan bertindak atau Act dengan membeli produk. Tidak hanya sampai disitu, dalam menjalin hubungan dengan pelanggan juga dibutuhkan berbagi pengalaman atau share, baik melalui media sosial pribadinya ataupun platform digital brand.

Nasihat Rhenald Khasali

Sementara itu, Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia (UI) dan Pendiri Rumah Perubahan, Rhenald Kasali memaparkan kunci keberhasilan bagi generasi masa kini di era terkini.

“Kunci keberhasilan manusia di abad 21 itu, manusianya harus bisa belajar sendiri. Kapan_saja, dimana saja dan belajarnya seumur hidup. Kalau sudah selesai menjadi sarjana, dokter_ dan lainnya, maka harus belajar sendiri untuk terus berkembang,” katanya.

Generasi Z dan milenial harus tahu posisinya berada dimana dan jangan pernah mengandalkan kemampuan orang lain. Untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, manusia dituntut cepat belajar.

Menurut dia, bila menemukan masalah, harus dengan cepat diselesaikan, baik diri sendiri maupun memerlukan bantuan pihak lain untuk menyelesaikannya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Repubik Indonesia Nadiem Anwar Makarim (kanan, bawah), memberikan sambutan saat hari pertama Next Gen Summit 2021, Selasa (6/4/2021). Dalam acara yang disiarkan BeritaSatu ini menghadirkan pembicara, di antaranya Guru Besar Manajemen UI, Pendiri Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali, PhD, Managing Partner Inventure Yuswohady dan Founder & President Director Binar Academy Alamanda Santika Santoso. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Repubik Indonesia Nadiem Anwar Makarim (kanan, bawah), memberikan sambutan saat hari pertama Next Gen Summit 2021, Selasa (6/4/2021). Dalam acara yang disiarkan BeritaSatu ini menghadirkan pembicara, di antaranya Guru Besar Manajemen UI, Pendiri Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali, PhD, Managing Partner Inventure Yuswohady dan Founder & President Director Binar Academy Alamanda Santika Santoso. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

“Namun keterampilan terpenting dalam hidup sekarang adalah keterampilan untuk fokus. Hal ini dikarenakan kita hidup di tengah sosial media (sosmed), sehingga membuat kita berkurang titik fokusnya dan terpecah. Kontrol itu ada dalam diri kita sendiri. Selesaikan satu pekerjaan atau masalah dahulu, jangan ke hal yang lain,” ungkap dia.

Dia mengakui, pendidikan di masa kecil sangat penting dan berguna ke depannya. Hal itu tidak cukup sekadar mata pelajaran matematika, bahasa dan lainnya, tetapi kemampuan berpikir, bahasa yang digunakan positif, motorik dan estetika membangun kehidupan yang lebih baik dan indah.

“Jadi kemampuan untuk melakukan sesuatu estetika penting apakah kerjanya hingga tuntas atau selesai. Itulah porsi orangtua yang mendidik anaknya saat kecil. Bagaimana bisa membuat sesuatu tanpa merusak karya orang lain dan mampu membersihkan sesuatu dan merapikan,” jelasnya.

Setiap kali ada persoalan, lanjut Rhenald, seseorang kadang selalu melihat dari sisi problem. Hal ini berbeda halnya dengan pihak lain atau anak lain yang mampu melihat dari sisi kacamata menemukan solusi.

“Jadi hal ini pun perlu dilatih sikap bertanggungjawab atas langkah yang kita ambil. Bila kita tidak bisa menyelesaikannya, bagaimana kita mencari bantuan kepada siapa, guna mengatasi atau mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Ini artinya ada pengetahuan yang terus bertahan, dan mana pengetahuan yang tak bisa digunakan lagi,” ujarnya.

Dia menegaskan, terkadang manusia suka lupa bahwa setiap orang memerlukan sesuatu yang melekat pada dirinya,_ seperti estetika, bahasa yang baik, teman yang respek, nama baik, prestasi yang diaku_ pihak lain, dan sebuah karya.

“Itu adalah intangible yang menjadi personal brand, skill, daya juang. Itu yang harus diinvestasikan daripada tangible asset ,” kata dia.

Adapun Founder & President Director Binar Academy, Alamanda Shantika Santoso menegaskan, tantangan yang dihadapi generasi milenial dan generasi Z sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Dengan demikian, perlu berbagai cara untuk tetap menjadi tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Untuk menjadi generasi yang tangguh, semua perlu memiliki kemampuan problem solving atau kemampuan untuk mengidentifikasi masalah dan kendala, kemudian mengambil keputusan untuk mencari solusinya.

Kemampuan ini bisa didapatkan lewat banyak jalan. Misalnya saja dari tekanan hidup yang dihadapi, atau dengan belajar coding untuk mengeksplorasi apa yang disuka, sehingga tumbuh decision-making skill.

“Kita harus menjadi orang yang bisa mengidentifikasi problem dan punya rational thinking, bagaimana berpikir rasional dari problem-problem yang kita lihat dan menciptakan sebuah ide. Jadi kita perlu inovatif, kreatif, punya rational thinking. Rational thinking datangnya juga dari critical thinking,” kata Alamanda. (hg)

Baca juga

https://investor.id/business/next-gen-2021-tampilkan-kisah-inspiratif-inovator-sukses

https://investor.id/business/ini-kisah-lompatan-blibli-dan-inovasi-anteraja

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN